Minggu, 17 Mei 2020

Inilah Kota Khusus Lansia yang Kontroversial

Kota yang satu ini bukanlah tempat biasa. Kota ini khusus untuk lansia dengan kehidupan nyentrik. Namanya The Villages, sebuah kota di Sumter County, Florida, Amerika Serikat. Kota ini tak biasa karena persyaratan penduduknya.

Untuk tinggal di The Villages, warganya harus berusia 55 tahun ke atas alias lansia. Bisa dibilang The Villages memang kota pensiunan. Jadi tak ada anak-anak sama sekali di sini.

Hal unik lainnya adalah kendaraan yang lalu-lalang di The Villages. Karena diisi oleh lansia, warganya sangat sedikit yang menggunakan mobil.

Tapi mereka justru menggunakan mobil golf. Bentuknya yang kecil dan lebih mudah digunakan menjadi pilihan dari warga The Villages.

Ada sekitar 100.000 lansia yang menjadi penduduk The Villages. Kota pesisir ini juga memiliki pemandangan yang indah.

Sehingga komunitas lansianya sering mengadakan kegiatan kumpul bersama di tepi laut. Sembari menari dan berkumpul menikmati hari-hari sebagai pensiunan.

Diisi dengan orang-orang tua, The Villages tidaklah kumuh. Kota ini justru mewah, berfasilitas lengkap dan tertata sangat rapih.

Sebut saja kolam renang, studio theater sampai klub berkuda. Tak ayal, banyak yang bermimpi untuk pindah ke sini saat berusia senja.

Di balik itu semua, rupanya The Villages kontroversial. Di sana banyak skandal dan jadi sarang pasar gelap viagra.
Selain itu, kota ini juga dianggap sebagai pusat penyebaran penyakit menular seksual. Hal ini dikarenakan aktivitas seksual warganya yang tak biasa.

Meski sudah tua, warga The Villages tak segan untuk melakukan hubungan seksual di tempat umum. Terlepas dari segala rumor, kawasan The Villages memang tak biasa ya.

Tentang Laut Mati dan Keistimewaannya

Laut Mati jadi salah satu destinasi eksotis di Timur Tengah. Berikut ini ulasan tentang destinasi itu dan keistimewaan yang menyertainya.
Sebelum menulis reportase ini, saya sempat mengintip sebentar di Google, lokasi-lokasi resort Laut Mati yang sempat kami singgahi maupun yang sekadar lewat. Sebagian besar tempat itu tutup karena alasan COVID-19. Banyak kafe dan restoran tidak beroperasi.

Siapa yang menyangka bahwa tempat yang baru kami kunjungi di akhir Januari itu sekarang sama kondisinya dengan banyak tempat di belahan dunia lain dan bahkan di tanah air. Kegiatan ekonomi dunia, di manapun seolah berhenti.

Saya dengar, sekarang perlahan Israel mulai melonggarkan lockdown-nya, tapi apakah akan segera membuka perbatasannya, belum terdengar beritanya. Entah kapan, belum seorangpun bisa memprediksi, wabah yang melanda dunia ini akan berakhir.

Arab Saudi, belum mengumumkan akan membuka Mekah kembali untuk ibadah umrah, setelah ditutup di awal Maret. Israel masih menutup pintu perbatasannya dari negara-negara yang berbatasan dengannya sejak 9 Maret. Hampir sama dengan Arab Saudi, industri pariwisata Israel berkembang karena kunjungan turis mancanegara yang mengunjungi kota-kota seperti Jerussalem, Bethlehem, Jericho dan Hebron.

Hakikatnya manusia hidup, dari sejak sejarah peradaban manusia mulai dikenal, adalah menjelajahi dunia. Mari berpikir positif, jika wabah COVID-19 berlalu, interaksi manusia akan kembali normal. Semoga dengan cara memandang dunia yang lebih baik, manusia penghuni bumi ini memiliki masa depan yang cerah.

Cara ke Laut Mati
Baiklah, kembali ke tujuan awal, mari sekarang kita mulai melongok dan menjelajahi Laut Mati. Memasuki Jordan dan setelah mengunjungi Petra, perjalanan kami lanjutkan untuk memasuki Israel lewat darat menuju perbatasan Allenby Bridge, perbatasan Jordan dan Israel.

Sebelum menuju ke perbatasan, kami melewati wilayah pinggir Laut Mati yang letaknya membujur dari Timur ke Barat negara Jordan. Laut Mati juga dapat dikunjungi dari tiga negara, yaitu Yordania, Palestina, dan Israel.

Thailand Godok Asuransi Pandemi untuk Turis Asing

Turis asing ke Thailand bakal dikenakan biaya ekstra sekitar Rp 138 ribu usai pandemi virus Corona. Biaya itu sebagai pajak orang asing dengan salah satu komponennya adalah asuransi pandemi.

Menteri olahraga dan pariwisata Thailand, Phipat Ratchakitprakarn, menyebut rencana tersebut telah disampaikan kepada kabinet tahun lalu, namun ternyata Corona datang. Akibatnya, pariwisata di negeri gajah Putih lesu darah.

Phipat optimistis saat ini menjadi waktu yang tepat untuk menerapkan rencana itu. Sebelum diterapkan pemerintah Thailand bakal menjalani serangkaian prosedur, dari studi kelayakan dan proposal. Paling cepat, rencana itu diterapkan akhir tahun.

Rencananya sih, biaya 300 bath atau setara dengan Rp 138 ribu itu ditambahkan ke dalam harga tiket pesawat. Nantinya, pemerintah tinggal mengumpulkannya dari maskapai. Hingga saat ini belum dibahas pajak serupa untuk turis asing yang masuk dari laut dan darat.

"Pandemi telah berdampak signifikan kepada kepercayaan pariwisata. Sementara itu, dana pariwisata harus disisihkan untuk anggaran lembaga negara selama dampak pandemi berimbas kepada wisatawan," kata Phipat seperti dikutip Bangkok Post.

Untuk melakukan studi kelayakan usulan itu, Kementerian Pariwisata dan Olahraga bakal menggandeng Universitas Naresuan. Salah satu aspek yang bakal diuji adalah "beban pajak yang masuk akal bagi pelancong". Kementerian memperkirakan pajak itu tidak boleh melebihi 300 baht per orang. Kemungkinan besar, pajak itu berkisar antara 100-200 baht.

Mengomentari retribusi baru yang diusulkan, Gubernur TAT Yuthasak Supasorn mengatakan langkah-langkah kementerian adalah bagian dari rencana pengembangan pariwisata jangka panjang.

"Selama Thailand memiliki rencana yang jelas tentang bagaimana menggunakan dana secara efektif dan bermanfaat bagi wisatawan internasional, itu seharusnya tidak menciptakan hambatan," kata Yuthasak.

Pada tahap ini, ketika penerbangan internasional dapat dimulai kembali, kondisi yang diberlakukan pada pelancong dan maskapai mana yang akan beroperasi ke Thailand di masa depan, semuanya mengudara.

Inilah Kota Khusus Lansia yang Kontroversial

Kota yang satu ini bukanlah tempat biasa. Kota ini khusus untuk lansia dengan kehidupan nyentrik. Namanya The Villages, sebuah kota di Sumter County, Florida, Amerika Serikat. Kota ini tak biasa karena persyaratan penduduknya.

Untuk tinggal di The Villages, warganya harus berusia 55 tahun ke atas alias lansia. Bisa dibilang The Villages memang kota pensiunan. Jadi tak ada anak-anak sama sekali di sini.

Hal unik lainnya adalah kendaraan yang lalu-lalang di The Villages. Karena diisi oleh lansia, warganya sangat sedikit yang menggunakan mobil.

Tapi mereka justru menggunakan mobil golf. Bentuknya yang kecil dan lebih mudah digunakan menjadi pilihan dari warga The Villages.

Ada sekitar 100.000 lansia yang menjadi penduduk The Villages. Kota pesisir ini juga memiliki pemandangan yang indah.

Sehingga komunitas lansianya sering mengadakan kegiatan kumpul bersama di tepi laut. Sembari menari dan berkumpul menikmati hari-hari sebagai pensiunan.

Diisi dengan orang-orang tua, The Villages tidaklah kumuh. Kota ini justru mewah, berfasilitas lengkap dan tertata sangat rapih.

Sebut saja kolam renang, studio theater sampai klub berkuda. Tak ayal, banyak yang bermimpi untuk pindah ke sini saat berusia senja.

Di balik itu semua, rupanya The Villages kontroversial. Di sana banyak skandal dan jadi sarang pasar gelap viagra.
Selain itu, kota ini juga dianggap sebagai pusat penyebaran penyakit menular seksual. Hal ini dikarenakan aktivitas seksual warganya yang tak biasa.

Meski sudah tua, warga The Villages tak segan untuk melakukan hubungan seksual di tempat umum. Terlepas dari segala rumor, kawasan The Villages memang tak biasa ya.