Minggu, 19 Januari 2020

Libur Lebaran, Tempat Wisata di Magelang Ini Dikunjungi 51 Ribu Orang

Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang ramai wisatawan selama Libur Lebaran. Ada 51.928 kunjungan di sana.

Direktur Taman Kyai Langgeng, Edy Susanto mengatakan, selama libur Lebaran kemarin jumlah pengunjung di Taman Kyai Langgeng mencapi 51.928 pengunjung. Sedangkan untuk pengunjung pada masa libur Lebaran tahun 2018 sebanyak 50.408 pengunjung. Adapun paket libur Lebaran dari 5 Juni-16 Juni 2019.

"Pengunjung Lebaran kalau kita dibandingkan dengan tahun 2018 sebetulnya bagus 2019, tetapi tidak maksimal. Kemarin 2018 ada 50.408, sekarang 51.928 lebih banyak 2019, tapi saya belum puas," kata Edy saat ditemui di kantornya Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Jumat (21/6/2019).

Sedianya dalam libur Lebaran kemarin, kata dia, sebenarnya menargetkan 60.000 pengunjung. Untuk saat ini, setelah Lebaran masih ada libur sekolah.

"Jadi ternyata kalau mau jujur saya tidak puas karena sebetulnya saya menargetkan 60.000 pengunjung, tapi kita cuma bergeser, biasanya habis paket Lebaran sepi, sekarang ramai terus karena libur sekolah," tuturnya.

Adapun dalam paket libur Lebaran kemarin tiket masuk sebesar Rp35.000 dengan masuk 10 wahana free. Kemudian, untuk hari biasa Senin hingga Jumat tiket masuk sebesar Rp24.000 dengan 10 wahana free. Sedangkan khusus hari Sabtu dan Minggu sebesar Rp 30.000.

Sekadar diketahui untuk Taman Kyai Langgeng ini cocok untuk wisata bagi keluarga dan wisata edukasi bagi anak-anak pelajar. Di kawasan ini terdapat beberapa wahana wisata serta ada 130 spesies tanaman. Bahkan terdapat beberapa tanaman langka terdapat di Taman Kyai Langgeng seperti mentaok, lerak, apel bludru, sawo ijo, keben, mojo dan lain-lainnya.

Memandang Pantai Cantik dari Atas Bukit Watugupit

Yogyakarta punya pemandangan alam yang luar biasa. Salah satunya adalah Bukit Paralayang Watugupit dengan pemandangan pantai selatan yang indah.
Pantai memang memiliki pesona tersendiri. Banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk menikmati suasananya yang khas seperti pasir, ombak dan pepohonan di tepiannya. Selain menikmati keindahannya dari dekat, memandang pantai dari kejauhan juga bisa begitu mengasyikan.

Bukit Paralayang Watugupit saat sore menjelang malam, mulai ramai dengan pengunjung terutama kaum muda. Mereka datang dengan sepeda motor maupun mobil. Jalan menuju ke tempat ini yang agak curam dan menanjak serta sempit tidak menyurutkan niat mereka untuk datang.

Pesona Watugupit memang makin terkenal , kawasan yang dulunya hanya digunakan untuk kegiatan paralayang kini telah menjadi salah satu lokasi wisata yang cukup digemari. Letaknya di ketinggian dengan pemandangan laut terbentang luas menjadi daya tarik tersendiri.

Cara menuju lokasi ini tidak sulit, dari arah Pantai Parangtritis pengunjung tinggal melanjutkan perjalanan mengikuti arah penunjuk jalan , hanya jalan aspal yang mula-mula lebar kemudian akan menyempit dan lebih menanjak. Sesampainya di lokasi terdapat tempat parkir yang cukup luas.Setelah membeli tiket , pengunjung bisa menuju bukit dengan menaiki anak tangga yang sudah dibuat permanen.

Di sekitarnya terdapat warung-warung dan juga bangku-bangku kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga bangku-bangku tersebut langsung menghadap lautan lepas ,tentu saja dengan pemandangan yang sangat indah.Ada beberapa papan peringatan agar pengunjung berhati-hati di tempat ini, mengingat lokasinya yang berada di tebing supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih saat berfoto.

Untuk menikmati pemandangan dari puncak bukit , terdapat tangga yang mengarah ke atas. sesampainya di puncak pengunjung akan menemukan tempat terbuka yang sudah di paving dan dari sini pemandangan ke arah laut selatan begitu jelas. Saat matahari tenggelam , sunrise yang nampak di sini begitu cantik, sayang saya tak dapat menyaksikan karena ketika datang ke tempat ini saat siang hari.

Gunung Poppa, Tempat Para Dewa Bertahta di Myanmar (2)

Dalam perjalanan menuju puncak kami juga mengujungi beberapa kuil untuk nat disana kami melihat Nat-Nat mengenakan pakaian adat Myanmar sayang kami tidak bisa mengetahui nama-nama Nat tersebu.Meski ada keterangan namun tertulis dalam Bahasa Myanmar sehingga kami tidak mengetahui untuk nat siapakah ruang pemujaan ini dibangun.dalam ruang pemujaan ada khusus untuk satu nat ada juga beberapa nat dalam satu ruangan selain patung nat kami juga melihat patung-patung budha disini.

Saat mengunjungi ruang pemujaan kami bertemu umat yang sedang berdoa.selesai berdoa mereka memberikan persembahan berupa uang kertas yang dilipat ke patung nat tersebut.uang kertas tersebut ada yang diletakkan dalam keranjang kayu berisi persembahan untuk nat yang berisi buah kelapa hijau serta setandan pisang hijau ada juga yang diletakkan di sela-sela jari patung budha atau nat tersebut bahkan di tempat bunga yang terletak dekat patung uang-uang kertas tersebut juga ada bisa dikatakan hampir disekitar patung budha maupun nat di gunung poppa penuh dengan uang baik mata uang kyat, yuan, bahkan USD juga ada.kotak-kotak kaca tempat menaruh sumbangan juga penuh dengan uang kertas bahkan hinga tempat tidur penjaga tempat pemujaan itupun penuh uang.

Dipuncak teratas terdapat biara Budha dan pagoda berwarna kuning keemasan berdiri dengan anggun di tempat ini kita dapat melihat seluruh wilayah gunung poppa. Pagoda yang ada disini memiliki pagoda-pagoda yang lebih kecil yang berdiri disekitarnya.banyak wisatawan yang sekedar duduk-duduk atau bersandar di pagar besi yang membatasi kawasan ini.dari tempat ini ada beberapa tangga turun kebawah namun lebih baik bila kita turun mengikuti jalan kita naik tadi karena lebih aman dibanding jalan turun lainya.

Dari Gunung Poppa kami menuju Kota Tua Bagan yang merupakan obyek wisata paling populer dimana terdapat ribuan candid an pagoda yang dibangun di masa Kerajaan Bagan.bial ingin mengunjungi seluruh candid an pagoda di Kota Tua bagan tentunya akan membutuhkan waktu berhari-hari. Dari Gunung Poppa menuju Kota Tua Bagan kami menempuh perjalanan selama 1,5 jam kami tiba di kota tua bagan

Sebagai tempat suci bersemayamnya nat ada banyak nat yang dipuja disini.namun figur nat yang paling dipuja disini adalah Me Wunna dan putranya Min Gyi dan Min Lay, Suami Me Wunna Byatta serta Mahagiri Nats dikenal juga sebagai Thagyamin yang merupakan raja seluruh Nat. Di gunung poppa kita akan menemukan patung dan kuil yang didedikasikan untuk nat-nat tersebut.

Bagi pengunjung yang datang ke mount poppa dilarang mengenakan pakaian berwarna merah,hitam maupun hijau dan membawa daging karena hal tersebut dianggap melawan nat dan dapat membawa petaka bila dilanggar

Setiap tahun terdapat festival di gunung poppa dimana warga myanmar beramai-ramai datang dan memberikan persembahan kepada nat.di gunung poppa dalam setahun akan ada 2 festival untuk nat festival pertama diadakan pada bulan purnama di bulan nayon(kalender Myanmar) yang bila di sesuaikan dengan kalender barat jatuh di bulan mei atau juni sedang festival kedua berlangsung saat bulan purnama di bulan nadaw (kalender Myanmar) atau di bulan November atau desember.selain festival ini terdapat juga festival menghormati nat namun skalanya lebih kecil seperti festival saat bulan purnama di bulan wagaung (kalender Myanmar) atau bulan juli atau agustus di kalender barat dan tagu di bulan maret atau april yang merayakan keberangkatan Min Gyi dan Min Lay.