Selasa, 17 Desember 2019

Berburu Kunang-kunang di Bintan

 Zaman sekarang, kunang-kunang sudah jadi hewan yang langka. Tapi traveler masih bisa berjumpa serangga bercahaya ini di Bintan. Penasaran?

Anda seorang yang suka anti mainstream? Jika iya, ayo coba wisata Bintan Mangrove di Sungai Sebong, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Menyusuri Bintan Mangrove ini dilakukan malam hari karena Anda akan dibawa menikmati kunang-kunang yang berkelap-kelip indah di malam hari.

Untuk menyusuri hutan mangrove sepanjang kurang lebih 8 kilometer ini kita harus menaiki boat. Naiknya di dermaga khusus yang berada dekat pujasera kawasan wisata Lagoi.

Di sani kita harus mendaftarkan nama serta mendapatkan life jacket. Meskipun malam hari, namun penikmat wisata ini lumayan ramai lho. Nah jika sedang ramai,sambil menunggu giliran atau menunggu boat yang menurunkan wisatawan, kita bisa membeli souvenir atau sekedar melihat-lihat.

Oke, saatnya menyusuri Sungai Sebong dengan boat atau perahu mesin. Boat ini tidak dilengkapi lampu layaknya mobil. Jadi tekong atau yang mengemudikan bawa boat ini hanya menggunakan mata telanjang plus sinar rembulan.

Kalaupun sesekali ia menghidupkan lampu kecil itu untuk melihat alur atau memberi tanda ke boat lain di depan. Jadi bagi yang pertamakali tentu deg-degan tapi juga salut dengan tekongnya yang lihai membawa boat di kegelapan malam.

Selama perjalanan kita akan melihat ada tempat Spa yang berada di atas sungai. Jadi turis yang mau Spa harus diantar jemput dengan boat. Ada juga rumah-rumah masyarakat lokal yang hidup di atas rumah panggung.

Sekitar 20 menit perjalanan kita sampai di kawasan yang katanya merupakan banyak kunang-kunang di sana. Tekong mematikan mesin boatnya dan penumpang boat diminta melihat ke arah pepohonan.

Supaya kunang-kunangnya lebih banyak muncul dan bercahaya, asisten tekong menyiramkan air dan tampak berterbangan dan mengeluarkan cahaya.

Seru sekali karena kunang-kunangnya bertebangan di atas kepala dan seolah-olah mengajak bermain. Kunang-kunang ini akan makin banyak terlihat di bakau yang rimbun. Namun jangan terlalu mendekat karena dikhawatirkan hewan bakau lainnya seperti ular bisa terganggu.

Wisata menyaksikan kunang-kunang ini hanya bisa dinikmati dengan mata tanpa bisa mengabadikannya. Sebab kamera handphone tidak bisa menangkap cahaya kunang-kunang yang hanya berupa titik-titik terang di layar. Jadi cukup nikmati dengan mata sepuasnya dan simpan dalam memori.

Seru banget kan? Tentu donk apalagi jika Anda mencoba sendiri dan menikmati keseruannya. Ayo coba!

Seharian di Kobe, Ini Rekomendasi Wisatanya

Kota Kobe jadi salah satu pilihan destinasi liburan di Jepang. Punya waktu seharian di Kobe, ini rekomendasi wisatanya. Dicatat ya!

Dari Osaka, Kobe bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan kereta. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan selama satu hari di sini:

1. Makan kobe beef

Yang ini adalah wajib karena Kobe beef dikenal karena kelembutan dagingnya, bercita rasa tinggi yang berpadu dengan lemaknya. Bisa dinikmati sebagai steak, shabu-shabu atau sukiyaki. Namun cara paling enak menikmati Kobe beef adalah di teppanyaki dimana daging langsung dimasak di depan tamunya.

Kobe Beef bisa dinikmati di banyak restoran terutama di bagian depan Sannomiya Station. Harganya bervariasi mulai dari 3000 yen atau sekitar 300 ribu rupiah.

2. Melihat rumah besar bergaya Eropa di Kitano-cho

Di sinilah kita bisa merasakan suasana Eropa meskipun sedang berada di Jepang. Dengan rumah-rumah besar dan arsitektur bergaya Eropa, tak disangka kita sedang ada di Jepang.

Dikenakan biaya sekitar 550-750 yen untuk bisa masuk ke rumah-rumah yang kini dijadikan museum tersebut. Kawasan ini terletak 10-15 menit jalan kaki dari Sannomiya station.

3. Mengunjungi mesjid tertua Jepang, Mesjid Kobe

Merupakan mesjid tertua di Jepang yang dibangun tahun 1928 dan selesai tahun 1935. Didirikan karena semakin banyaknya muslim yang tinggal di Kobe di tahun 1920-an.

Diarsiteki seorang berkebangsaan Ceko, Jan Josef Svagr, mesjid ini bergaya Turki Ismani dengan satu kubah besar dan 2 menara kembar.

Bukan Kuil, Ini Masjid Beijing yang Unik

Pertama kali melihat, traveler pasti akan menyangka bangunan ini adalah sebuah kuil. Padahal tidak, inilah Masjid Beijing di Malaysia yang unik.

Pertama berkunjung ataupun melihat, traveler akan keliru dan beranggapan sebuah bangunan tersebut adalah sebuah pagoda atau semacam kuil yang biasa ditemukan di negara-negara dengan mayoritas penduduknya beragama Buddha.

Pesona dan keunikan arsitektur bangunannya seperti serasa berada di negara China, tapi sebenarnya bangunan tersebut merupakan sebuah masjid, rumah tempat ibadah umat islam yang lokasinya berada di Rantau Panjang, Kelantan, Malaysia.

Penulis kembali lagi akan berbagi pengalaman bagi sobat traveler waktu di negeri perantauan. Ketika berkesempatan berkunjung dan menyempatkan waktu untuk menunaikan salat di salah satu masjid yang destinasinya cocok.

Tempat wisata religi recomended di Malaysia ini lokasinya berada di daerah Rantau Panjang yang mana merupakan bagian Kelantan, Malaysia. Tepatnya lokasi berada diantara perbatasan Malaysia-Thailand ketika perpanjang visa.

Masjid Jubli Perak Sultan Ismail Petra, namanya lebih dikenal dengan sebutan Masjid Beijing, mungkin karena arsitektur bangunan gabungan seni China dan Islam yang katanya, usut punya usut bangunan ini mirip dengan mesjid tertua di Beijing, yaitu Masjid Niu Jie, sehingga menjadi kekhasan dan daya darik tersendiri wisatawan muslim lainnya untuk berkunjung di sana.

Bangunan nan megah ini, berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang didapat, Masjid Beijing dibangun di atas tanah seluas 3,7 hektar.

Adapun masjid diresmikan sekitar pada tahun 2009 yang lalu dan dapat menampung jamaah sekitar 1000 orang. Baik bagi wisatawan muslim luar negeri, dan warga muslim setempat untuk menunaikan salat lima waktu di sana.

Berburu Kunang-kunang di Bintan

Zaman sekarang, kunang-kunang sudah jadi hewan yang langka. Tapi traveler masih bisa berjumpa serangga bercahaya ini di Bintan. Penasaran?

Anda seorang yang suka anti mainstream? Jika iya, ayo coba wisata Bintan Mangrove di Sungai Sebong, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Menyusuri Bintan Mangrove ini dilakukan malam hari karena Anda akan dibawa menikmati kunang-kunang yang berkelap-kelip indah di malam hari.

Untuk menyusuri hutan mangrove sepanjang kurang lebih 8 kilometer ini kita harus menaiki boat. Naiknya di dermaga khusus yang berada dekat pujasera kawasan wisata Lagoi.

Di sani kita harus mendaftarkan nama serta mendapatkan life jacket. Meskipun malam hari, namun penikmat wisata ini lumayan ramai lho. Nah jika sedang ramai,sambil menunggu giliran atau menunggu boat yang menurunkan wisatawan, kita bisa membeli souvenir atau sekedar melihat-lihat.

Oke, saatnya menyusuri Sungai Sebong dengan boat atau perahu mesin. Boat ini tidak dilengkapi lampu layaknya mobil. Jadi tekong atau yang mengemudikan bawa boat ini hanya menggunakan mata telanjang plus sinar rembulan.

Kalaupun sesekali ia menghidupkan lampu kecil itu untuk melihat alur atau memberi tanda ke boat lain di depan. Jadi bagi yang pertamakali tentu deg-degan tapi juga salut dengan tekongnya yang lihai membawa boat di kegelapan malam.

Selama perjalanan kita akan melihat ada tempat Spa yang berada di atas sungai. Jadi turis yang mau Spa harus diantar jemput dengan boat. Ada juga rumah-rumah masyarakat lokal yang hidup di atas rumah panggung.

Sekitar 20 menit perjalanan kita sampai di kawasan yang katanya merupakan banyak kunang-kunang di sana. Tekong mematikan mesin boatnya dan penumpang boat diminta melihat ke arah pepohonan.