Rabu, 18 Desember 2019

Pulau Siompu Barat, Surga Tersembunyi di Sulawesi

Sudah tahu bahwa Sulawesi Tenggara juga punya tempat jelita bernama Pulau Siompu? Keindahan alam laut di sana membuatnya bagaikan surga tersembunyi.
Sulawesi Tenggara bukan hanya Wakatobi, yang memang memiliki keindahan alam laut. Masih ada surga tersembunyi di pulau-pulau kecil yang mengelilinginya salah satunya Pulau Siompu di kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Melakukan perjalanan dari kota Surabaya melalui transportasi laut dengan menggunakan kapal dobonsolo dari Pelni, butuh waktu 3 hari perjalanan untuk sampai ke sana. Dengan Rp 380 ribu, kita dapat menuju kota Bau-Bau dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Siompu melalui dermaga Bau-Bau dengan menggunakan speed boat mutiara laut. Ongkos naik speed boat menuju Pulau Siompu dapat ditebus dengan uang Rp 30 ribu.

Banyak spot tersembunyi untuk menikmati keindahan Pulau Siompu yang terbagi menjadi dua wilayah, yakni Siompu Timur dan Siompu Barat. Untuk perpindahan dari Pulau Siompu Timur dan Barat cukup dengan menaiki speed boat dari dermaga Bau-Bau.

Pulau Siompu Barat menyimpan surga tersembuyi yang patut dijelejahi oleh para traveler. Baru sampai dermaga Lagila Siompu Barat, sudah ada pemandangan air laut super jernih dan tebing-tebing tinggi yang langsung mengarah langsung ke laut. Pencinta bungee jumping sangat disarankan mencoba terjun langsung ke laut.

Kedalaman laut yang memadai untuk bungee jumping dan jernihnya air laut menjadi sensasi tersendiri ketika terjun bebas ke laut. Eits, tidak hanya bungee jumping saja. Kita juga bisa melakukan diving maupun snorkling di perairan luat Siompu Barat. Biota laut yang masih terjaga dan ekosistem lautnya menjadi daya tarik mengeksplorasi Pulau Siompu Barat.

Tidak jauh dari lokasi bungge jumping, kita bisa menikmati keindahan Goa Oe'lalo yang memiliki kandungan air payau jernih dan cocok untuk berenang ketika sudah selesai bungge jumping ke laut. Akses menuju Goa Oe'lalo cukup membutuhkan ekstra tenaga, pasalnya jalan menuju ke dasar Goa Oe'lalo harus menuruni anak tangga dari kayu yang dibuat dengan tali tampar dan di paku ke sebuah pohon. Dibutuhkan kehati-hatian untuk menuruni anak tangganya agar bisa menikmati segarnya air dan berenang di Goa Oe'lalo.

Selain wisata alamnya, kita bisa menikmati mencari biota laut untuk dimakan ketika malam hari tiba. Masyarakat Siompu Barat memanfaatkan surutnya air laut untuk mencari kerang, kepiting, cumi, gurita, dan ikan-ikan kecil. Setelah mendapatkan hasil menyulu yang cukup banyak, masyarakat langsung memasak dan menyantapnya sebagai lauk malam hari. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah di Pulau Siompu Barat membuat masyarakat setempat memanfaatkannya untuk mencari biota laut sebagai komoditinya sekaligus penghasilan masyarakat Siompu Barat.

Selama perjalanan menuju Pulau Siompu Barat, jangan melewatkan kesempatan untuk berkunjung dan bermalam dengan tenda di Pulau Ular. Walau namanya seram, keheningan di sini memunculkan sensasi menikmati pulau pribadi. Tidak adanya pemukiman dan jauh dari kata keramaian membuat Pulau Ular patut dicoba para traveler. Berenang pun bisa saja dilakukan.

Namun, tetap waspada. Pulau Ular masih terjaga dan alami, sehingga banyak ular-ular laut berenang di sekitaran Pulau Ular. Ketika bermalam di Pulau Ular pun wisatawan tetap mesti menjaga diri dan selalu waspada.

Berkunjung ke Sulawesi Tenggara bukan hanya Wakatobi saja, tetapi bisa pula eksplorasi pulau-pulau kecil yang memiliki surga tersembunyi di Sulawesi Tenggara. Tertarik untuk menjelajah Pulau Siompu?

Fatumnasi, si Jelita dari Timor Tengah Selatan

Satu lagi kisah keindahan wisata dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Ada Fatumnasi yang punya hamparan alam jelita.
Daerah Fatumnasi menghadirkan hamparan padang hijau yang luas dengan balutan pohon-pohon Kasuari (Casuarina equisetifolia), Ampupu (Eucalyptus urophylla) dan kebun Bonsai yang telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun.

Merujuk ke bahasa masyarakat setempat, bahasa Dawan, Fatumnasi berarti Batu Tua. Arti nama ini berasal dari dua suku kata, yakni Fatu yang berarti Batu dan Mnasi yang berarti Tua. Nama ini diambil dari sebuah gunung batu yang kokoh berdiri di daerah itu.

Daerah Fatumnasi sendiri dapat dijangkau sekitar 2 jam perjalanan dari kota Soe, Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Hal yang membuat perjalanan ke Fatumnasi ini menjadi unik dan menarik adalah geografi alam yang berkelok-kelok ditemani kabut dan kesegaran udara pegunungan yang alami dan bebas polusi. Sepanjang sisi jalan, pengunjung disuguhi tetumbuhan Kasuari, Ampupu, dan Bonsai serta padang sabana menghijau permai layaknya bidadari yang sedang menanti kedatangan para pencari inspirasi.

Tidaklah berlebihan jika dalam sekali pandang, suguhan alamnya memuncah ketakjuban. Letak daerah ini berada sekitar 2400 mdpl dan berdekatan dengan gunung kebanggaan masyarakat pulau Timor, yakni gunung Mutis.

Perpaduan padang luas nan hijau permai, tetumbuhan langkah berusia ratusan bahkan ribuan tahun, pesona kokoh bebatua, serta semilir angin Mutis yang memesona membuat lidah niscaya berdecak kagum pada kemurnian permata tanah Mollo ini.

Fatumnasi tidak unggul semata-mata karena pesona alam yang memukau mata. Keaslian budaya lokal masyarakat setempat yang terawat hingga kini juga menambah daya tarik si jelita yang satu ini. Masyarakat Fatumnasi hingga kini masih hidup berdampingan dengan alam.

Pulau Siompu Barat, Surga Tersembunyi di Sulawesi

 Sudah tahu bahwa Sulawesi Tenggara juga punya tempat jelita bernama Pulau Siompu? Keindahan alam laut di sana membuatnya bagaikan surga tersembunyi.
Sulawesi Tenggara bukan hanya Wakatobi, yang memang memiliki keindahan alam laut. Masih ada surga tersembunyi di pulau-pulau kecil yang mengelilinginya salah satunya Pulau Siompu di kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Melakukan perjalanan dari kota Surabaya melalui transportasi laut dengan menggunakan kapal dobonsolo dari Pelni, butuh waktu 3 hari perjalanan untuk sampai ke sana. Dengan Rp 380 ribu, kita dapat menuju kota Bau-Bau dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Siompu melalui dermaga Bau-Bau dengan menggunakan speed boat mutiara laut. Ongkos naik speed boat menuju Pulau Siompu dapat ditebus dengan uang Rp 30 ribu.

Banyak spot tersembunyi untuk menikmati keindahan Pulau Siompu yang terbagi menjadi dua wilayah, yakni Siompu Timur dan Siompu Barat. Untuk perpindahan dari Pulau Siompu Timur dan Barat cukup dengan menaiki speed boat dari dermaga Bau-Bau.

Pulau Siompu Barat menyimpan surga tersembuyi yang patut dijelejahi oleh para traveler. Baru sampai dermaga Lagila Siompu Barat, sudah ada pemandangan air laut super jernih dan tebing-tebing tinggi yang langsung mengarah langsung ke laut. Pencinta bungee jumping sangat disarankan mencoba terjun langsung ke laut.

Kedalaman laut yang memadai untuk bungee jumping dan jernihnya air laut menjadi sensasi tersendiri ketika terjun bebas ke laut. Eits, tidak hanya bungee jumping saja. Kita juga bisa melakukan diving maupun snorkling di perairan luat Siompu Barat. Biota laut yang masih terjaga dan ekosistem lautnya menjadi daya tarik mengeksplorasi Pulau Siompu Barat.