Kamis, 14 Mei 2020

Napi di AS Sengaja Ingin Tertular Corona Agar Dibebaskan

 Terdapat sebuah bukti narapidana di penjara Los Angeles County, California, Amerika Serikat mencoba menginfeksi diri mereka sendiri dengan virus Corona. Para tahanan berusaha minum dari sebuah wadah yang sudah terkontaminasi virus Corona dari seorang narapidana lain yang dinyatakan positif. Hal ini mereka lakukan sebagai salah satu upaya membebaskan diri dari penjara.
"Sangat mengecewakan menyadari ada orang yang dengan sengaja menginfeksi diri mereka sendiri," kata Sheriff Alex Villanueva, dikutip dari South China Morning Post.

Seorang pejabat sheriff mengatakan upaya para napi itu berhasil terekam di sebuah video. Salah seorang narapidana menemukan tumpukan barang yang dipercaya dapat membuat mereka terinfeksi virus Corona.

Namun seorang narapidana mencoba membuang barang-barang yang diyakini tercemar virus Corona. Akibatnya ia menjadi sasaran kemarahan tahanan lain karena dianggap mengganggu upaya mereka untuk tertular virus tersebut.

Sejak dimulainya pandemi ini, sudah terdapat 357 narapidana yang dinyatakan positif virus Corona di dalam penjara California. Jumlah napi bahkan meningkat tiga kali lipat sejak 30 April yang hanya berjumlah 115 orang. Dari 357 napi tersebut, 117 sudah dinyatakan sembuh dan 222 masih terinfeksi.

Beberapa kritikus mengkritik cara penanganan narapidana di penjara LA Country terhadap penyebaran virus Corona. Baru-baru ini terdapat gugatan karena tidak adanya tes meskipun narapidana menunjukan gejala virus tersebut. Bahkan mereka kekurangan ruang untuk physical distancing. Tuntutan lainnya yakni tidak memiliki cukup sabun untuk membersihkan tangan mereka.

Wuhan Berencana Tes 11 Juta Penduduk Setelah Muncul 6 Kasus Corona Baru

Kota Wuhan di China sedang menyusun rencana untuk menguji seluruh populasi yang berjumlah 11 juta penduduk untuk COVID-19. Rencana tersebut tampaknya masih dalam tahap awal, dengan semua distrik di Wuhan diminta untuk menyerahkan rincian tentang bagaimana pengujian dapat dilakukan dalam waktu 10 hari.
Hal ini dilakukan setelah Wuhan, kembali mencatatkan enam kasus baru selama sepekan terakhir. Sebelumnya, tidak ada kasus sama sekali sejak 3 April.

Wuhan, yang dikunci ketat selama 11 pekan, mulai dibuka kembali pada 8 April. Untuk sementara waktu, kehidupan di Wuhan berjalan normal, sekolah mulai dibuka, bisnis dijalankan lagi dan angkutan umum mulai beroperasi.

Tetapi setelah kemunculan cluster atau kelompok baru, yang semuanya berasal dari kompleks perumahan yang sama, kini mengancam kembali kehidupan di Wuhan. Menurut sebuah laporan, mengutip dokumen internal yang beredar luas, setiap kabupaten dan kota diminta menyusun rencana pengujian 10 hari.

Mengutip BBC, setiap kabupaten bertanggung jawab untuk membuat rencana sendiri berdasarkan ukuran populasi mereka dan apakah saat ini ada wabah aktif di kabupaten tersebut. Dokumen tersebut, yang merujuk pada rencana pengujian sebagai "pertempuran 10 hari", juga mengatakan bahwa orang tua dan masyarakat padat harus diprioritaskan dalam hal pengujian.

Namun beberapa pejabat kesehatan senior yang dikutip oleh surat kabar Global Times mengindikasikan bahwa pengujian seluruh kota tidak akan mudah dan mahal.

Peng Zhiyong, direktur unit perawatan intensif Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, mengatakan sebaiknya pengujian itu cenderung ditargetkan pada pekerja medis, orang-orang yang rentan dan mereka yang memiliki kontak dekat dengan kasus.

Di situs media sosial China, Weibo, orang-orang mengajukan pertanyaan tentang apakah sejumlah besar tes dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari.

"Tidak mungkin menguji begitu banyak orang," kata seorang komentator, yang juga mempertanyakan berapa biayanya.

Kronologi 'Drama' Perjalanan Naik-Turun Iuran BPJS Kesehatan

Presiden Joko Widodo kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
Kenaikan ini dilakukan secara berkala dan waktu pemberlakuan yang berbeda. Namun yang membingungkan, iuran BPJS Kesehatan seperti selalu berubah dan tak ada keputusan pasti. Berikut kronologi perjalanan naik-turun iuran BPJS Kesehatan.

Besaran iuran peserta BPJS Kesehatan di tahun 2018:

Kelas I sebesar Rp 80 ribu
Kelas II sebesar Rp 51 ribu
Kelas III sebesar Rp 25.500

Setelah naik 100 persen oleh Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan, iuran BPJS Kesehatan yang berlaku mulai Januari 2020 adalah:

Kelas I sebesar Rp 160 ribu
Kelas II sebesar Rp 110 ribu
Kelas III sebesar Rp 42 ribu

Namun setelah Mahkamah Agung menerima gugatan dari Komunitas Pasien Cuci Darah, Perpres Nomor 75/2019 dibatalkan sehingga besaran iuran yang berlaku per Februari 2020 kembali menjadi:

Kelas I sebesar Rp 80 ribu
Kelas II sebesar Rp 51 ribu
Kelas III sebesar Rp 25.500

Baru-baru ini, Presiden Jokowi kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan yang berlaku Juli 2020 dengan rincian:

Kelas I sebesar Rp 150 ribu
Kelas II sebesar Rp 100 ribu
Kelas III sebesar Rp 25.500 di tahun 2020 dan Rp 35 ribu di tahun 2021

"Kan ada putusan MA, membatalkan pasal di Perpres 75 tahun 2019 sehingga pemerintah harus menerbitkan payung hukum. Itu pemerintah menjalankan putusan MA," sebut Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma'ruf.

Napi di AS Sengaja Ingin Tertular Corona Agar Dibebaskan

 Terdapat sebuah bukti narapidana di penjara Los Angeles County, California, Amerika Serikat mencoba menginfeksi diri mereka sendiri dengan virus Corona. Para tahanan berusaha minum dari sebuah wadah yang sudah terkontaminasi virus Corona dari seorang narapidana lain yang dinyatakan positif. Hal ini mereka lakukan sebagai salah satu upaya membebaskan diri dari penjara.
"Sangat mengecewakan menyadari ada orang yang dengan sengaja menginfeksi diri mereka sendiri," kata Sheriff Alex Villanueva, dikutip dari South China Morning Post.

Seorang pejabat sheriff mengatakan upaya para napi itu berhasil terekam di sebuah video. Salah seorang narapidana menemukan tumpukan barang yang dipercaya dapat membuat mereka terinfeksi virus Corona.

Namun seorang narapidana mencoba membuang barang-barang yang diyakini tercemar virus Corona. Akibatnya ia menjadi sasaran kemarahan tahanan lain karena dianggap mengganggu upaya mereka untuk tertular virus tersebut.

Sejak dimulainya pandemi ini, sudah terdapat 357 narapidana yang dinyatakan positif virus Corona di dalam penjara California. Jumlah napi bahkan meningkat tiga kali lipat sejak 30 April yang hanya berjumlah 115 orang. Dari 357 napi tersebut, 117 sudah dinyatakan sembuh dan 222 masih terinfeksi.

Beberapa kritikus mengkritik cara penanganan narapidana di penjara LA Country terhadap penyebaran virus Corona. Baru-baru ini terdapat gugatan karena tidak adanya tes meskipun narapidana menunjukan gejala virus tersebut. Bahkan mereka kekurangan ruang untuk physical distancing. Tuntutan lainnya yakni tidak memiliki cukup sabun untuk membersihkan tangan mereka.