Selasa, 16 Februari 2021

3 Cara Sehat Bercinta Selama Pandemi

 Di beberapa waktu, bercinta bisa saja menjadi hal yang rumit, seperti di waktu pandemi seperti saat ini di mana terdapat kewajiban untuk menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan, yang menyebabkan berhubungan intim pun turut memiliki aturan barunya sendiri.

Meski vaksinasi telah dimulai dan tengah berjalan, terdapat sejumlah aturan baru mengenai cara berhubungan intim agar pasangan tetap aman dan terhindar dari paparan virus Corona.


Menurut sebuah survey yang dilakukan di masa awal pandemi, yaitu pada Juni 2020, dan diunggah ke jurnal Leisure Science, setengah dari peserta pengisi survey online menyatakan terjadi pengurangan tingkat bercinta mereka dibandingkan sebelum pandemi.


Selain dapat membakar kalori, bercinta juga dapat membuat tubuh merasa relax, mengurangi rasa cemas pada tubuh, membantu tubuh agar lebih mudah tertidur, serta membantu otak melepaskan hormon endorfin dan oksitosin.


Dikutip dari laman Everyday Health, berikut 3 cara aman bercinta di tengah pandemi COVID-19.


1. Komunikasi dengan pasangan

Menurut Dr Flowers, bagian terpenting dalam berhubungan intim selama pandemi adalah dengan meyakinkan kamu dan pasanganmu memiliki pemahaman yang sama tentang bagaimana bercinta saat pandemi, sehingga komunikasi merupakan hal yang penting.


"Meyakinkan orang-orang bahwa mereka mengikuti praktik yang sama merupakan hal yang penting," ujar Flowers.


"Terdapat beberapa pertanyaan yang dapat kami tanyakan kepada masyarakat sekitar mengenai cara mereka dan meyakinkan mereka menerapkan nilai yang sama tentang jarak yang aman," lanjutnya.


Pasalnya, saat ini terdapat varian baru COVID-19 asal Inggris yang dikabarkan lebih mudah menular. Seorang profesor epidemiologi di Kent State University, Tara Smith, PhD, menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada guna mencegah penularan lebih lanjut.

https://kamumovie28.com/movies/a-mothers-revenge/


2. Terapkan protokol kesehatan

Secara umum, menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan setibanya di rumah setelah bekerja serta melakukan disinfeksi permukaan benda seperti telepon genggang dan kunci dapat mengurangi risiko terkena COVID-19.


Kumi Smith mengatakan, jika kamu menggunakan telepon genggam sebelum atau saat berhubungan seks, kamu harus melakukan disinfeksi terhadap objek tersebut.


3. Bagaimana untuk pasangan yang tinggal terpisah?

Jika kamu dan pasanganmu tidak tinggal dalam satu atap yang sama, maka tidak disarankan untuk berhubungan seks di saat seperti ini. Namun, hal tersebut bukan berarti kamu tidak bisa membangun hubungan yang baik dengan pasanganmu.


Pasalnya, hubungan yang baik tidak hanya berkaitan dengan seks. Kamu dan pasangan tetap bisa membangun hubungan melalui kepercayaan.


"Hubungan tidak hanya mengenai fisik atau seksual, bahkan dalam sebuah hubungan baru, terdapat cara untuk membangun kepercayaan, keintiman, dan kebenaran melalui teknologi digital," ujar Logan Levkoff, PhD, seorang Asoasi Pendidik, Konselor, dan Terapis Seksual asal Amerika.


Dr Levkoff merekomendasikan bagi pasangan yang tinggal terpisah untuk menonton film, makan malam, bahkan olahraga bersama melalui video call.


Selain itu, kamu dan pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh juga dapat melakukan hubungan seks secara virtual, tetapi harus dipastikan hal tersebut tidak akan tersebar.


"Mengirim foto atau memulai dirty talk merupakan hal yang dapat dilakukan. Hal lainnya adalah masturbasi. Jika kalian berjauhan, kalian masih bisa merangsang satu sama lain melalui video atau telepon," jelas Chavez.

https://kamumovie28.com/movies/mothers-revenge/

Sering Makan Telur Baik bagi Tubuh? Ini Plus-Minusnya

 Baik atau buruknya mengonsumsi telur ternyata masih diperdebatkan oleh para ahli. Pasalnya, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa telur, yang bagian kuningnya memiliki kolesterol, dapat menyebabkan kematian, termasuk karena penyakit kardiovaskular serta kanker.

Melibatkan sebanyak 500 ribu partisipan, penelitian tersebut hanya berselang satu tahun dari analisis Harvard yang menyebutkan bahwa mengonsumsi satu telur per hari tidak ada kaitannya dengan penyakit kardiovaskular.

https://kamumovie28.com/movies/the-king-of-the-streets/


Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di PLOS Medicine, risiko kematian dapat meningkat hingga 7 persen apabila mengonsumsi sebutir telur per harinya. Namun, hasil penelitian ini ternyata ditentang oleh beberapa ahli di berbagai belahan dunia.


"Studi ini walaupun diselenggarakan dengan baik, sayangnya menambahkan keributan pada diskusi yang ada," ujar Riyaz Patel, seorang konsultan ahli jantung di University College London, dikutip dari CNN.


Menurut Profesor epidemiologi dan nutrisi dari Harvard T.H.Chan School of Public Health, Walter Willet, hasil penelitian tersebut menjadi masalah lantaran peneliti hanya bertanya satu kali mengenai konsumsi telur kepada partisipan. Selain itu, penelitian tersebut mengikuti para partisipan selama bertahun-tahun tanpa mengecek apakah partisipan mengubah cara dietnya.


"Mereka hanya mendapatkan gambaran pada satu waktu," kata Willet.


Sementara itu, seorang dosen senior nutrisi kesehatan masyarakat bernama Ada Gracia dari Universitas Glasgow mengatakan bahwa kesimpulan dari penelitian tersebut terlalu berlebihan. Menurutnya, menyalahkan telur atas penyakit kardiovaskular merupakan sebuah tindakan simplisistik dan reduksionis.


Meski harganya murah, telur memiliki kadar kolesterol, terutama pada bagian kuningnya, yaitu sekitar 185 miligram. Akan tetapi, kolesterol terdapat pada setiap sel tubuh dan digunakan dalam berbagai hal, seperti hormon, vitamin D, dan senyawa pada pencernaan.


Penyakit kardiovaskular sendiri merupakan penyakit yang berasal dari tubuh seseorang yang menghasilkan banyak kolesterol serta terdapat penumpukan plak lilin pada pembuluh darah. Lebih lanjut, Walter Willer mengatakan bahwa kolesterol turut memiliki peran dalam diet.


Sementara itu, menurut penelitian terbaru PLOS, menggantikan setengah dari keseluruhan telur dengan putih telur atau sumber protein lainnya dapat mengurangi risiko kematian akibat kardiovaskular hingga 3 persen. Namun, kesimpulan tersebut ternyata dikritik oleh Riyaz Pattel.


"Menurut saya, rekomendasi penulis menggantikan seluruh telur dengan putih telur atau pengganti tidak didukung bukti," jelasnya.


Walter Willer kemudian mengatakan bahwa terdapat banyak penelitian yang tidak melihat telur tanpa bagian kuning karena konsumsi putih telur ternyata cukup rendah. Mengganti telur dengan kacang-kacangan atau sumber protein nabati merupakan risiko terendah.


"Saya tidak berpikir jika studi ini mengganti anjuran umum, yang bagi sebagian besar orang, telur bisa dimakan dalam jumlah sedang jika jadi bagian dari diet seimbang, kecuali mereka diberitahu untuk tidak memakannya karena alasan medis atau diet," katanya.

https://kamumovie28.com/movies/time-renegades/