Jumat, 01 Mei 2020

Antioksidan Bisa Jaga Sistem Imun Tubuh Juga Lho

Saat ini hampir semua orang membicarakan bagaimana menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari berbagai virus termasuk virus Corona (Covid-19). Selain mengatur pola makan dan nutrisi, menjaga kebersihan, dan istirahat yang cukup, Anda perlu menambahkan menu antioksidan dalam keseharian Anda.
Ya, antioksidan bukan hanya untuk wajah lho! Antioksidan juga berperan melindungi organ tubuh dari serangan radikal bebas yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh. Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, sebenarnya tubuh kita memiliki kemampuan untuk menghasilkan antioksidan sendiri dan mengatasi radikal bebas. Salah satu antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh di antaranya adalah gluthathione.

"Gluthatione ini dapat menetralisir radikal bebas menjadi bentuk yang tidak berbahaya bagi tubuh, sebelum akhirnya radikal bebas itu dikeluarkan oleh tubuh melalui sistem detoksifikasi," ujar dr Adeline kepada detikHealth, Senin (30/3/2020).

dr Adeline menambahkan, antioksidan bekerja dengan memberikan elektron ke radikal bebas sehingga elektron ekstra menstabilkannya. Efeknya terhadap tubuh kita adalah terjadi pencegahan terhadap kerusakan lebih lanjut pada sel-sel.

Dua antioksidan yang paling terkenal adalah vitamin C dan E. Ini bisa didapatkan dari buah-buahan maupun dari suplemen yang berfungsi memperlambat atau menghentikan proses yang kerusakan sel-sel dalam tubuh.

"Antioksidan adalah salah satu solusi mengatasi tingginya radikal bebas yang muncul pada tubuh seseorang. Banyak ditemui pada berbagai jenis makanan, antioksidan juga diproduksi dalam bentuk suplemen," tambahnya.

Selain antioksidan tersebut, lanjut dr Adeline, vitamin D juga memiliki peranan dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menggunakan vitamin D untuk mendukung kinerja sel T yang berfungsi sebagai garis depan pertahanan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus. Apabila vitamin D dalam tubuh tidak optimal untuk mencukupi kebutuhan sistem metabolisme tubuh akan memudahkan tubuh terjangkit virus.

"Oleh karena itu dianjurkan untuk konsumsi makanan bergizi, juga berjemur di bawah matahari kini dilakukan untuk mendapatkan Vitamin D secara alami. Cukup terpapar sinar matahari UVB yang didapatkan saat berjemur pada pukul 10.00-11.00 WIB hingga 14.00-15.00 WIB," ujar dr Adeline.

Maka dapat disimpulkan pentingnya antioksidan saat ini yaitu melawan radikal bebas hasil pertarungan sel darah putih saat melawan virus atau infeksi, sehingga meminimalisir efek negatif pada sel tubuh kita. Juga karena produksi sel darah putih meningkat dengan paparan sinar matahari sehingga semakin kuat dalam mengantisipasi penyakit dan mempertahankan tubuh terhadap infeksi.

Rutin mengonsumsi makanan kaya antioksidan dapat mengurangi risiko terkena dampak buruk radikal bebas maupun infeksi virus. Salah satunya didapat dari ekstrak zaitun. Susu Entrasol mengandung hytolive atau ekstrak zaitun yang berfungsi sebagai antioksidan yang diperoleh alami untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan proteksi dari virus.

4 Alasan Mengapa Seseorang Bisa Terobsesi Pada Seks

Pernahkah kamu berpikir mengapa banyak orang yang penasaran dengan seks? Atau mungkin kamu merupakan salah satu dari mereka yang penasaran dengan hubungan seks.
Bahkan beberapa orang sudah menjadikan seks sebagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah 4 alasan mengapa seseorang bisa terobsesi terhadap seks, seperti dikutip dari Boldsky.

1. Kurangnya edukasi seks
Meskipun kita pernah mempelajari tentang organ reproduksi sewaktu sekolah. Tetapi sebagian dari kita mungkin selalu ditanamkan sejak kecil bahwa berbicara atau membahas tentang seks adalah hal yang tabu dan tidak sopan. Kurangnya pemahaman tentang seks bisa membuat orang-orang menjadi penasaran.

2. Penasaran
Ini adalah hal yang umum terjadi pada remaja, ketika mereka mencoba mencari tahu segala hal tentang seks. Bahkan beberapa orang meyakini pengalaman hubungan seksual bisa meningkatkan status sosialnya dalam pergaulan.

3. Larangan edukasi seks
Saat remaja, tingkat hormon sedang mencapai masa puncaknya. Rasa ingin tahu yang tinggi akan menjadi berbahaya bila tak diberikan edukasi yang baik terutama tentang hal seksual.

Jadi dalam mendidik anak tentang seks yang benar dapat membantu mereka untuk mengontrol rasa penasarannya.

4. Tersedia di internet
Karena rasa penasaran yang tinggi, sebagian orang akhirnya mencari tahu sendiri melalui mesin pencarian google di internet.

Begitu banyak informasi tentang hal seksual yang tak tersaring justru akan berakibat bahaya bagi anak. Maka dari itu pentingnya memberikan edukasi seks kepada anak oleh para orang tua untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Antioksidan Bisa Jaga Sistem Imun Tubuh Juga Lho

Saat ini hampir semua orang membicarakan bagaimana menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari berbagai virus termasuk virus Corona (Covid-19). Selain mengatur pola makan dan nutrisi, menjaga kebersihan, dan istirahat yang cukup, Anda perlu menambahkan menu antioksidan dalam keseharian Anda.
Ya, antioksidan bukan hanya untuk wajah lho! Antioksidan juga berperan melindungi organ tubuh dari serangan radikal bebas yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh. Menurut Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita, sebenarnya tubuh kita memiliki kemampuan untuk menghasilkan antioksidan sendiri dan mengatasi radikal bebas. Salah satu antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh di antaranya adalah gluthathione.

"Gluthatione ini dapat menetralisir radikal bebas menjadi bentuk yang tidak berbahaya bagi tubuh, sebelum akhirnya radikal bebas itu dikeluarkan oleh tubuh melalui sistem detoksifikasi," ujar dr Adeline kepada detikHealth, Senin (30/3/2020).

dr Adeline menambahkan, antioksidan bekerja dengan memberikan elektron ke radikal bebas sehingga elektron ekstra menstabilkannya. Efeknya terhadap tubuh kita adalah terjadi pencegahan terhadap kerusakan lebih lanjut pada sel-sel.

Dua antioksidan yang paling terkenal adalah vitamin C dan E. Ini bisa didapatkan dari buah-buahan maupun dari suplemen yang berfungsi memperlambat atau menghentikan proses yang kerusakan sel-sel dalam tubuh.

"Antioksidan adalah salah satu solusi mengatasi tingginya radikal bebas yang muncul pada tubuh seseorang. Banyak ditemui pada berbagai jenis makanan, antioksidan juga diproduksi dalam bentuk suplemen," tambahnya.

Selain antioksidan tersebut, lanjut dr Adeline, vitamin D juga memiliki peranan dalam sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan menggunakan vitamin D untuk mendukung kinerja sel T yang berfungsi sebagai garis depan pertahanan melawan penyakit yang disebabkan oleh virus. Apabila vitamin D dalam tubuh tidak optimal untuk mencukupi kebutuhan sistem metabolisme tubuh akan memudahkan tubuh terjangkit virus.