Kamis, 02 Januari 2020

Ratu Bunga Tomohon 2019 Diharap Promosikan Pariwisata

Event Tomohon International Flower Festival 2019 menghadirkan nama Blessy Easter Sara Tangel sebagai Ratu Bunga Tomohon 2019. Blessy berhasil menyisihkan 15 finalis lainnya. Grand Final Pemilihan Ratu Bunga Tomohon 2019 digelar di Grand Linow Resto, Danau Linow, Tomohon, Jumat (9/8/2019) malam.

Wali Kota Tomohon, Jimmy Feidi Eman, berharap juara Ratu Bunga bisa menjadi duta pariwisata untuk Kota Tomohon.

"Kita berharap Ratu Bunga bisa memperkenalkan pariwisata Tomohon. Tidak hanya sekadar ajang adu gengsi yang kemudian menghilang. Ratu Bunga harus sejalan dengan semangat untuk memajukan sektor pariwisata Tomohon," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/9/2019).

Sejak awal, Blessy tampil sangat cantik dan elegan. Ia dan 15 finalis lainnya mengawali penampilan dengan berlenggak-lenggok menggunakan baju kebaya. Blessy Tangel yang bernomor urut 11, tampil dengan balutan busana warna merah.

Babak ini dilalui Blessy dengan mulus. Ia melaju ke babak 5 besar. Di babak ini, ke-5 finalis tampil dengan gaun malam. Mereka juga mendapatkan pertanyaan dari juri kehormatan, Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dengan penuh percaya diri, Blessy menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Inggris.

Berbekal kecantikan, kepintaran, serta pengetahuannya, Blessy kemudian dinobatkan sebagai juara. Mahkota disematkan Putri Pariwisata 2018 Gabriella Patricia Mandolang.

Walikota Jimmy menambahkan, Tomohon saat ini sedang membangun sektor pariwisata. Mulai dari pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, Tomohon dianugerahi dengan banyaknya destinasi, juga budaya.

"Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tomohon sangat serius menggarap sektor pariwisata. Kita pun mengajak stakeholder terkait untuk sama-sama membangun sektor ini. Dan Ratu Bunga kita harapkan menjadi bagian dari hal itu," harapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengatakan Tomohon sudah membuktikan diri mampu menggelar event yang berkualitas.

"Pemilihan Ratu Bunga dan Tomohon International Flower Festval membuktikan jika Tomohon siap menjadikan pariwisata sebagai sektor utama. Atraksi ini sangat menarik perhatian. Dan bisa dikemas dengan sangat baik. Tomohon memiliki modal yang bagus. Terlebih lagi mereka memiliki alam yang indah dan nyaman. Sangat layak dijuluki sebagai Kota Bunga," ujar Rizki.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar, Esthy Reko Astuty mengatakan rangkaian kegiatan di Tomohon International Flower Festival 2019 sangat semarak.

"Pelaksanaan TIFF tahun ini memang semarak. Karena agendanya sangat banyak. Sangat padat. Semuanya juga dikemas dengan sangat menarik. Seperti kontes pemilihan Ratu Bunga. Tomohon patut bangga memiliki generasi millennial yang sangat peduli dengan pariwisata daerah," papar Esthy yang menjadi juri Grand Final Ratu Bunga 2019.

Sementara itu, Arief Yahya mengatakan kontes Ratu Bunga membuat Tomohon International Flower Festival 2019 menjadi dekat dengan milenial.

"Hal yang membuat TIFF 2019 semakin dekat dengan milenial adalah Ratu Bunga. Dari event ini, para milenial akan semakin dekat dengan pariwisata. Dan itu yang dibutuhkan. Karena, milenial adalah generasi masa depan pariwisata. Inbound dari traveller millennial sangat tinggi. Makanya harus kita rangkul," pungkasnya.

Tradisi Unik Korsel, Makan Es Serut di Musim Dingin (2)

Tidak hanya toko yang menjual kosmetik, namun fashion dan barang-barang branded juga bisa Anda temukan disini. Yang membuat Hongdae menarik adalah di tengah-tengah pusat pertokoan atau sepanjang jalan utama kalian bisa menyaksikan hiburan street performance gratis. Mulai dari bernyayi dengan alat musik, akapela, breakdance atau bahkan hanya dance cover boyband.

Satu hal yang membuat saya terkesan adalah para penonton yang datang ikut heboh bernyanyi dan bertepuk tangan mengapresiasi setiap pertunjukan. Padahal yang tampil disini bukan artis terkenal namun mereka menikmati pertunjukan tersebut layaknya menonton konser. Kalian juga akan menemukan orang lokal lebih banyak daripada wisatawan asingnya. Jadi terasa seperti benar-benar liburan di negara orang.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, saya memutuskan untuk kembali ke hotel. Hongdae adalah tujuan terkahir kami di Korea Selatan, karena besok pagi kami harus ke bandara untuk kembali ke Indonesia. Saya lihat di dompet uang tunai tinggal sepuluh ribu won.

Kata orang sini, untuk kembali ke hotel saya bisa menggunakan taksi dan hanya dibutuhkan biaya tiga sampai lima ribu won. Saya rasa cukup dan langsung masuk ke dalam taksi menyebutkan nama hotel tempat kami menginap kepada supirnya.

Kurang lebih sudah 5 menit kami di dalam taksi tapi sepertinya jalanan yang ditunjukkan di GPS taksi belum menujukan hotel kami. Saya dan suami sudah mulai curiga jangan-jangan kami salah arah.

Berbekal dari tontonan drama korea setiap hari, kami mencoba berkomunikasi dengan bahasa korea seadanya. Menurut yang kami tangkap dari sang supir taxi bahwa, tujuan kami sudah benar. Tetapi kami tetap masih khawatir karena perjalanan tidak kunjung sampai dan uang kami pun hanya tinggal 10 ribu won.

Selain itu, kami tidak mengunakan simcard Korea kami hanya mengandalkan wifi gratis di tempat wisata. Sehingga, kami pun tidak bisa browsing ataupun menghubungi teman kami yang lain. Akhirnya saya dan suami bersikukuh untuk diantarkan ke daerah awal saja.

Supir taxi menunjukan kekesalannya kepada kami dengan menggunakan bahasa korea. Kami hanya bisa mengucapkan chongsanghamnida atau dalam bahasa Indonesianya kami meminta maaf.

Ternyata, ada dua hotel dengan nama yang sama. Awalnya supir taksi mengantarkan kami ke hotel yang berada jauh dari Hongdae. Namun, akhirnya kami berhasil sampai ke hotel tempat kami menginap walaupun sepanjang jalan mendengar omelan supir taksi.

Pengalaman ini benar-benar tidak bisa kami lupakan. Supaya kalian tidak tersesat, pastikan aktifkan akses internet di tempat tujuan. Selain itu, kalian harus membawa atau paling tidak menyiapkan uang tunai yang cukup di dompet. Kejadian ini juga sebagai pelajaran bagi kami jika bepergian ke luar negeri apalagi ke negara yang sebagian besar tidak berbahasa Inggris.

Pastikan kalian membawa kartu nama hotel jadi ketika tidak bisa berkomunikasi dengan orang lokal atau supir taksi. Kalian cukup menunjukkan kartu nama hotel tersebut.

Jikalau saya diberikan kesempatan untuk mengunjungi Kota Dubai, saya yakin tidak akan terlantar dan dimarahi supir taksi karena pihak detiktravel tidak akan membiarkan kami terlantar di negeri orang. Kami pasti akan dibawa ke tempat-tempat spesial di Dubai. Saya ingin sekali mengunjungi Dubai karena saya tertarik dengan salah satu kota termegah di dunia ini.

Saya kagum dengan keberadaan padang pasir di tengah gedung-gedung pencakar langit. Saya juga kagum dengan semua arsitektur yang mutakhir dan bisa berdampingan dengan bangunan bangunan di masa lalu. Saya ingin sekali mengunjungi Dubai Museum untuk menapaki jejak sejarah kota ini.

Belum ke Dubai jika belum ke Burj Khalifa, Palm Jumeirah, dan Dubai Amazing Garden. Saya ingin makan shawarma sambil menikmati sunset di pantai dekat Burj Al Arab. Tak lupa juga saya ingin menjajal transportasi termewah yang ada di Dubai. Kapan lagi merasakan jadi miliyarder di Dubai? Semoga saya diberikan kesempatan untuk mengunjungi kota penghasil minyak terbesar ini.