Selasa, 24 Desember 2019

Keliling Eropa dan Jepang di Pekanbaru

Kalau ke Eropa dan Jepang mahal, mungkin bisa coba dulu ke Pekanbaru. Ada Asia Farm dengan berbagai miniatur yang cantik.
Lupakan kabut asap yang menyeliputi kota Pekanbaru, ibukota provinsi Riau beberapa pekan ini. Dibulan Agustus 2019 ini, saya berkesempatan mengunjungi kota Pekanbaru dan kabut asap tipis akibat pembakaran lahan gambut tampak terlihat. Tetapi setelah hujan membasahi kota ini diwaktu sore hari, kabut asap pun menghilang. Setiap mengunjungi kota Pekanbaru, saya selalu terusik mengenai tempat wisata apa yang bisa dikunjungi. Akhirnya setelah browsing, saya menemukan sebuah lokasi wisata yang tidak jauh dari pusat kota. Hanya berjarak 15-20 menit dengan naik mobil, kita bisa berkunjung ke Asia Farm.

Tenyata tidak semua warga Pekanbaru mengetahui lokasi wisata yang baru dibuka pada tanggal 21 April 2019 dan mempunyai luas lahan 4 hektar ini. Cukup dengan tiket masuk seharga Rp 25.000/orang dan khusus bagi wanita pekerja, bisa mendapatkan buy 1 get 1 Free hanya dengan memperlihatkan name tag perusahaan tempat bekerja. Ditiket tersebut, para pengunjung akan mendapatkan 1 buah free welcome drink setelah pintu masuk utama.

Asia Farm menyajikan wisata edukasi bagi para pengunjung, untuk para millenials yang suka main Hay Day, pasti akan sangat familiar sekali. Begitu masuk, para pengunjung akan disuguhkan bangunan kincir angin raksasa dengan warna merah mencolok bak dinegeri Belanda. Para pengunjung bisa berfoto2 dengar latar belakang kincir angin raksasa tersebut dan disampingnya terdapat beberapa kandang hewan seperti kambing yang sangat fotogenik sekali. Kambing-kambing tersebut seperti sadar kamera, mereka tahu kapan harus berpose dan anak-anak kecil pasti suka sambil memberi makan kambing-kambing tersebut.

Dizona Eropa, kita bisa menemui jalan kecil dengan bangunan ala Swiss dinegeri Eropa, sangat instagramable banget deh! Kalian bisa berfoto-foto dirumah pedesaan khas Eropa atau dirumah Hobbits. Bisa dipastikan IG para pengunjung akan penuh dengan feed dengan latar belakang cantik, serasa di Eropa! Bahkan para pengunjung bisa sewa kostum pakaian noni Belanda dilokasi tersebut.

Selesai dari zona Eropa, para pengunjung bisa berfoto-foto digapura Jepang dan bangunan khas kuil Shinto yang cantik dan dikelilingi dengan taman zen serta air terjun yang sangat menenangkan. Selain itu, para pengunjung akan disajikan bangunan Instagramable yang pasti familiar dengan game Hay Day. Sumur warna merah dan rumah biru muda yang cantik. Tidak terasa sudah 2 jam kami berada ditempat wisata Asia Farm yang ciamik ini.

Ternyata masih belum selesai, ada taman burung yang mana para pengunjung bisa memberikan pakan secara bebas didalam sangkar raksasa. Dengan menaiki tangga kayu dan dikelilingi oleh burung-burung cantik, para pengunjung bisa berfoto ria didepan tulisan LOVE yg lagi hits. Asia Farm ini belum semuanya selesai dibangun, kebayang apabila sudah selesai semua, wah pasti bakalan seru banget. Nggak usah jauh-jauh ke Eropa atau Jepang, cukup berada dilokasi ini kalian bisa keliling dunia dengan sangat murah. Ada beberapa penjual makanan didalam area wisata ini, jadi sangat cocok banget buat keluarga dan anak-anak. Tentu saja buat pasangan yang sedang dilanda kasmaran, tempat wisata ini sangat romantis sekali. Buka dari pukul 10.00 - 19.00 WIB setiap hari.

Bukit Kelam, Wisata Alam Eksotis Sintang yang Simpan Banyak Misteri

Bukit Kelam menjadi objek wisata ikonik di Sintang, Kalimantan Barat. Menariknya, bukit ini bukan dari tanah, melainkan dari batu besar. Dinamakan kelam pun karena batu tersebut berwarna hitam kelam.

Bukit yang berjarak sekitar 23 km dari pusat Kabupaten Sintang ini bisa ditempuh sekitar 30-40 menit hingga ke kaki bukit. Di sepanjang perjalanan, traveler akan disuguhkan dengan pemandangan alam di kiri dan kanan seperti kebun sawit, pisang, dan karet.

Akses jalan menuju kaki bukit ini terbilang sangat baik dengan dilapisi aspal. Namun, jalanan yang naik turun seperti lewati bukit membuat pengendara mesti hati-hati. Dari cerita yang beredar, konon bukit tersebut dilingkupi berbagai kisah misteri.

Menurut Ketua Adat di Desa Kebong, Kabupaten Sintang, Karen Ayo (76) Bukit Kelam adalah batu yang di angkat oleh pemuda Dayak bernama Bujang Beji.Tujuannya pendekar raksasa ini ingin menutup persimpangan antara Sungai Kapuas dan Melawi.

"Jadi memang Bujang Beji ini raksasa, karena zaman dulu juga kan ukuran badannya lebih besar dari kita-kira sekarang ini, Jadi niatnya itu ambil batu besar ini buat nutup simpang Sungai Kapuas dan Melawi. Pas dia mau bawa ke sana cuma di perjalanan putus lah talinya, dari ikatan ilalang tadi tuh. Terus jatuh lah di sini, akhirnya jadi bukit kelam," ujarnya kepada detikcom, Rabu (28/8/2019).

"Saat jatuh, Bujang Beji ini mau mengangkat lagi, tapi nggak bisa. Dicongkel bagaimana pun juga nggak bisa. Begitulah cerita orang tua soal bukit kelam ini, " tambahnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa Bukit Kelam adalah meteor yang jatuh ke bumi pada masa lalu. Hal itu juga dimungkinkan karena adanya batu dengan bentuk yang lebih kecil di area sekeliling kaki bukit kelam.

Terlepas dari segala mitos dan kisah misteri, tidak sedikit traveler yang naik ke puncak Bukit Kelam. Dalam perjalanan menuju puncak, traveler akan disuguhi pemandangan indah khas hutan Kalimantan.

Untuk mendaki sampai puncak bagi yang belum terbiasa memerlukan waktu 3-4 jam. Dengan kemiringan sampai 15-40 derajat maka dibuatkan tangga besi untuk mempermudah pendakian.

"Kalau jalannya dari bawah ke puncaknya, ada jalan setapak semacam tangga. Kekuatan tangganya itu boleh juga lah. Sampai sekarang masih utuh tangganya. Kalau di atas sana itu memang alam rimba lah, sampai sekarang ini masih dilestarikan alamnya," ujar Panji, salah seorang warga Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai.

"Kami sebagai warga bukit kelam ini merasa bangga lah, punya bukit kelam yang berbatu. Katanya terbesar sedunia. Makanya banyak juga turis-turis sedunia yang berkunjung ke sini," tambahnya.

Selain itu, di area kaki bukit yang masih dalam kawasan Desa Kebong, terdapat spot foto Instagramable. Bukit Kelam memang salah satu dari bagian cagar budaya milik Kabupaten Sintang. Selain hutan rimba, menurut warga sekitar, terdapat pula sumber mata air yang konon tak pernah habis meski kemarau.

Salah satu pemanfaatannya, air bersih tersebut diambil untuk dijadikan usaha air minum dalam kemasan. Dibantu dengan dana desa, air mineral kemasan ini baru tahun ini berjalan, dibentuk BUMDes untuk dikelola warga sekitar sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian lewat sumber daya alam yang ada. Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT, klik di sini.