Senin, 26 April 2021

Lapan Jepret 'Mata Sahara', Pusaran Raksasa di Afrika

 Satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memamerkan hasil foto menakjubkan Mata Aahara dari luar angkasa.

Sebelumnya, Mata Sahara tersebut telah diabadikan oleh satelit negara lain, salah satunya dari NASA. Kini, Mata Sahara dijepret oleh satelit Lapan-A3/Lapan-IPB dari ketinggian 505 km di atas permukaan Bumi.


Mata sahara atau dikenal juga sebagai Struktur Richat (Qalb ar-Risyat) adalah sebuah struktur geologis unik berbentuk melingkar dengan diameter 40 km yang terletak di dataran tinggi Adrar, negara Mauritania, bagian barat laut Afrika.

Mata Sahara pertama kali diabadikan dari luar angkasa oleh wahana Apollo 9 pada 10 Maret 1969 atau 52 tahun lalu. Namun sudah setengah abad, fenomena alam ini masih memukau mata, khususnya bagi astronaut yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).


Lapan mengungkapkan bahwa Mata Sahara adalah salah satu fenomena alam yang tidak terkait konspirasi apapun di dalamnya, termasuk mengenai Atlantis.


Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan Andi Pangerang menjelaskan bahwa struktur melingkar seperti ini lazim disebut 'kubah' karena terdiri dari lipatan sedimen magma yang menyembul naik ke permukaan Bumi.


"Lipatan ini disebut juga sebagai antiklin. Antiklin pada Mata Sahara ini sangat simetris dan terkikis membentuk lingkaran sempurna, sehingga struktur ini sempat diduga merupakan bekas tabrakan meteorit," kata Andi dikutip dari situs Lapan.


Andi mengutip dari pernyataan Jacques Richard-Molard di tahun 1984 mempertimbangkan struktur ini sebagai hasil dari thrust (gaya naik) yang mendorong magma ke permukaan Bumi, yang disebut juga thrust lakolit.


Disampaikan Andi berdasarkan penelitian terakhir yang dilakukan Guillaume Matton di 2005 dan 2008 juga mengatakan bahwa Mata Sahara tersebut terbentuk bukan karena tabrakan meteorit atau benda luar angkasa lainnya.


Struktur ini diduga terbentuk sejak 98 juta tahun lalu berdasarkan penanggalan Argon, salah satu penanggalan geologis yang berdasarkan peluruhan kadar Argon di dalam batuan.


"Berarti, Mata Sahara sudah muncul sejak periode kapur (cretaceous) akhir, ketika benua besar Pangea terpisah menjadi beberapa benua yang ada seperti saat ini (kecuali India yang belum menyatu dengan Asia dan Australia yang masih menyatu dengan Antartika)," tuturnya.


Adapun, bagian tengah Mata Sahara, kata Andi, merupakan lapisan tertua dikarenakan magma telah naik lebih dahulu dan kemudian mengeras. Sedangkan, semakin ke tepi, lapisan tersebut berumur semakin muda.

https://movieon28.com/movies/night-guards/


Facebook Uji Fitur Rekomendasi Bisnis


- Facebook dilaporkan sedang menguji fitur yang akan merekomendasikan postingan dari bisnis di News Feeds pengguna. Facebok mengatakan fitur bertujuan untuk membantu pengguna menemukan bisnis baru yang mungkin tidak mereka temukan sendiri.

Dengan pembaruan tersebut, Facebook akan menyisipkan pilihan thumbnail pratinjau postingan dari bisnis yang belum diikuti. Thumbnail akan muncul langsung di bawah postingan dari halaman bisnis dan akan membahas topik yang serupa.


Misalnya, postingan restoran mungkin merekomendasikan postingan dari restoran lain di area pengguna atau merek kecantikan mungkin mengarah ke perusahaan serupa.


Facebook mengatakan pada awalnya berencana untuk menguji fitur tersebut di Amerika Serikat, tetapi berencana untuk memperluas upaya tersebut.


Dilansir detiKINET dari Engadget, Jumat (16/4/2021) pengujian ini dilakukan saat Facebook bersiap untuk pembaruan iOS 14 yang akan mempersulit perusahaan untuk melacak pengguna. Facebook sebelumnya telah memperingatkan Apple bahwa perubahan tersebut akan merugikan bisnis kecil yang mengandalkan iklannya.


Merekomendasikan posting dari bisnis yang mirip dengan yang sudah diikuti pengguna dapat membantu Facebook memberikan visibilitas kepada perusahaan tersebut tanpa pelacakan iklan.


Facebook mengumumkan pengujian tersebut sebagai bagian dari pembaruan yang lebih besar untuk bisnis. Selain rekomendasi baru, Facebook juga memperluas ketersediaan desain halaman barunya dan memudahkan pemilik bisnis untuk membuat draf, menjadwalkan, dan mempublikasikan posting dari akun mereka.

https://movieon28.com/movies/fearful-24-hours/

Samsung Galaxy S21 Series 5G Jadi Official Smartphone PUBG Pro League

  Samsung ternyata punya andil dalam terselenggaranya kompetisi PUBG Mobile terakbar di Indonesia tahun ini yaitu PUBG Mobile Pro League Indonesia Season 3. Produsen ponsel asal Korea Selatan ini menjadi official smartphone pada kompetisi ini dengan Samsung Galaxy S21 Series 5G Series menjadi senjata bagi para pro player.

Tentunya ini semakin membuktikan Samsung mendukung ekosistem e-Sports di Indonesia. Usai mendukung berbagai gelaran turnamen seperti Mobile Legend, Piala Presiden, kini Samsung mensponsori PUBG Mobile Pro Indonesia Season 3.


Dengan menggunakan Galaxy S21 Series 5G untuk pro gaming khususnya PUBGM, Samsung ingin ikut punya andil memajukan ekosistem e-Sports di Indonesia dengan menggunakan perangkat kompatibel digunakan untuk ajang besar.


Lalu apa keunggulan dari Galaxy S21 Series 5G sehingga Samsung pede ponsel ini dapat digunakan untuk kompetisi resmi PUBG kali ini?


Pada bagian muka, sebuah layar flat sebesar 6,2 inch nampaknya sudah cukup memanjakan para pro player untuk melihat layar dalam kompetisi kali ini. Ditambah dengan panel Dynamic Amoled 2X yang dapat menyuguhkan warna dengan tetap memanjakan mata.


Selain itu refresh rate sebesar 120 Hz dinilai dapat melakukan transisi yang smooth ketika bermain game. Belum lagi fitur Eye Comfort Shield yang dapat mengurangi cahaya biru yang berbahaya. Sehingga para pemain dapat dengan nyaman memandangi layar ponsel selama game berlangsung.


Apalagi Galaxy S21 Series 5G punya desain bodi yang cukup ringan dan compact. Dengan dimensi sebesar 151.7 x 71.2 x 7.9 membuatnya sangat nyaman untuk digenggam. Tak hanya itu, ponsel ini juga hanya memiliki berat sebesar 169 gram saja!


Namun, untuk bagian jeroannya Samsung tak main-main. Galaxy S21 5G dibekali dengan chipset Exynos 2100 yang dipadukan dengan RAM hingga 8GB. Soal internal storage, gawai ini memiliki dua opsi yaitu 128GB dan juga 256GB.

Tentunya performa gahar tersebut juga dipadukan dengan baterai monster sebesar 4,000 mAh dengan fitur fast charging hingga 25 W. Dengan baterai ini, tentunya para pemain PUBG akan dengan tenang bermain tanpa harus takut baterai habis.


Itulah keunggulan dari Samsung Galaxy S21 Series 5G sehingga menjadi official smartphone pada kompetisi PUBG Mobile Pro League Indonesia Season 3. Untuk info lebih lanjut soal ponsel dan juga jajaran lainnya dari Samsung Galaxy S21 Series 5G, bisa dilihat di sini.

https://movieon28.com/movies/oh-my-wife/


Lapan Jepret 'Mata Sahara', Pusaran Raksasa di Afrika


Satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memamerkan hasil foto menakjubkan Mata Aahara dari luar angkasa.

Sebelumnya, Mata Sahara tersebut telah diabadikan oleh satelit negara lain, salah satunya dari NASA. Kini, Mata Sahara dijepret oleh satelit Lapan-A3/Lapan-IPB dari ketinggian 505 km di atas permukaan Bumi.


Mata sahara atau dikenal juga sebagai Struktur Richat (Qalb ar-Risyat) adalah sebuah struktur geologis unik berbentuk melingkar dengan diameter 40 km yang terletak di dataran tinggi Adrar, negara Mauritania, bagian barat laut Afrika.

Mata Sahara pertama kali diabadikan dari luar angkasa oleh wahana Apollo 9 pada 10 Maret 1969 atau 52 tahun lalu. Namun sudah setengah abad, fenomena alam ini masih memukau mata, khususnya bagi astronaut yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).


Lapan mengungkapkan bahwa Mata Sahara adalah salah satu fenomena alam yang tidak terkait konspirasi apapun di dalamnya, termasuk mengenai Atlantis.


Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan Andi Pangerang menjelaskan bahwa struktur melingkar seperti ini lazim disebut 'kubah' karena terdiri dari lipatan sedimen magma yang menyembul naik ke permukaan Bumi.


"Lipatan ini disebut juga sebagai antiklin. Antiklin pada Mata Sahara ini sangat simetris dan terkikis membentuk lingkaran sempurna, sehingga struktur ini sempat diduga merupakan bekas tabrakan meteorit," kata Andi dikutip dari situs Lapan.


Andi mengutip dari pernyataan Jacques Richard-Molard di tahun 1984 mempertimbangkan struktur ini sebagai hasil dari thrust (gaya naik) yang mendorong magma ke permukaan Bumi, yang disebut juga thrust lakolit.


Disampaikan Andi berdasarkan penelitian terakhir yang dilakukan Guillaume Matton di 2005 dan 2008 juga mengatakan bahwa Mata Sahara tersebut terbentuk bukan karena tabrakan meteorit atau benda luar angkasa lainnya.

https://movieon28.com/movies/almost-christmas-2/