Jumat, 17 Januari 2020

Boneka-boneka Koleksi Museum Wayang, Lucu atau Seram?

Meski ada banyak boneka, tetapi ini bukanlah di Istana Boneka, melainkan di dalam Museum Wayang. Ternyata, ada beberapa boneka yang jadi koleksi Museum Wayang.

Banyak museum menarik yang bisa dikunjungi di kawasan Kota Tua Jakarta. Salah satu yang paling menarik dikunjungi adalah Museum Wayang.

Museum Wayang menyimpan beraneka kisah sejarah yang panjang, mulai dari lokasinya yang pernah menjadi gereja dan makam para tokoh Belanda, seperti J.P.Coen, sampai deretan kisah wayang yang disajikan secara apik di museum ini.

Namun yang membuat saya tertarik, ternyata di Museum Wayang, kita bisa menemukan berbagai hal menarik selain wayang, yaitu boneka. Terdapat beraneka macam boneka dari berbagai negara yang menjadi koleksi museum ini.

Pada umumnya boneka yang berasal dari luar negeri berasal dari negara-negara sahabat dan menunjukkan kekhasan dari negara asalnya. Mulai dari pakaian nasional, sampai wajah boneka itu sendiri. Hanya saja, boneka yang ada di museum ini, agak jauh dari kesan imut, lucu dan menggemaskan.

Namun demikian bisa saja hal ini karena menjadi ciri khas dari boneka yang ada di museum ini. Boneka yang berada di museum ini ada yang berasal dari negara-negara Eropa seperti Rusia dan Polandia dan negara-negara kawasan Asia seperti Thailand dan Vietnam.

Untuk menambah wawasan, tidak ada salahnya mengajak si kecil pada saat liburan atau akhir pekan ke museum ini, sambil bermain sekaligus menambah pengetahuan tentang budaya dari Indonesia.

Gua yang Indah di Kampung Halaman SBY

Kampung Halaman SBY di Pacitan menyimpan pesona wisata yang sayang dilewatkan. Gua Gong yang indah dijamin akan mempesona traveler yang datang liburan ke sana.

Dinobatkan sebagai Kota 1001 Gua, rasanya memang layak diberikan kepada Pacitan. Memiliki banyak gua indah, Pacitan selalu jadi incaran ketika libur panjang tiba. Beruntung bagi saya bisa mengunjungi salah satu Guanya yang paling terkenal akan keindahannya, ya apalagi kalau bukan Gua Gong.

Gua Gong berada di Dusun Pule, desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Akses menuju lokasi sudah sangat mudah. Andaikan nyasarpun, tinggal bertanya saja pada warga sekitar, maka pasti akan diberitahu secara rinci. Karena objek wisata ini adalah wisata kebanggaan warga Pacitan.

Bersama rombongan yang menaiki minibus, kami harus berjalan dari tempat parkir menuju pintu masuk Gua. Jaraknya cukup jauh, lumayan seperti olahraga ringan. Setelah membayar tiket sebesar 10 ribu rupiah per orang, maka kamipun menyusuri jembatan di tengah hutan jati yang tak terlalu luas namun terasa sangat sejuk. Tak mau rugi, rombongan pun sejenak berhenti, untuk mengabadikannya. Tak lama kamipun tiba di mulut Gua Gong.

Rombongan kami diminta menunggu di luar sejenak, karena masih ada banyak orang di dalam. Saya sempat berpikir setelah melihat pintu masuk Gua yang kecil, mungkin karena Gua Gong ini kecil, maka tidak bisa menampung banyak orang. Tapi ternyata dugaan saya salah.

Setelah diijinkan masuk barulah saya tahu, ternyata Gua Gong sangat luas. Tidak boleh banyak orang di dalam karena jumlah Oksigen yang terbatas di dalam. Maka untuk kenyamanan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung yang ada di dalam untuk satu rentang waktu.

Sebenarnya disediakan kipas angin di beberapa titik oleh pihak pengelola, namun karena luasnya Gua dan banyaknya pengunjung, maka tetap akan terasa pengap di dalam.

Namun hal tersebut tidak mengurangi kekaguman saya akan keindahan Gua Gong. Terlebih dengan pantulan kerap kerlip cahaya lampu, yang membentuk ilusi warna staglaktit dan staglagmit menjadi warna merah, hijau, kuning atau ungu tergantung warna lampu yang sedang menyorotnya. Ah indah sekali.

Oiya, selain kipas angin dan lampu, sudah dibangun juga tangga untuk memudahkan pengunjung dalam menelusuri gua. Jadi jangan kaget ya melihat Gua yang terlihat cukup modern.

Gua Gong katanya ditemukannya oleh dua warga yang sedang mencari sumber mata air dan akhirnya tersebar ke seantero desa sekitar. Nama Gua Gong sendiri diambil dari bunyi bebatuan di dalam Gua yang terdengar seperti bunyi gong apabila dipukul.

Menyusuri Gua Gong, membuat saya heran dan kagum akan ciptaan Tuhan. Terlebih hal ini disajikan di dalam sebuah Gua, ah sungguh indah sekali. Sayang karena banyaknya pengunjung kami harus segera beranjak untuk bergantian dengan pengunjung yang baru datang.

Kamis, 16 Januari 2020

Baru, Ada Asuransi Penjamin Pengajuan Visa ke Luar Negeri

Mengajukan visa untuk berwisata ke luar negeri, kadang jadi momen mendebarkan. Tetapi, traveler bisa mengantisipasinya dengan membeli produk asuransi untuk menjamin visa.

Biasanya, asuransi diberikan untuk perjalanan ke luar negeri dalam rangka melindungi traveling dari hal yang tidak diinginkan. Tetapi, sejumlah negara memberikan kriteria pengajuan visa untuk dapat masuk ke wilayahnya. Kadang, ini momen yang bikin deg-degan traveler lho. Sudah mengajukan dan keluar biaya banyak, malah buntung karena visa ditolak.

Perusahaan broker asuransi Futuready pun mengeluarkan produk teranyar ini bernama Visa Refund Insurance. Hal ini, didasari oleh pergerakan turis Indonesia yang aktif berkunjung ke luar negeri. Data Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia yang berwisata ke luar negeri pada bulan Januari-Maret 2019 mengalami pertumbuhan mencapai 8 persen.

"Saat ini, di Indonesia belum ada asuransi yang bisa melindungi pengajuan visa ke sejumlah negara. Hal ini yang mendasari kita untuk membantu masyarakat yang takut untuk mengajukan visa namun tidak terima sehingga bisa mendapatkan perlindungan," ujar Gretel Griselda, Head of Channel Futuready saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019).

Gretel menambahkan, bahwa pengajuan asuransi pun lebih aman dan mudah. Hal ini juga membantu mengurangi kekhawatiran para traveler yang ingin mengajukan perizinan atau visa.

"Produk Visa Refund Insurance dapat menjamin biaya visa dan service fee. Total cover adalah 90 persen dari pembuatan visa dan fee dari setiap agen resmi dari kedutaan besar," tambahnya

Tambah Gretel, hal ini juga membantu sejumlah orang yang berpotensi mendapatkan visa namun dalam satu dan lain hal tidak bisa pergi karena tidak lolos persyaratan.

"Karena banyak orang yang bisa apply tapi takut mengajukan karena visa ditolak. Banyak saja yang dokumennya lengkap tetap tapi ditolak pihak kedutaan, yang seperti ini ingin kita bantu," paparnya.

Untuk produk visa, dijual seharga Rp 70 ribu. Produk Visa Refund Insurance pun sudah mulai dijual di beberapa agen perjalanan dan website resmi Futuready.

10 Fakta dan Sejarah Menara Eiffel yang Perlu Diketahui

Menara Eiffel atau yang biasa disebut oleh orang Prancis dengan nama La Tour Eiffel merupakan salah satu bangunan yang paling terkenal di seluruh dunia. Tidak mengherankan jika menara ini menjadi ikon dan simbol kota Paris.

Rupanya, dibalik menara megah nan menjulang ini ada 10 fakta dan sejarah yang menarik. Berikut adalah fakta dan sejarah singkat seperti yang dirangkum detikTravel dari berbagai sumber.

1. Seharusnya Hanya Berdiri Selama 20 Tahun

Menara Eiffel dirancang dan dibangun oleh perusahaan milik Gustave Eiffel, Compagnie des Établissements Eiffel. Menara ini dibangun untuk menjadi pusat perhatian saat event 1889 World's Fair di Paris.

Menara ini seharusnya dirubuhkan pada tahun 1909 atau 20 tahun setelah berdiri. Tetapi karena menara ini memiliki antena radio yang berguna, pemerintah Paris mengurungkan niatnya untuk membongkar Menara Eiffel.

2. Pernah "Dijual" oleh Penipu

Menara ini sempat "dijual" oleh penipu bernama Victor Lustig kepada dealer besi tua. Setelah membaca artikel tentang biaya pemeliharaan menara Eiffel yang terlalu tinggi, Lustig pun membuat dokumen palsu dan menipu dealer besi tua untuk memberikannya uang dalam jumlah banyak.

3. Sempat Menjadi Bangunan Tertinggi di Dunia

Dengan ketinggian mencapai 300 meter, Menara Eiffel sempat memegang gelar bangunan tertingi di dunia selama empat dekade. Rekornya ini kemudian dipatahkan oleh Chrysler Building di New York yang pembangunannya selesai pada tahun 1930.

4. "Sepupu" dari Patung Liberty

Ketika perancang interior Patung Liberty meninggal secara tiba-tiba pada tahun 1879, Gustave Eiffel pun dipekerjakan sebagai penggantinya. Ia kemudian merancang sistem rangka penopang Patung Liberty.