Senin, 30 Desember 2019

Gadis Banyuwangi Wakili Indonesia di Ajang Putri Pariwisata Internasional

Olivia Gunawan akan mewakili Indonesia di ajang putri pariwisata internasional di Myanmar. Seperti apa ya sosok dara asal Banyuwangi ini?

Putri asli Banyuwangi akan berlaga di kancah internasional. Adalah Olivia Gunawan, mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi yang terpilih mewakili Indonesia di ajang pemilihan Miss Tourism and Culture Universe 2019.

Acara ini akan digelar di Myanmar, 22-31 Agustus 2019 mendatang. Dalam ajang tersebut, Olivia akan bersaing dengan peserta dari 25 negara.

"Saya mohon dukungan doa dan semangat dari seluruh rakyat Indonesia, utamanya masyarakat Banyuwangi, agar saya mampu mempersembahkan yang terbaik dalam kompetisi pariwisata dan budaya tingkat dunia ini," ujar mahasiswi Fakultas Hukum Semester 7 ini kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Dia mengungkapkan, dirinya akan mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata dan budaya Banyuwangi. Bahkan, putri dari Ketut Sudarmi dan Guntur Taufan ini secara khusus akan mempresentasikan Tari Gandrung Banyuwangi.

"Saya akan mengenalkan Tari Gandrung dalam ajang tersebut. Selain itu, national costume yang akan saya kenakan adalah kostum Sri Tanjung, yakni legenda seorang putri yang menjadi cikal bakal lahirnya Banyuwangi," tuturnya.

Tak ketinggalan, Olivia juga akan menjelaskan tentang pariwisata Banyuwangi.

"Banyuwangi punya beberapa destinasi yang sangat dikenal seperti Kawah Ijen dan surganya surfing, G-Land. Saya nanti akan promosikan tentang itu, " tuturnya.

Di bulan Maret 2019 lalu, Olivia mengikuti ajang Miss Model Indonesia di Jakarta dan dia berhasil menjadi jawara. Atas kemenangannya itu, Olivia ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam kontes Miss Tourism and Culture Universe 2019.

Sejumlah persiapan telah dilakukan gadis yang mengawali karir modelnya mulai dari nol dengan dukungan penuh kedua orang tuanya. Mulai dari berlatih public speaking, latihan menari, memperbanyak referensi tentang Banyuwangi, rajin berolahraga untuk menjaga kebugarannya, hingga persiapan mental.

"Saya berharap bisa membawa nama baik Indonesia, khusunya Banyuwangi. Saya akan kabarkan pada dunia bahwa Indonesia itu kaya, pariwisatanya luar biasa, orangnya ramah dan murah tersenyum. Insya Allah saya akan lakukan yang terbaik dan pulang dengan membawa kemenangan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuar Bramuda mengatakan, Pemkab Banyuwangi memberikan dukungan penuh terhadap Olivia Gunawan.

"Kami berikan dukungan penuh terhadap Olivia. Semoga Olivia tetap semangat dan terus berjuang untuk menjadi yang terbaik, dan mengharumkan nama Banyuwangi," tandas Bramuda.

Hati-hati Membuang Struk Belanja Toko Duty Free di Bandara!

Traveler mesti hati-hati kalau membuang struk belanja toko Duty Free bandara. Di lembaran kertas itu bisa jadi ada informasi berharga yang bisa disalahgunakan.

Sepintas, struk belanja dari Toko Duty Free Bandara tampak seperti lembaran kertas tak berharga yang sering traveler buang di tempat sampah. Tapi jika diperhatikan, di lembaran kertas tak berharga tersebut, bisa jadi tertulis informasi pribadi milik traveler yang bisa disalahgunakan oleh orang jahat.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Rabu (21/8/2019), seorang traveler bernama Colin Ahearn dari Perth, Australia baru menyadari hal tersebut saat dirinya berpergian dari Kuala Lumpur menuju ke Phuket, Thailand.

Di toko Duty Free Bandara KLIA, Colin dan istrinya sempat membeli sebotol vodka dan minuman beralkohol lainnya. Setelah tiba di Phuket, Thailand, saat istri Colin hendak membuang struk belanja tersebut, ternyata dia menyadari ada informasi penting yang tertulis di sana.

Dalam lembaran struk itu, selain tertulis nominal pembelanjaan, tertulis juga informasi penting berisi nama lengkap Colin, jenis kelamin, tanggal lahirnya, nomor passport hingga rute penerbangan yang dinaikinya.

Ini Pesawat Ramah Lingkungan Pertama yang Bakal Mengudara

Pesawat hibrida yang ramah lingkungan menjadi masa depan penerbangan. Maskapai di Hawaii akan menjadi yang pertama mengoperasikannya.

Melansir CNN, Rabu (21/8/2019), adalah Mokulele Airlines yang akan menerbangkan pesawat itu di sekitar Kepulauan Hawaii. Rencananya ada di akhir tahun ini.

Perusahaan pembuat pesawat Ampaire yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat telah mengumumkan hal itu. Mereka akan memulai pengujian pesawat yang sebagian mesinnya ditenagai oleh listrik.

Mungkin inilah langkah signifikan menuju penerbangan ramah lingkungan. Ampaire berharap untuk mengurangi emisi CO2 dan mengatasi biaya operasi yang tinggi.

Bernama Ampaire Electric EEL, merupakan pesawat Cessna 337 Skymaster yang dikonfigurasi ulang. Modifikasi itu memungkinkan pesawat dapat terbang dengan satu mesin konvensional dan satu motor listrik.

Di penerbangan awal, mitranya adalah dengan Mokulele yang berbasis di Hawaii. Diharapkan pesawat itu mendapatkan sertifikasi FAA pada 2021 agar memungkinkan masuk ke layanan komersial penuh.

CEO Ampaire Kevin Noerteker mengakui bahwa membangun pesawat listrik memang sangat mahal. Teknologi hibrida adalah cara yang lebih murah dan juga bisa memulai pengurangan emisi.

Modifikasi pesawat Cessna 337 adalah langkah pertama sebelum listrik sepenuhnya. Pesawat yang akan digarap adalah pesawat wisata yang dapat diisi hingga 19 penumpang.

Karena, saat ini belum ada kekuatan baterai dan mesin listrik yang matang. Maka, konsep pesawat zero karbon yang mampu menampung sembilan penumpang adalah fokus mereka.

Cessna 337 Skymaster adalah pesawat dengan enam tempat duduk yang telah beroperasi sejak awal 1960-an. Biasanya, pesawat ini dipakai maskapai kecil saja.

Di Paris Air Show tahun ini, Israel Eviation Aircraft mengatakan maskapai AS Cape Air akan menjadi pelanggan pertama untuk pesawat listriknya. Dijuluki Alice, mereka yakin memperoleh sertifikasi pada tahun 2021.

Sementara itu, perusahaan besar Airbus sedang mengerjakan proyek listrik hibrida E-Fan X. Bentuk pesawatnya seperti burung predator dengan mesin hibrida juga.

Gadis Banyuwangi Wakili Indonesia di Ajang Putri Pariwisata Internasional

Olivia Gunawan akan mewakili Indonesia di ajang putri pariwisata internasional di Myanmar. Seperti apa ya sosok dara asal Banyuwangi ini?

Putri asli Banyuwangi akan berlaga di kancah internasional. Adalah Olivia Gunawan, mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi yang terpilih mewakili Indonesia di ajang pemilihan Miss Tourism and Culture Universe 2019.

Acara ini akan digelar di Myanmar, 22-31 Agustus 2019 mendatang. Dalam ajang tersebut, Olivia akan bersaing dengan peserta dari 25 negara.

"Saya mohon dukungan doa dan semangat dari seluruh rakyat Indonesia, utamanya masyarakat Banyuwangi, agar saya mampu mempersembahkan yang terbaik dalam kompetisi pariwisata dan budaya tingkat dunia ini," ujar mahasiswi Fakultas Hukum Semester 7 ini kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Dia mengungkapkan, dirinya akan mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya pariwisata dan budaya Banyuwangi. Bahkan, putri dari Ketut Sudarmi dan Guntur Taufan ini secara khusus akan mempresentasikan Tari Gandrung Banyuwangi.

"Saya akan mengenalkan Tari Gandrung dalam ajang tersebut. Selain itu, national costume yang akan saya kenakan adalah kostum Sri Tanjung, yakni legenda seorang putri yang menjadi cikal bakal lahirnya Banyuwangi," tuturnya.

Tak ketinggalan, Olivia juga akan menjelaskan tentang pariwisata Banyuwangi.

"Banyuwangi punya beberapa destinasi yang sangat dikenal seperti Kawah Ijen dan surganya surfing, G-Land. Saya nanti akan promosikan tentang itu, " tuturnya.

Di bulan Maret 2019 lalu, Olivia mengikuti ajang Miss Model Indonesia di Jakarta dan dia berhasil menjadi jawara. Atas kemenangannya itu, Olivia ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam kontes Miss Tourism and Culture Universe 2019.

Sejumlah persiapan telah dilakukan gadis yang mengawali karir modelnya mulai dari nol dengan dukungan penuh kedua orang tuanya. Mulai dari berlatih public speaking, latihan menari, memperbanyak referensi tentang Banyuwangi, rajin berolahraga untuk menjaga kebugarannya, hingga persiapan mental.