Jumat, 01 Mei 2020

Cemas Menghantui, Ini 5 Tips Jaga Kesehatan Jiwa di Tengah Pandemi Corona

 Pandemi virus Corona COVID-19 kerap membuat kita takut, cemas bahkan stres sehingga perlu untuk menjaga kesehatan mental yang baik agar mampu menghadapi situasi ini.
Psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Lahargo Kembaren, SpKJ memberikan tips mengelola kesehatan jiwa di tengah wabah virus Corona. Apa saja?

"Salah satunya membatasi info berlebihan, terhadap berita yang mungkin belum diketahui kebenarannya. Ambil jarak sejenak dari info tersebut baik untuk kesehatan jiwa kita," kata dr Lahargo dalam konferensi pers daring di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Berikut 5 tips menjaga kesehatan mental di tengah pandemi Corona menurut dr Lahargo:

1. Membatasi informasi yang berlebihan
Membatasi informasi yang berlebihan terhadap berita-berita yang mungkin belum diketahui kebenarannya. Karena kecemasan, kekhawatiran itu bisa muncul akibat terlalu banyaknya kita menonton, membaca informasi yang berlebihan.

2. Memilah informasi
Penting untuk mendapatkan informasi yang akurat dari sumber yang terpercaya agar kita melakukan pencegahan dan melakukan penanganan sesuai dengan yang dianjurkan.

Membaca sumber dari sumber yang keliru akan membuat kita menjadi lebih cemas, lebih khawatir, dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa.

3. Melakukan hal positif
Kita juga perlu mengatasi berbagai kondisi perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal-hal yang positif. Hindarilah merokok, minum alkohol, atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman.

Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Apabila kita merasakan stres, perasaan yang tidak enak, segeralah berkonsultasi ke profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, perawat jiwa, psikolog. Semua itu dapat membantu kita untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat.

4. Atasi emosi
Kita juga perlu mengatasi berbagai emosi yang kita rasakan sekarang ini dengan berbagai keterampilan yang bisa kita lakukan.

Seperti melakukan relaksasi dengan menarik napas dalam, atau teknik yang disebut progressive muscle relaxation dan juga mindfulness. Keterampilan-keterampilan mengatasi emosi bisa kita kita gunakan di waktu sekarang ini yang akan membuat perasaan tidak nyaman akan kembali membaik.

5. Mencari Pertolongan profesional
Psikiater Indonesia siap memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial karena wabah virus Corona COVID-19. Dengan menyediakan periksa dan konsultasi secara online.

Masyarakat bisa menghubungi di www.pdskji.org, konsultasi online ini bisa mengetahui seperti apa kondisi kesehatan jiwa masyarakat. Apakah mengalami suatu depresi, cemas, atau trauma psikologis.

"Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jangan ragu-ragu berkonsultasi dengan profesional apabila dibutuhkan," pungkasnya.

Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin Dinyatakan Positif Virus Corona

Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Ia mengonfirmasi hasil tes virus Corona COVID-19 lewat konferensi video dengan Presiden Vlamidri Putin. Mishustin mengatakan dirinya tengah mengkarantina diri.
"Baru diketahui bahwa tes virus Corona yang saya lakukan dinyatakan psotif, jadi saya harus mematuhi aturan isolasi diri dan itu wajib untuk keselamatan rekan-rekan saya," katanya, dikutip dari AFP pada Jumat (1/5/2020).

"Saya rasa apa yang dialami oleh Mishustin juga bisa terjadi pada semua orang," respons Putin dari hasil tes positif Mishustin.

Sebelumnya, Mishustin diketahui menghadiri pertemuan dengan dewan koordinasi pemerintah Rusia untuk mengatasi penyebaran virus Corona COVID-19 pada Rabu (29/4/2020). Selain Mishustin, pimpinan negara di dunia yang juga terinfeksi virus Corona adalah PM Inggris Boris Johnson dan Pangeran Charles yang dinyatakan positif pada Maret lalu.

Berdasarkan laporan worldometers pada Jumat (1/5/2020) total kasus positif Corona di Rusia sebanyak 106.498. Sementara 1.073 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, dan 11.619 dilaporkan sembuh.

Kamis, 30 April 2020

Uji Coba pada Monyet Sukses, Vaksin Corona Buatan Inggris Siap Diproduksi Massal

 Vaksin COVID-19 diprediksi dapat diproduksi lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Para peneliti di Universitas Oxford mengatakan vaksin yang mereka ciptakan menunjukkan efek positif dan jutaan dosis dapat tersedia pada September mendatang.
Tim peneliti yang juga tergabung dalam Jenner Institute mengatakan vaksin tersebut telah terbukti tidak berbahaya bagi manusia dalam pengujian pada virus yang serupa dengan COVID-19 dalam setahun terakhir. Hal ini menempatkan mereka beberapa langkah di depan dalam hal penelitian vaksin yang juga berlangsung di seluruh dunia.

Vaksin ini terdiri dari versi lemah dari virus flu biasa yang disebut adenovirus yang menyebabkan infeksi pada simpanse. Tetapi virus telah diubah secara genetis untuk membuatnya tidak bisa menginfeksi manusia. Kemudian, mereka menggabungkan adenovirus yang dilemahkan dengan gen yang mengkode protein virus Corona atau ACE2, yang digunakan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia.

Saat sebagian besar peneliti memulai dengan uji klinis kelompok kecil, Tim Oxford telah diberi wewenang untuk melakukan uji coba Fase II dan Fase III gabungan pada bulan Mei dengan 6.000 relawan untuk membuktikan keefektifan dan keamanan vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan.

Tes pada bulan Maret yang dilakukan Rocky Mountain Laboratory National Institutes of Health di Montana memberikan bukti baru bahwa vaksin Oxford bekerja melawan COVID-19. Enam monyet kera rhesus yang menerima dosis tunggal dapat menghindari infeksi bahkan setelah terpapar virus dalam jumlah besar.

"Rhesus monyet sangat mirip dengan yang dimiliki manusia," sebut Vincent Munster, peneliti yang melakukan uji coba tersebut dikutip dari Medical Daily.

Para peneliti berharap vaksin coronavirus hanya menyebabkan efek samping sementara seperti sakit lengan, sakit kepala dan demam. Jika percobaan Oxford gagal, penelitian ini masih akan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap upaya global untuk menemukan vaksin yang efektif untuk COVID-19.

Waspada, Maag Berkelanjutan Bisa Sebabkan 5 Penyakit Berbahaya Ini

Salah satu permasalahan yang kerap muncul pada bulan Ramadhan adalah sakit maag. Anda tidak boleh mengabaikan sakit maag karena jika sakit maag dibiarkan terus menerus, maka akan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
Menurut Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi, penyakit fatal bisa terjadi jika maag tidak ditangani dengan baik. Sebab gejala maag dapat juga merupakan gejala dari suatu penyakit yang serius.

"Untuk sakit maag organik, harus konsultasi dengan dokter dulu sebelum puasa, untuk memastikan kondisi lambung dan kesehatan secara keseluruhan, apakah dia bisa atau tidak, karena jika dipaksakan akibatnya bisa lebih parah," ujar dr Helmin kepada detikHealth, Kamis (30/4/2020).

Jika Anda menderita maag, segera hubungi dokter agar Anda dapat mendiskusikan gejala dan pilihan perawatan Anda. Hal ini sangat penting mengingat maag tanpa pengobatan dapat menyebabkan hal-hal berikut seperti dikutip dari Healthline:

Pendarahan

Maag berkepanjangan yang tak segera diobati bisa menyebabkan pendarahan pada ulkus lambung. Hal ini tidak hanya berbahaya, melainkan bahkan bisa mengancam jiwa.

Penetrasi

Apabila tidak segera diobati, maag yang berkepanjangan bisa saja membuat ulkus menembus dinding saluran pencernaan dan masuk ke organ lain, salah satunya seperti pankreas.

Perforasi

Maag yang tidak segera ditangani juga bisa menyebabkan lubang pada dinding saluran pencernaan. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan bahkan menyebabkan gejala pada organ tubuh lain.

Obstruksi

Maag yang tidak segera ditangani juga bisa saja menyebabkan obstruksi atau penyumbatan pada saluran pencernaan. Biasanya hal ini disebabkan karena pembengkakan jaringan yang meradang.

Kanker Lambung

Infeksi bakteri H. pylori dari gejala maag merupakan penyebab utama kanker lambung. Risiko lain yang menyebabkan risiko kanker lambung menjadi lebih tinggi antara lain usia tua, jenis kelamin laki-laki, diet tinggi makanan asin, merokok, serta anemia.

Bagi penderita maag yang berpuasa selama Ramadhan, dr Helmin menganjurkan untuk makan sebanyak 30% dari kebutuhan makan sehat. Terdiri dari sumber karbohidrat kompleks, protein, dan lemak pada saat sahur.