Minggu, 17 Mei 2020

10 Wilayah Indonesia dengan Penambahan Kasus Corona Terbanyak 17 Mei

 Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan kasus baru virus Corona COVID-19 sebanyak 489 kasus. Persebarannya cukup bervariasi. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Minggu (17/5/2020) setidaknya sudah ada 17.514 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Berikut wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:

1. DKI Jakarta = 132 kasus

2. Sumatera Selatan = 63 kasus

3. Jawa Timur = 47 kasus

4. Sulawesi Selatan = 34 kasus

5. Papua = 33 kasus

6. Jawa Barat = 31 kasus

7. Banten = 24 kasus

8. Maluku = 22 kasus

9. Jawa Tengah = 17 kasus

10. Sumatera Utara = 16 kasus

Sedangkan wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 15 Mei adalah sebagai berikut:

1. Aceh

2. Bangka Belitung

3. Kalimantan Tengah

4. Kepulauan Riau

5. Sulawesi Utara

6. Sulawesi Barat

Kutip WHO, Jubir RI Ingatkan Corona Tak Akan Berakhir dengan Cepat

 Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan virus Corona butuh waktu lama untuk bisa teratasi. Bahkan disebutnya, tak menutup kemungkinan virus Corona akan berubah menjadi endemik dan tidak akan menghilang.
Juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, pun menyoroti pernyataan WHO terkait hal tersebut. Ia pun mengajak publik kini harus memulai hidup normal yang baru.

"WHO mengatakan COVID-19 tidak akan berakhir dengan cepat, maka kita harus tetap memiliki sikap, kita harus tetap memiliki cara pikir yang mengacu pada protokol kesehatan, di dalam kehidupan kita, di hari-hari mendatang," ungkapnya dalam siaran pers di BNPB, Minggu (17/5/2020).

"Inilah yang kita sebut sebagai normal baru, oleh karena itu satu-satunya cara agar kita bisa produktif dan aman dari COVID-19 ini adalah hidup berdampingan dengan COVID-19, hidup berdampingan tidak dimaknai dengan menyerah, tetapi kita harus mengubah perilaku kita, kita harus merubah cara pandang kita," lanjutnya.

dr Yuri mengatakan aktivitas ke depan akan lebih banyak dihabiskan di rumah. Protokol kesehatan pun disebutnya harus tetap diperhatikan.

"Beberapa hal yang sudah dituntut telah kita lakukan bahkan dengan baik, seperti kebiasaan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun, kemudian menggunakan masker mana kala keluar rumah, kemudian tidak menempatkan alternatif keluar rumah sebagai alternatif pertama," kata dr Yuri.

"Kalau memang tidak memungkinkan dikerjakan dari rumah baru kita keluar rumah, artinya kita lebihbenyak berada di rumah, kita bisa produktif di rumah,"pungkasnya.

Sebaran 489 Kasus Baru Positif Corona di Indonesia 17 Mei

Data terbaru virus Corona COVID-19 di Indonesia mencapai 17.514 kasus positif, 4.129 sembuh, dan 1.148 meninggal. Penambahan kasus positif sebanyak 495 kasus.
Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona COVID-19 pada Minggu (17/5/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 489 menjadi 17.514.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 218 menjadi 4.129.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 59 menjadi 1.148.

Sebaran 495 kasus baru positif virus Corona adalah sebagai berikut:

Bali 2
Banten 24
Bengkulu 9
DKI Jakarta 132
Jambi 1
Jawa Barat 31
Jawa Tengah 17
Jawa Timur 47
Kalimantan Barat 1
Kalimantan Timur 1
Kalimantan Selatan 2
Kalimantan Utara 2
NTB 6
Sumatera Selatan 63
Sumatera Barat 12
Sumatera Utara 16
Sulawesi Tenggara 2
Sulawesi Selatan 34
Sulawesi Tengah 2
Lampung 1
Riau 4
Maluku Utara 4
Maluku 22
Papua Barat 3
Papua 33
NTT 12
Gorontalo 1
Catatan: Sebelumnya tertulis jumlah kasus positif sebanyak 17.520 kasus sebagaimana dikutip dari covid19.go.id. Data ini mengalami koreksi dalam konferensi pers oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 Achmad Yurianto, menjadi 17.514 kasus.

Sabtu, 16 Mei 2020

Mengenal 20 Istilah Terkait COVID-19: ODP, PDP, Rapid hingga Swab Test (2)

11. Lockdown
Arti lockdown adalah mengunci akses masuk dan keluar pada suatu wilayah atau negara disertai sanksi tegas. Tidak jarang lockdown melibatkan penegak hukum dan penerapan jam malam supaya masyarakat lebih disiplin.

Lockdown diterapkan untuk mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Berbagai negara memiliki berbagai cara penerapan lockdown, misal Italia yang menutup semua toko kecuali apotek dan yang menjual bahan makanan.

12. Rapid test
Rapid test adalah metode pemeriksaan cepat untuk mendeteksi virus corona. Metode ini menjadi skrining awal untuk mengetahui masyarakat yang terinfeksi virus corona.

Cara kerja rapid test adalah mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang digunakan tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi baru terbentuk setelah tubuh terpapar virus corona selama beberapa hari hingga minggu.

13. Swab test
Swab test adalah pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya virus corona di dalam tubuh. Uji ini dilakukan dengan mengambil sampel lendir di saluran pernapasan, misal hidung dan tenggorokan.

Sampel dari swab test kemudian diperiksa dengan teknologi PCR di laboratorium tertentu. Hal inilah yang menyebabkan hasil swab test keluar lebih lama dibanding rapid test, namun akurat karena tidak perlu menunggu terbentuknya antibodi.

14. PCR
PCR adalah teknologi Polymerase Chain Reaction yang digunakan dalam metode pemeriksaan swab test. Teknologi ini mampu menganalisa DNA atau RNA virus meski jumlah sampel terbatas.

Metode PCR inilah yang menyebabkan swab test bisa membantu menegakkan diagnosis COVID-19 pada pasien. Selain COVID-19, penegakan diagnosis penyakit lain juga bisa menggunakan PCR misal infeksi HIV.

15. Positif
Positif terkait COVID-19 mengacu pada ditemukannya virus corona pada tubuh manusia. Pasien dinyatakan positif setelah menjalani beberapa pemeriksaan misal swab test, cek darah, dan pemeriksaan paru-paru.

Setelah dinyatakan positif, pasien akan menjalani perawatan di rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah. Pasien bisa kembali ke rumah jika sudah kembali sehat.

16. Epidemi
Epidemi mengacu pada penularan atau infeksi penyakit dalam skala yang lebih luas. Penyakit tak lagi hanya berada di satu atau beberapa wilayah tertentu.

Suatu penyakit, misalnya COVID-19, melalui tahap epidemi terlebih dulu sebelum pandemi. Epidemi mengindikasikan perlunya peningkatan kewaspadaan di wilayah sekitar wabah.

17. Pandemi
Pandemi adalah istilah yang berarti penyakit sudah menyebar ke seluruh dunia hingga sulit dikendalikan. Penularan antar manusia juga mengakibatkan kematian yang sangat besar, seperti yang terjadi pada COVID-19.

Dalam tahap pandemi, negara bisa bertindak tegas untuk melindungi warganya supaya tidak tertular penyakit. Misal lockdown, PSBB, dan pembatasan akses keluar masuk lainnya.

18. Local transmission
Istilah local transmission adalah penularan penyakit saat pasien berada di lokasinya saat ini. Kasus local transmission terjadi pada pasien yang tak punya riwayat bepergian atau keluar negeri.

19. Herd immunity
Herd immunity adalah kekebalan kelompok yang tercapai bila beberapa orang dalam komunitas tahan terhadap serangan virus. Imunitas kelompok terjadi dengan pemberian vaksin pada masyarakat luas.

Terkait COVID-19, beberapa ahli percaya bisa diatasi dengan herd immunity karena beberapa orang sudah memiliki daya imun. Namun kepercayaan ini masih diperdebatkan karena belum ditemukan vaksin virus corona.

20. Flattening the curve
Flattening the curve atau pelandaian kurva adalah istilah untuk memperlambat penularan COVID-19. Usaha flattening the curve meliputi peningkatan fasilitas kesehatan, social distancing, physical distancing, isolasi, dan karantina.