Minggu, 25 April 2021

TikTok 'Mesum' dr Kevin Samuel yang Bikin Ibu-ibu Takut Cek Kandungan

 Media sosial sempat dibuat geger oleh sosok dr Kevin Samuel. Gara-gara video Tiktok 'mesum' yang menuai kecaman publik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turun tangan agar tak bikin takut ibu-ibu yang hendak periksa kandungan.

Semua berawal dari video berdurasi 15 detik yang diunggah melalui akun Tiktok @drkevinsamuelmpg pada Sabtu (17/4/2021). Dalam video tersebut, Kevin berlagak seolah-olah mengobrol dengan perawat, diminta melakukan vaginal touche pada wanita hamil yang baru mengalami pembukaan 3.


Sembari bergoyang dan memicingkan mata, ia menuliskan 'Awkward Moment' pada adegan tersebut. Mimik inilah yang dikecam publik lantaran menunjukan ekspresi mesum.


Dalam konferensi pers yang digelar IDI, dr Kevin Samuel meminta maaf pada publik dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).


"Saya sendiri di sini secara pribadi memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian atau perbuatan yang telah saya lakukan. Saya harap karena kejadian ini tidak memudarkan niat masyarakat untuk memeriksakan diri kepada dokter Indonesia yang profesional," sesal Kevin, Kamis (22/4/2021).

Khawatir Bikin Perempuan Trauma

Kepada para perempuan, IDI menegaskan bahwa segala pekerjaan dokter berlandaskan sumpah dokter. Dengan begitu, para perempuan diharapkan tidak menjadi trauma untuk berkonsultasi dan berobat pada dokter kandungan yang berjenis kelamin laki-laki.


Menurut IDI, kasus dr Kevin Samuel adalah tindak pelanggaran kode etik. Perilaku tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh dokter manapun.


"Pertama bahwa seluruh dokter di Indonesia ini telah mengucapkan, berikrar, berjanji, melafalkan sumpah dan kode etik dokter di Indonesia. Di salah satu sisi, telah menyatakan saya (dokter) bersumpah menjalankan tugas dengan cara terhormat, bersusila, serta dengan tanggung jawab saya sebagai dokter," tegas Ketua IDI Kota Jakarta Selatan, dr M Yadi Permana, SpB(K) turut hadir dalam konferensi pers.


Ia menambahkan, dokter kandungan berjenis kelamin laki-laki umumnya bekerja didampingi perawat atau bidan perempuan. Dengan tujuan, pasien wanita tetap nyaman ketika ditangani oleh dokter.


"Kasus ini bukan berarti teman-teman wanita nggak berobat. Kita juga bingung kalau mereka semua enggan, siapa yang menolong? Kalau sampai enggan, takutnya ada masalah-masalah lainnya. Kami akan bertindak tegas kalau sampai ada pelanggaran etik seperti kemarin," imbuh dokter spesialis obgyn dr Ulul Albab, SpOG selaku POGI.


Atas tindakannya yang tergolong pelanggaran kategori 1 dan 2, dr Kevin Samuel dikenai sanksi berupa pembekuan selama terukur 6 bulan.


Atas kasus tersebut, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Pengurus Besar IDI (MKEK PB IDI) menegaskan, fatwa terkait aktivitas dokter di media sosial kini sedang digodok.


"Sekarang sedang berproses. Kalau ditanya kapan keluarnya, secepat mungkin karena ini kan sudah urgent ya," ujar dr Yadi.

https://kamumovie28.com/movies/the-vessel-2/


Babak Baru Vaksin Nusantara Setelah Uji Klinis 'Mentok' di Tangan BPOM


 Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah menegaskan bahwa vaksin nusantara besutan eks Menkes Terawan bukan program TNI. Hal ini menanggapi aktivitas pengambilan darah yang disebut-sebut sebagai rangkaian uji klinis Fase 2 vaksin Corona berbasis dendritik tersebut di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (14/4/2021).

"Vaksin Nusantara bukanlah program dari TNI," tegas Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P dalam konferensi pers, Senin (19/4/2021).


Meski demikian, TNI mendukung segala pengerjaan vaksin Corona dalam negeri. Syaratnya, disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mengikuti kaidah keilmuan yang berlaku.


Ditegaskan, aktivitas di RSPAD Gatot Soebroto sebenarnya bukan lanjutan uji klinis yang sebelumnya sempat dijalankan di RS Kariadi Semarang. Melainkan, hanya penelitian dendritik sebagai basis vaksin Nusantara.


Mengingat, BPOM belum memberikan rekomendasi untuk vaksin Nusantara dilanjutkan. Pasalnya dari uji klinis Fase 1, penggarapan vaksin Nusantara dinilai belum memenuhi standar prosedur riset.


"Ini adalah penelitian mengenai vaksin dendritik tapi tidak dilanjutkan, bukan dipindahkan (dari RS Kariadi Semarang). Tapi RSPAD memang melakukan penelitian tentang dendritik vaksin," imbuh Direktur Pelayanan Kesehatan (Diryankes) RSPAD Gatot Soebroto, Nyoto Widyoastoro, SpPD, KHOM.


Tetap lanjut sebagai riset berbasis pelayanan

Belakangan, BPOM menyepakati nota kesepahaman dengan Menteri Kesehatandan TNI AD terkait program pengambilan sampel darah sejumlah relawan di RSPAD Gatot Soebroto. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU).


Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut, penelitian dendritik vaksin Nusantara tersebut tidak diperuntukkan tujuan komersil dengan izin edar. BPOM hanya memberikan arahan kaidah klinis penelitian, sebagaimana panduan dan standar yang telah ditetapkan BPOM.

https://kamumovie28.com/movies/the-vessel/

411 Warganya Kena COVID-19 Meski Sudah Vaksin, Ini Pesan Wali Kota Semarang

  Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan masyarakat tidak boleh abai protokol kesehatan meski sudah divaksin. Hal itu terkait dengan munculnya kasus COVID-19 pada orang yang divaksin di Semarang.

Hendrar atau yang akrab disapa Hendi itu menjelaskan kebiasaan new normal harus tetap dilakukan setiap hari meski sudah divaksin yaitu mulai jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, memakai masker.


"Ya mas, harus mulai membiasakan new normal, terapkan prokes dalam setiap kegiatan meskipun sudah divaksin," kata Hendi lewat pesan singkat kepada detikkcom, Minggu (25/4/2021).


Hendi menyebut langkah antisipasi lainnya dari Pemkot Semarang untuk mencegah euforia bagi yang sudah divaksin yaitu dengan lebih menegakkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang sudah lama diterapkan di Kota Semarang. Termasuk soal surat edaran (SE) Wali Kota Semarang soal mudik yang bakal mengharuskan pendatang dikarantina 5 hari.


"Iya dengan PKM dan SE," tandansya.


Soal SE yang dimaksud yaitu SE Nomor B/1 806/443/V/2021 tentang pemberlakuan karantina/isolasi bagi warga pendatang pada masa mudik lebaran hari raya Idul Fitri 1442 H atau tahun 2021 ini dalam rangka pengendalian COVID-19.


Ada 4 poin dalam SE, pada poin ketiga yaitu soal karantina 5 hari bagi orang yang mudik ke Kota Semarang tanpa bisa menunjukkan surat keterangan sehat.


"Apabila pendatang tidak sanggup menunjukkan surat keterangan sehat, maka yang bersangkutan wajib karantina 5 kali 24 jam," kata Hendi hari Jumat (23/4/2021) lalu.

Sementara itu hari Jumat (23/4) lalu Dinas Kesehatan Kota Semarang menjelaskan soal kondisi kasus COVID-19 dalam dua minggu terakhir. Disebutkan ada 411 kasus baru setelah mendapat vaksin. Selain itu disebutkan pula mulai ada penurunan ketaatan protokol kesehatan.


"Dalam data kami temukan juga, 267 kasus terkonfirmasi setelah mendapatkan vaksin dosis satu dan 144 yang ditemukan pada penerima vaksin dosis dua. Nah ini mohon dimengerti juga oleh seluruh masyarakat bahwa bukan berarti setelah vaksin jadi kebal virus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam dalam siaran persnya, Jumat (23/4/2021).


"Sekalipun punya kekebalan tapi tetap bisa terpapar jika prokesnya tidak dijalankan. Vaksin ini hanya melindungi kita dari gejala berat jika virus masuk dalam tubuh. Jadi mohon kepada masyarakat untuk tidak euphoria menerima vaksin kemudian prokesnya ditinggal. Harus tetap wajib 5M ditambah dengan vaksin, insyallah proteksinya dobel dan kita terhindar dari COVID-19," imbuhnya.

https://kamumovie28.com/movies/my-belle-boss/


TikTok 'Mesum' dr Kevin Samuel yang Bikin Ibu-ibu Takut Cek Kandungan


Media sosial sempat dibuat geger oleh sosok dr Kevin Samuel. Gara-gara video Tiktok 'mesum' yang menuai kecaman publik, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) turun tangan agar tak bikin takut ibu-ibu yang hendak periksa kandungan.

Semua berawal dari video berdurasi 15 detik yang diunggah melalui akun Tiktok @drkevinsamuelmpg pada Sabtu (17/4/2021). Dalam video tersebut, Kevin berlagak seolah-olah mengobrol dengan perawat, diminta melakukan vaginal touche pada wanita hamil yang baru mengalami pembukaan 3.


Sembari bergoyang dan memicingkan mata, ia menuliskan 'Awkward Moment' pada adegan tersebut. Mimik inilah yang dikecam publik lantaran menunjukan ekspresi mesum.


Dalam konferensi pers yang digelar IDI, dr Kevin Samuel meminta maaf pada publik dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).


"Saya sendiri di sini secara pribadi memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian atau perbuatan yang telah saya lakukan. Saya harap karena kejadian ini tidak memudarkan niat masyarakat untuk memeriksakan diri kepada dokter Indonesia yang profesional," sesal Kevin, Kamis (22/4/2021).

https://kamumovie28.com/movies/a-cinderella-story-if-the-shoe-fits/