Selasa, 24 Desember 2019

Bertemu Para Presiden Indonesia di Bogor, Bisa Lho

Di Bogor, ada tempat dimana kita bisa mengenal lebih dekat para Presiden Indonesia. Museum Kepresidenan RI Balai Kirti adalah destinasi wajib untuk wisatawan.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti terletak di Jl Ir H Juanda No 1, Kota Bogor. Ada ruangan yang berisikan informasi tentang masing-masing presiden.

detikcom berkunjung ke sana, Kamis (12/9/2019) melangkah masuk ke dalam museum, ada replika burung garuda yang besar. Di samping kanannya ada teks Pancasila sedangkan samping kirinya teks proklamasi.

Pada bagian dalam, terdapat 6 patung presiden RI yang berjejer. Mulai dari Sukarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Patung-patung berpose layaknya masing-masing presiden ketika berpidato.

Untuk memasuki ruangan yang berisikan informasi para presiden, traveler harus naik ke lantai 2. Bisa menggunakan eskalator atau lift.

Setelah sampai di lantai dua ada ruangan-ruangan presiden, namanya Galeri Kepresidenan. Sebelum melangkah ke galeri, ada sebuah podium yang di belakangnya terdapat tulisan besar berisi teks sumpah presiden.

Pertama yang akan kamu temukan adalah ruangan Sukarno. Ketika memasuki ruangan, terdengar audio yang menjelaskan perjalanan Sukarno.

Di sudut ruangan, ada barang-barang kenangan milik Sukarno, mulai dari replika baju dinas sampai perlengkapan kerja seperti alas untuk asbak, tempat amplop, pisau pembuka amplop dan stampel kenegaraan.

Ada juga replika naskah Dekrit Presiden dan replika tongkat komando Presiden Sukarno. Semua barang ini diletakkan dalam satu etalase.

Dalam ruangan galeri presiden ini, juga ada foto-foto presiden bersama kerabat dan keluarga. Foto presiden terpampang besar di sudut ruangan, beserta quote di bagian tengah ruangan. Dalam ruangan Sukarno, tertulis, "Jas Merah, Jangan Sekali-Sekali Meninggalkan Sejarah," lalu di bawahnya tertulis, "Soekarno, pidato JAS MERAH 17-8-1966).

Ada audio visual yang menjelaskan perjalanan presiden dari tahun ke tahun. Jadi, di sini informasi tentang presiden RI kamu akan semakin bertambah.

Selain ruangan Sukarno, ada ruangan Suharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono dengan tata ruang yang sama. Kamu akan tahu perjuangan- perjuangan presiden ketika menjabat dan penghargaan apa saja yang telah didapat.

Wisatawan akan merasa lebih dekat dengan presiden, dengan melihat foto-foto kenangan, baju-baju yang selalu dikenakan sampai barang-barang pribadi milik presiden. Keluar dari ruang presiden ada ruang interaktif, di sini ada foto-foto presiden yang terpampang di beberapa sisi ruangan. Ada juga podium yang berlatar gambar istana negara. Kamu bisa foto-foto di ruangan ini.

Setelah dari ruang interaktif, kamu bisa menuju ruangan perpustakaan kepresidenan. Di dalam ruangan, setiap presiden memiliki raknya masing-masing. Tiap rak ditandai dengan patung presiden di depannya.

Rak-rak ini berisi buku-buku tentang presiden atau dikarang oleh presiden sendiri. Suasana perpustakaan tenang, membuat wisatawan yang ke sana akan betah berlama-lama di dalam ruangan.

Ada kursi beserta meja untuk wisatawan yang ingin duduk bersantai sambil membaca buku presiden. Pokoknya nyaman banget deh, Traveler.

Tak sedikit wisatawan yang datang memanfaatkan momen dengan berfoto-foto. Tempatnya instagramable, jadi kamu bisa bawa kamera ke sini.

Hari Selasa-Kamis museum buka mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan pada hari Jumat, museum akan tutup sementara pukul 11.00-13.00 WIB. Pada Sabtu dan Minggu, museum buka pukul 09.00-13.00 WIB. Hari Senin museum tutup ya traveler.

Senin, 23 Desember 2019

Bulan Oktober, ke Festival Bahari Raja Ampat Cuma Rp 5 Juta

Pasca kerusuhan di Papua Barat, kini wilayah tersebut mulai bangkit kembali. Traveler pun bisa datang ke festival bahari Raja Ampat dengan biaya cuma Rp 5 Juta.

Kementerian Pariwisata baru saja meluncurkan 2 acara yang masuk dalam Calendar of Events Papua Barat. Yakni Festival Seni Budaya Raja Ampat yang akan digelar pada 7-11 Oktober 2019 mendatang di Manokwari dan Festival Pesona Bahari Raja Ampat yang berlangsung pada 18-22 Oktober 2019 mendatang di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC).

Bagi para traveler yang ingin menjelajah Papua Barat khususnya Raja Ampat, ada penawaran menarik dari Ethnic Journey by G Tour. Dalam rangka acara Festival Bahari Raja Ampat, ada penawaran menarik untuk perjalanan tanggal 18-23 Oktober 2019 mendatang.

Selama 6 hari 5 malam, traveler akan memulai perjalanan dari Sorong menuju Waisai. Kemudian akan melihat opening ceremony Festival Bahari Raja Ampat, Mayalibit Trip, ke Piaynemo dan berbagai pulau lain di sekitarnya.

Traveler juga bisa melihat wild life activities, water activites dan island hopping. Untuk harganya dimulai dari Rp 5,3 jutaan per pax dengan maksimal grup 10 orang. Untuk informasi lebih lanjut, traveler bisa menuju ke website resmi G-Tour.

Selain itu, Raja Ampat juga memiliki sejumlah spot wisata menarik. Seperti Wayag yang ikonik atau Piaynemo tempat yang pernah dikunjung Jokowi. Traveler juga bisa pergi ke Arborek, desa wisata yang dihuni warga lokal.

Bahkan, di Sorong pun traveler bisa menikmati kuliner lezat. Yakni berbagai seafood segar yang beragam. Yuk, coba jelajahi Papua Barat khususnya Raja Ampat!

Mengenal Nondoi, Tradisi Adat Berbalut Mistis di Ibu Kota Baru

Meski nanti akan jadi ibu kota baru, Penajam Paser Utara masih memegang tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Salah satunya Nondoi yang berbau mistis.

Penajam Paser Utara bersama dengan Kutai Kartanegara sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai ibu kota baru menggantikan Jakarta. Nantinya kedua kota ini akan jadi pusat pemerintahan yang modern.

Meski modernitas sebentar lagi akan menghampiri, Penajam Paser Utara masih melestarikan tradisi yang sudah diwariskan selama turun temurun. Salah satunya adalah Nondoi, yang setiap tahun sebagai festival adat.

Tim Jelajah Ibu Kota Baru detikcom bertemu dengan Helena, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Penajam Paser Utara (PPU). Helena yang juga Kepala Adat Dayak menceritakan kepada kami soal tradisi Nondoi yang digelar setiap tahun ini.

"Nondoi adalah ritual adat tertua suku Paser. Setiap tahun digelar, sudah jadi acara tahunan. Tahun ini digelar bulan Oktober besok, rencananya akan digelar 12 hari 12 malam," terang Helena.

Dilihat dari sisi sejarah, upacara Nondoi pertama kali dilaksanakan oleh Nalau Raja Tondoi, salah satu raja di Kesultanan Paser tempo dulu. Dalam acara Nondoi akan ada ritual yang disebut Belian.

"Belian itu sendiri dalam kosa kata kami, berasal dari kata Beli artinya dalam bahasa Paser itu taring. Kemudian kosa kata kedua itu Kelian. Kelian itu bahasa kami untuk sembuh, mampu bangkit. Nah kalau diterjemahkan, Beli dan Kelian jadi Belian artinya Taring yang bisa menyembuhkan," imbuh Paidah Riansyah, Ketua Laskar Pertahanan Adat Penajam Paser Utara.

Ritual Belian dipimpin oleh Mulang alias dukun adat. Dalam rangkaian prosesi Belian, sang Mulung (Dukun Belian) akan mengenakan taring, sabang sambit namanya. Selain taring, Mulung juga mengenakan gelang kuningan bernama gitang.

Gitang kuningan ini berat sekali, lebih dari 2 kg per gelangnya. Masing-masing di tangan Mulang, ada 2 gelang kuningan tadi. Gelang ini harus masuk seluruhnya ke tangan Mulang, jika tidak masuk maka ritual tersebut tidak direstui oleh leluhur.