Sabtu, 02 Mei 2020

NASA Akan Gratiskan Lisensi Desain Ventilatornya

Salah satu bagian dari peralatan medis yang saat ini paling dibutuhkan di masa pandemi COVID-19 adalah ventilator sebuah alat bantu pernapasan. Kabar baiknya, NASA telah memberikan lisensi desain ventilator secara gratis.
Ini artinya perusahaan dapat mulai memproduksinya tanpa harus membuang waktu atau sumber daya untuk meneliti desain ventilator. Sehingga dapat cepat memenuhi pasokan ventilator yang dibutuhkan rumah sakit.

Dilansir detiKINET dari Ubergizmo para engineer dari Jet Propulsion Lab NASA telah berkumpul untuk membantu menciptakan desain ventilator yang telah diselesaikan dalam waktu singkat yakni 37 hari saja.

Ventilator ini dinamai VITAL ( (Ventilator Intervention Technology Accessible Locally) desainnya telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) yang artinya perusahaan dapat mulai memproduksinya dan memberikannya ke rumah sakit.

"Sekarang kami memiliki desain, kami bekerja untuk menyerahkan tongkat estafet kepada komunitas medis, dan pada akhirnya pasien, secepat mungkin. Untuk itu, kami menawarkan desain untuk lisensi bebas royalti selama pandemi. " ujar Fren Farina, Kepala Inovasi dan Kemitraan Korporat di Caltech.

Vital telah sukses diuji pada simulator pasien manusia dengan ketepatan tinggi di Fakultas Kedokteran Ichan di Gunung Sinai. Menurut NASA salah satu manfaat dari desain ini adalah menggunakan bagian yang lebih sedikit dibandingkan dengan ventilator tradisional dan dapat juga dimodifikasi untuk digunakan di rumah sakit lapangan.

Ini tidak dirancang untuk menggantikan ventilator yang sudah karena ventilator buatan NASA ini hanya bertahan 3-4 bulan namun dalam keadaan darurat saat ini tentu ventilator ini akan sangat berguna fungsinya.

Sumbang Ribuan Ventilator, Elon Musk Dipuji Heroik

 Beberapa waktu silam, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk mengatakan perusahaannya siap membuat ventilator jika ada kekurangan suplai di tengah wabah virus corona. Ia telah menepati janjinya walaupun untuk saat ini, ventilator itu tidak dibuat perusahaannya melainkan dibeli.
Dikutip detikINET dari USA Today, Elon membeli 1.255 unit ventilator dari China dan mengirimkannya ke Amerika Serikat untuk membantu perawatan para pasien positif corona.

"China over suplai, jadi kami membeli 1.255 ventilator dan mengirimkannya ke Los Angeles. Jika kalian ingin ventilator gratis dipasang, beritahu kami," tulisnya di Twitter.

Memang cukup banyak rumah sakit di Amerika Serikat yang kekurangan ventilator di tengah wabah corona. Sebagian pasien corona kesulitan bernapas dan memerlukan perangkat itu.

Gubernur California, Gavin Newsom, membenarkan bahwa Musk sudah mengirimkan peralatan medis. Sebelumnya, Elon juga memberikan 50 ribu masker ke pekerja kesehatan.

"Perangkat itu sudah tiba di Los Angeles dan Elon Musk suah bekerja dengan asosiasi rumah sakit dan lainnya untuk memberikan ventilator itu. Ini adalah upaya heroik," kata Newsom, memuji sang triliuner.

Walaupun dalam beberapa tweetnya Elon terkesan meremehkan wabah corona, rupanya ia tetap langsung memberi bantuan. Sebelumnya ia mengatakan Tesla dan SpaceX mulai bertindak untuk memproduksi ventilator sendiri.

Thailand Mulai Buka Lagi Restoran Hingga Taman dengan Sejumlah Syarat

 Masa penutupan sementara bagi sejumlah tempat di Thailand akan berakhir pada hari ini. Dengan demikian, Bangkok Metropolitan Administration (BMA) mengumumkan akan melonggarkan sejumlah aturan terkait pencegahan Corona.
Juru bicara BMA, Pongsakorn Kwanmuang mengatakan ada 8 tempat yang akan diizinkan untuk kembali beroperasi. Itu termasuk restoran di luar mal dan supermarket, taman privat dan publik, salon dan tukang potong rambut, lapangan golf dan arena balap mobil serta tempat olahraga untuk lari, tenis, dan bulu tangkis.

Selain itu, pasar, klinik, dan tempat perawatan hewan juga masuk dalam daftar.

"Tanggal pembukaannya akan diumumkan Pusat Administrasi Situasi COVID-19 Thailand dalam satu atau dua hari," kata Pongsakorn sebagaimana diwartakan Channel News Asia.

Meskipun akan kembali dibuka, Pongsakorn menegaskan terdapat sejumlah peraturan yang harus diikuti untuk memastikan kebersihan dan mengurangi risiko penularan COVID-19.

Misalnya di restoran, setiap orang yang datang harus diperiksa suhu tubuhnya. Selain itu, pelanggan juga harus duduk berjarak 1,5 meter satu sama lain. Restoran juga dilarang menyediakan alkohol dan membuat pertunjukan live band.

Kemudian, toilet juga harus dibersihkan setiap jam. Meja dan kursi juga didesinfeksi setiap selesai digunakan. Bagi restoran ber-AC, harus membuka pintu dan jendela setiap dua jam untuk pembersihan dan ventilasi.

"Karyawan restoran harus mengikat rambut mereka dan mengenakan sarung tangan, topi, celemek, masker dan pelindung wajah. Setiap karyawan yang merasa tidak sehat, demam, batuk atau bersuhu tubuh 37,5 derajat Celcius atau lebih tinggi harus berhenti bekerja dan mengecek ke dokter," uja Pongsakorn.

Sementara itu untuk salon dan tempat cukur rambut, mereka hanya boleh melakukan kegiatan potong rambut, mencuci rambut, dan mengeringkan rambut.

Untuk pelanggan, mereka harus membuat reservasi terlebih dahulu untuk menikmati segala fasilitas tersebut sebab tidak diperkenankan ada antrean di tempat. Layanan juga hanya dilakukan selama 2 jam untuk kemudian istirahat selama 20 menit sebelum layanan berikutnya. Setiap selesai dioperasikan, peralatan juga wajib didesinfektan.

Sampai hari Rabu (29/4), jumlah total kasus Corona di Thailand mencapai 2.947. Sejauh ini, sebanyak 2.665 pasien telah keluar dari rumah sakit sementara 54 orang meninggal.

NASA Akan Gratiskan Lisensi Desain Ventilatornya

Salah satu bagian dari peralatan medis yang saat ini paling dibutuhkan di masa pandemi COVID-19 adalah ventilator sebuah alat bantu pernapasan. Kabar baiknya, NASA telah memberikan lisensi desain ventilator secara gratis.
Ini artinya perusahaan dapat mulai memproduksinya tanpa harus membuang waktu atau sumber daya untuk meneliti desain ventilator. Sehingga dapat cepat memenuhi pasokan ventilator yang dibutuhkan rumah sakit.

Dilansir detiKINET dari Ubergizmo para engineer dari Jet Propulsion Lab NASA telah berkumpul untuk membantu menciptakan desain ventilator yang telah diselesaikan dalam waktu singkat yakni 37 hari saja.

Ventilator ini dinamai VITAL ( (Ventilator Intervention Technology Accessible Locally) desainnya telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) yang artinya perusahaan dapat mulai memproduksinya dan memberikannya ke rumah sakit.

"Sekarang kami memiliki desain, kami bekerja untuk menyerahkan tongkat estafet kepada komunitas medis, dan pada akhirnya pasien, secepat mungkin. Untuk itu, kami menawarkan desain untuk lisensi bebas royalti selama pandemi. " ujar Fren Farina, Kepala Inovasi dan Kemitraan Korporat di Caltech.

Vital telah sukses diuji pada simulator pasien manusia dengan ketepatan tinggi di Fakultas Kedokteran Ichan di Gunung Sinai. Menurut NASA salah satu manfaat dari desain ini adalah menggunakan bagian yang lebih sedikit dibandingkan dengan ventilator tradisional dan dapat juga dimodifikasi untuk digunakan di rumah sakit lapangan.

Ini tidak dirancang untuk menggantikan ventilator yang sudah karena ventilator buatan NASA ini hanya bertahan 3-4 bulan namun dalam keadaan darurat saat ini tentu ventilator ini akan sangat berguna fungsinya.