Senin, 11 Mei 2020

Duh! Penyebaran Corona Meningkat di Jerman Usai Pelonggaran Lockdown

Tingkat penyebaran virus corona di Jerman meningkat beberapa hari setelah negara itu melonggarkan aturan karantina wilayah atau lockdown.
Berdasarkan pemantauan Robert Koch Institute (RKI), tingkat reproduksi (perkiraan jumlah orang yang tertular pasien positif corona) melampaui 1.

Itu artinya jumlah penularan meningkat di Jerman.

Laporan ini mengemuka setelah Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengumumkan pelonggaran pembatasan nasional secara menyeluruh seusai bertemu dengan para pemimpin 16 negara bagian di Jerman, pada Rabu (06/05).

Melalui pelonggaran itu, semua toko diizinkan kembali buka, murid-murid kembali ke sekolah secara bertahap dan Bundesligaliga sepakbola utama Jermandimulai lagi pekan depan.

Namun, pada Sabtu (09/05), ribuan warga Jerman berkumpul menyerukan diakhirinya karantina wilayah.

Jerman adalah negara ketujuh dalam daftar kasus positif virus corona terbanyak di dunia. Menurut data RKI pada Minggu (10/05), jumlah kasus positif di Jerman mencapai 169.218 dan kematian sebanyak 7.395 orang.

Apa yang disebutkan dalam laporan RKI?
Angka reproduksi adalah cara menghitung penyebaran Covid-19. Angka ini bisa berubah, tergantung dari perubahan perilaku atau perkembangan kekebalan tubuh pada masyarakat.

Angka tersebut adalah satu dari tiga alat ukur pemantauan wabah. Dua lainnya adalah keparahan gejala-gejala dan jumlah kasus.

Laporan dari badan kesehatan masyarakat Jerman yang dirilis pada Sabtu (09/05) menyebut estimasi angka reproduksi mencapai 1,1. Kemudian, pada Minggu (10/05) angka bertambah menjadi 1,13. Padahal, selama tiga pekan terakhir angka reproduksi di Jerman selalu berada di bawah 1.

Robert Koch Institute menyatakan estimasi ini melibatkan "tingkat ketidakpastian" dan hal ini akan dipantau lebih dekat dalam beberapa hari mendatang.

Lembaga itu menambahkan, sampai saat ini belum mungkin untuk meneliti "apakah tren penurunan jumlah kasus insiden yang dipantau selama beberapa pekan terakhir akan berlanjut atau apakah jumlah kasus akan meningkat lagi".

Jerman mendapat apresiasi atas responsnya dalam menghadapi wabah Covid-19. Uji massal dan kebijakan lockdown membuat jumlah kematian akibat virus corona di Jerman lebih rendah dari negara-negara lain di Eropa.

Namun, kebijakan Merkel untuk melonggarkan karantina wilayah dikritik sejumlah kalangan.

Merkel juga menerapkan "rem darurat", yaitu menyerahkan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk kembali mengetatkan aturan jika kasus positif naik di atas 50 per 100.000 jiwa.

Wabah di pabrik pengolahan daging di Negara Bagian North Rhine-Westphalia dan Schleswig-Holstein dilaporkan sudah menembus batas dan memaksa pejabat daerah bertindak.

Kemudian sebuah di distrik di Negara Bagian Thuringia dilaporkan mencatat lebih dari 80 kasus per 100.000 jiwa.

Bagaimana warga Jerman menanggapi kebijakan terkini?
Walau ada yang khawatir bahwa pelonggaran ditetapkan terlalu dini, lainnya menuntut agar lockdown segera diakhiri.

Segelintir orang menggelar demonstrasi selama beberapa pekan terakhir, namun jumlahnya membesar hingga mencapai ribuan orang di beberapa kota pada Sabtu (09/05), termasuk di Berlin, Frankfurt, Munich, dan Stuttgart.

Aparat di Berlin menahan sekitar 30 orang di luar gedung parlemen atau Reichstag pada Sabtu (09/05) atas tuduhan tidak mematuhi aturan menjaga jarak. Pihak berwenang mengatakan sejumlah demonstran melempar botol ke arah petugas.

Sejumlah kelompok sayap kanan dan pendukung teori konspirasi juga ikut ambil bagian dalam rangkaian demonstrasi ini.

Sabtu, 09 Mei 2020

Didiek Hartantyo, Mantan Bankir yang Jadi 'Masinis' Baru KAI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Posisi Direktur Utama yang sebelumnya ditempati oleh Edi Sukmoro kini digantikan oleh Didiek Hartantyo.

Ia bukanlah orang baru di KAI. Didiek bergabung dengan perusahaan pelat merah itu pada 25 Januari 2016 lalu sebagai Direktur Keuangan.

Jauh sebelum itu, rupanya Didiek juga sempat mengecap karir di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada 2010 sampai 2011, dia mendapatkan jabatan sebagai Group Head Financial Institutions di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.


Kemudian, ia diangkat menjadi Group Head Corporate Banking II Bank Mandiri pada 2011 sampai 2016. Setelah itu, Didiek ditunjuk menjadi Direktur Keuangan di KAI.

Saat kuliah, Didiek menyelesaikan pendidikan S1 nya di Universitas Sebelas Maret pada 1985 silam. Tak puas sampai di situ, dia pun melanjutkan S2 di Daniel School of Business, University of Denver Amerika Serikat pada 1995.

Sementara itu, Erick juga merombak jabatan direksi lainnya. Ia memberhentikan Amrozi Hamidi dari jabatannya sebagai Direktur Perencanaan, Strategis dan Pengembangan Usaha, Dody Budiawan yang duduk di kursi Direktur Niaga dan Ruli Adi selaku Direktur SDM dan Umum.

Sebagai gantinya, kursi Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha kini diisi oleh Jeffrie N Korompis. Erick juga mengangkat Rivan Achmad Purwantono untuk menduduki jabatan Direktur Keuangan, Maqin U Norhadi sebagai Direktur Niaga, dan Agung Yunanto sebagai Direktur SDM dan Umum.

Perombakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN dalam SK-142/MBU/05/2020 tentang Pemberhentian, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT KAI.

AS Tuduh China Berkonspirasi dengan Rusia Soal Virus Corona

 Amerika Serikat (AS) pada Jumat (8/5) menuduh China dan Rusia meningkatkan kerja sama untuk menyebarkan narasi palsu atas pandemi virus corona dengan mengatakan Beijing semakin mengadopsi teknik yang diasah oleh Moskow.

Tuduhan diberikan tak lama setelah Presiden Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas kerja sama penanggulangan penyebaran wabah virus corona.

Koordinator Pusat Keterlibatan Global Departemen Luar Negeri AS  Lea Gabrielle mengatakan konspirasi dua negara telah dilakukan sebelum pandemi corona.


"Bahkan sebelum krisis COVID-19, kami menduga ada koordinasi tertentu antara Rusia dan RRC untuk melakukan propaganda. Kerja sama semakin meningkat setelah pandemi," katanya seperti dikutip dari AFP, Sabtu (9/5).

Global Engagement Center sebelumnya mengatakan ribuan akun media sosial yang terhubung dengan Rusia telah menyebarkan konspirasi tentang pandemi. Konspirasi salah satunya berkaitan dengan tuduhan virus Corona diciptakan oleh Amerika Serikat (AS).

China juga membuat marah AS ketika seorang juru bicara kementerian luar negeri mentweet konspirasi soal keterlibatan militer AS dalam membawa virus ke Wuhan.

Kedua negara kemudian gencatan retorika informal pada akhir Maret setelah Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berdialog.

Tapi gencatan tersebut tak berlangsung lama. Ketegangan kembali melonjak ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyebut virus corona berasal dari laboratorium Wuhan.