Minggu, 22 Desember 2019

Kisah Tanah Berhantu: Tempatnya Iblis, Tak Bisa Tumbuh Pohon

Sebuah tanah di North Carolina, Amerika Serikat, dianggap berhantu oleh banyak orang. Konon, iblis disebut mendiami tempat tersebut. Hii!

Adalah Bear Creek, sebuah destinasi di North Carolina yang disebut sebagai tempat bermain Iblis. Menurut Google Street View, tempat tersebut memang sedikit janggal.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Minggu (22/9/2019), penampakan tempat ini dari Google Street View memang begitu kering dan tandus. Padahal, tanah di sekitarnya dikelilingi oleh pohon dan semak hijau.

Diketahui, lokasinya memang cukup terpencil dan berada di luar jalur trekking. Hanya saja suasananya memang terasa ganjil seperti diberitakan media Express Inggris.

Di satu sisi, tak sedikit blogger yang menulis Bear Creek sebagai salah satu destinasi wisata terseram di laman situsnya. Namanya kerap terpampang di situs lokal seperti North Carolina Ghost dan lainnya.

Entah bagaimana, hanya tanah itu yang tidak ditumbuhi oleh pohon. Barang apa pun yang ditinggalkan di tanah itu, kabarnya selalu bergeser ke luar di pagi hari setelahnya.

Rumornya, area itu dihuni oleh iblis yang dibawa oleh imigran yang dulu menghuni area tersebut. Konon kabarnya, iblis tersebut merupakan bagian dari kepercayaan yang dianut oleh orang-orang tersebut.

Walau disebut angker, nyatanya daerah itu difungsikan sebagai arena kemping. Tentunya cuma untuk yang berani saja...

5 Hal dari Selandia Baru yang Orang Indonesia Suka Salah Paham

Selandia Baru atau New Zealand merupakan negara di Oseania, tetangganya Australia. Menjadi incaran turis Indonesia, apakah kamu sudah tahu betul mengenai negara ini?

Mungkin, traveler lebih familiar dengan nama New Zealand. Terkenal dengan berbagai alamnya, ternyata Selandia Baru memiliki sejumlah fakta unik.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Tourism New Zealand, Minggu (22/9/2019) ada sejumlah hal yang masih jadi salah kaprah tentang Selandia Baru dari sudut pandang Indonesia. Berikut selengkapnya?

1. Selandia Baru dan New Zealand

Selandia Baru merupakan terjemahan langsung dari New Zealand. Hal ini menjadi persepsi karena sebuah kata memiliki padanan dalam Bahasa Indonesia.

Jangan salah ya, terkadang masih saja ada yang mengira bahwa Selandia Baru dan New Zealand dua negara yang berbeda. Sebenarnya, sama saja kok, hanya bahasa yang digunakan saja berbeda.

2. Letak Selandia Baru

Letak Selandia Baru berada di wilayah geografis Oseania yang meliputi Australasia, Melanesia, Micronesia dan Polynesia.

Selandia Baru juga terbagi menjadi dua pulau utama, yakni Pulau Utara dan Selatan. Keduanya sama-sama memiliki pemandangan alam yang indah sebagai daya tarik utama. Tidak jarang, wisatawan datang untuk road trip keliling Selandia Baru.

Untuk dapat berkendara di Selandia Baru, traveler harus memiliki SIM internasional. Sama seperti di Indonesia, kursi supir berada di sebelah kanan. Jadi, tidak terlalu sulit bagi pengemudi Indonesia.

3. Musim dingin di Selandia Baru

Nah, jika sejumlah negara di belahan bumi Utara umumnya mengalami musim dingin di akhir menjelang awal tahun, di Selandia Baru lain ceritanya.

Selandia Baru mengalami musim dingin pada bulan Juni sampai Agustus. Sedangkan, musim panas berlangsung Desember hingga Februari. Pada saat musim semi (September-Oktober) dan gugur (Maret-Mei) juga tidak kalah indah. Traveler bisa menikmati pemandangan alam cerah dengan suasana yang segar.

4. Visa

Untuk WNI yang ingin ke Selandia Baru, harus mendaftar visa melalui agen VFS Global. Biaya pengajuan visa turis senilai NZD 246 (sekitar Rp 2,2 juta) yang juga termasuk dengan biaya retribusi International Visitor Conservation and Tourism (IVL) sebesar NZD 35.

Untuk pembuatan visa, traveler harus menunggu selama 20 hari kerja. Sebaiknya, daftarkan visa 1-2 bulan sebelum keberangkatan. Perhatikan dengan detil syarat dan ketentuan agar visa lebih mudah diterima.

5. Pengalaman budaya yang beragam

Biasanya, Selandia Baru hanya terkenal dengan panorama alamnya saja. Ternyata, banyak juga budaya yang seru untuk dieksplor.

Misalnya saja menjelajahi dengan bertemu dengan suku Maori, suku asli Selandia Baru. Traveler dapat menikmati pōwhiri, upacara tradisional penyambutan tamu suku Maori yang hangat lewat sambutan resmi, tari-tarian, nyanyian dan tentu saja salam khas Maori, Hongi (ritual saling menempelkan hidung yang menciptakan koneksi 'napas kehidupan' di antara kedua orang) dan berbagai pengalaman menyenangkan lainnya.

Merasakan Denpasar, Kota Termakmur se-Indonesia

Kota Denpasar di Bali baru saja dinobatkan menjadi kota termakmur se-Indonesia. Bagaimana sih rasanya kehidupan di sana?

Salah satu yang menjadi indikator kemakmuran itu yakni produktivitas dan pembangunan infrastruktur. Meski termasuk kota besar, masih banyak ditemukan ruang terbuka hijau, sawah maupun taman bermain untuk anak-anak.

Kawasan sempadan sungai pun banyak yang ditata menjadi tempat berinteraksi warga, seperti Taman Kumbasari yang dilewati Tukad Badung. Taman ini bahkan pernah dipuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungannya ke Bali.

Sebagai salah satu destinasi wisata, jalanan di kota Denpasar juga tak terlalu padat dibandingkan kota besar lainnya. Kualitas udara di pusat kota Bali ini dinilai moderat versi airvisual, kemudian cuaca di siang hari panas terik, sedangkan di malam hari kadang terasa dingin.

"Perbandingan infrastruktur merasa lebih lengkap di Denpasar. Kalau jalan lebih bagus di Badung tapi untuk ruang publiknya, taman hijau, bagus di Denpasar," kata Febri, warga Legian, Badung, yang bekerja di Denpasar, Minggu (22/9/2019).

Sebelum dinilai sebagai kota makmur, Denpasar juga menjadi salah satu daerah tujuan bagi warga kabupaten lain di Bali maupun kota lain untuk mencari rejeki selain di Kabupaten Badung. Hal ini juga diamini oleh Febri.

"Karena saya nggak tertarik di pariwisata, dan dapat kerjanya ya di Denpasar," ucapnya.

Senada dengan Febri, Jumaiyah Saksono (44) juga pindah dari rumahnya di Jember, Jawa Timur ke Bali. Meski mengikuti suaminya, dia juga memenuhi kebutuhannya dengan membuka usaha di dekat pusat kota.

"Saya menikah 1998 karena ikut suami. Dagang di sini laris daripada di kampung, asal mau (dagang) apa aja laku," kata Jumaiyah saat berbincang di warungnya, Renon, Denpasar, Bali.

Jumaiyah mengaku baru dua tahun berjualan nasi di kawasan Renon, Denpasar, Bali. Sebelumnya dia kerap membantu suaminya berjualan rumput.

"Kalau lagi ramai stan rumput bisa sampai nolak-nolak kerjaan, kadang sehari bisa dapat Rp 5 juta, kadang juga bisa 3 bulan sekali," ujar ibu dua anak ini.

Kabag Humas Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengaku bangga dengan penilaian yang diberikan kepada Denpasar. Penghargaan ini dinilainya menjadi pemicu semangat bagi Pemkot untuk terus berinovasi.

"Kami bangga dan ini tantangan karena diberikan predikat kota paling makmur se-Indonesia dari DPP REI dan ada 6 indikator terhadap kota besar di Indonesia. Jadi apa program dan kebijakan yang diambil jajaran bapak wali kota dan seluruh Pemkot Denpasar dinilai orang lain, tentu jadi semangat kami juga bagaimana untuk menata kota ini dan pelayanan dengan Sewaka Darma sehingga keinginan untuk mewujudkan kota sejahtera akan makin baik," ujar Dewa.

Dewa juga senang kebijakan publik yang dihasilkan Denpasar juga dinilai positif. Misalnya saja soal pembatasan kantong plastik hingga pelarangan iklan rokok.

"Legislasinya peraturan-peraturan yang kita buat seperti dengan pengurangan kantong plastik itu jadi menambah kredit poin bahwa kebijakan ini pro lingkungan juga produk lainnya. Pelarangan iklan rokok, kemudian kesetaraan, inklusivitas sosial, membangun beberapa sekolah autis, Rumah Berdaya itu program dan apa yang kita lakukan ternyata Denpasar yang paling bagus makanya beberapa ada penilaian seperti kota sehat dan kota nyaman, tapi tahu-tahu kita diberi penghargaan," paparnya.

Dari survei Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) ada enam indikator City Prosperity Index (CPI) yang diukur untuk menentukan kemakmuran suatu kota. Di antaranya produktivitas, pembangunan infrastruktur, kesetaraan dan inklusivitas sosial, kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, serta legislasi dan postur kelembagaan kota.

Denpasar sebagai kota paling makmur di Indonesia memperoleh skor 60,2% yang artinya masih masuk dalam kategori moderately solid. Belum ada kota-kota di Indonesia yang masuk pada kategori solid dan very solid.

Sementara Jakarta, menduduki peringkat ke-10. Skor yang didapat ibu kota Indonesia ini hanya 55%.