Jumat, 20 Desember 2019

Ujung Dunia di Arab Saudi

 Arab Saudi nyatanya punya berbagai destinasi wisata yang cantik. Salah satunya adalah Jebel Fihrayn yang disebut sebagai ujung dunia!

Disebut sebagai ujung dunia, Jebel Fihrayn, merupakan gurun berbatu dengan keajaiban geologis yang menakjubkan. Kenapa ujung dunia? Di sini kamu bisa menemukan pemandangan indah yang tidak terputus dari cakrawala.

Dilansir dari beberapa sumber oleh detikcom, Rabu (2/10/2019), Jebel Fihrayn bertempat di bagian barat daya Riyadh, Saudi Arabia, merupakan bagian dari lereng curam dari Gunung Tuwaiq. Ketika berdiri di tebing, kamu bisa melihat sungai-sungai kering berkelok dan melihat unta-unta dan penggembalannya lewat jauh di bawah.

Lokasinya 90 km dari Riyadh dan memerlukan waktu selama 1,5 jam. Untuk sampai ke sini, traveler harus menggunakan mobil 4 WD karena jalanannya yang sangat terjal. Walaupun ada beberapa orang yang memilih menggunakan mobil biasa, tapi risikonya sangat besar.

Kalau mau ke sini, kamu tidak akan menyesal traveler. Gurun ini popular didatangi para wisatawan karena memiliki pemandangan yang spektakuler dan pastinya akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan di Riyadh.

Tebing ini memiliki dataran tinggi dengan banyak pemandangan yang indah. Yang membuat tempat ini spesial adalah, bagian lereng curamnya memiliki tepi panjang yang akan memberikan pemandangan tidak terbatas. Hanya dataran yang bisa dilihat sejauh mata traveler memandang.

Pasti sangat menyenangkan jika bisa berjalan-jalan di tepi tebing ini, bisa sambil memacu adrenalin karena jalanannya yang cukup curam dan tidak ada pagar atau pembatas sambil melihat keindahan yang tiada batas. Selalu ingat akan keselamatan ya traveler.

Nah, musim yang direkomendasikan untuk ke sini yaitu musim dingin dan gugur ketika langit cerah dan suhu udara hangat atau dingin. Tebing ini bisa menjadi sangat panas di musim kemarau dan tidak ada tempat berteduh di sana. Dan yang perlu traveler ketahui kalau ingin nyaman dan tidak ramai pengunjung, Anda bisa datang di hari kerja.

Jika sudah sampai di sini, traveler sudah akan menemukan pemandangan yang indah. Kalau ingin yang lebih menakjubkan, kamu harus jalan ke kanan dari arah parkir mobil dengan jarak ratusan kilometer.

Waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Di sana ada tanjakan curam dan jalanan sempit mengarah ke sebuah batu, tempat di mana traveler akan benar-benar merasakan berada di ujung dunia. Pemandangan menakjubkan siap menyambut traveler.

Selama beberapa tahun, tebing ini menjadi popular di kalangan turis mancanegara. Apalagi saat weekend di musim dingin.

Serba-serbi Neom, Calon Kota Paling Canggih di Dunia

 Arab Saudi tengah melakukan beragam mega proyek pariwisata, salah satunya membangun Kota Neom yang sudah diproyeksikan menjadi kota paling futuristik di dunia.

Menyadari ketergantungan negaranya akan hasil minyak, Arab Saudi pun melakukan pergerakan dengan melirik potensi lain. Negara kaya ini pun akan memfokuskan diri untuk menjadi destinasi pariwisata dunia.

Ragam mega proyek pariwisata pun dicanangkan bahkan sudah mulai dikerjakan. Salah satunya adalah membangun Kota Neom, calon kota futuristik di Arab Saudi.

Dirangkum detikcom dari beragam sumber, Selasa (1/10/2019), Neom akan dibangun di wilayah seluas 26.500 kilometer persegi. Proyek ini berencana menyulap daratan tandus yang lokasinya dekat dengan Terusan Suez, berjajaran dengan Laut Merah dan Teluk Aqaba.

Digadang-gadang, pembangunan Kota Neom akan membutuhkan dana USD 500 miliar dengan masa pembangunan 40 tahun. Neom akan menjadi kiblat masa depan untuk dunia dalam beragam hal.

Kamis, 19 Desember 2019

Mendaki Gunung di Musim Hujan? Ini Tipsnya

Musim hujan sudah tiba, namun aktivitas pendakian tetaplah ramai. Punya banyak tantangan, berikut tips mendaki gunung di musim hujan.

Hai sahabat pendaki, sudah Desember aja ya, artinya di Indonesia sudah masuk musim hujan. Masih semangat buat mendaki walau basah-basahan?

Memang ya, kalau sudah mendaki gunung bisa bikin candu. Walau musim panas, musim hujan tetap saja bawaanya mau naik gunung. Alhasil naik gunung saat musim penghujan sudah pasti kita bisa basah kuyup, bahkan bisa mandi lumpur di jalur pendakian karena becek.

Mendaki di musim hujan tidak hanya masalah basah dan kotor terkena lumpur, dari segi safety, pendakian di musim penghujan juga memiliki resiko yg lebih tinggi.

1. Tersambar petir

Sudah enggak asing lagi ya sahabat pendaki, saat hujan identik dengan petir. Tidak jarang kita mendengar atau membaca berita tentang tersambar petir saat mendaki gunung.

Petir pada dasar memiliki sifat menyambar benda tertinggi di suatu area atau Lebih mungkin menyambar benda yang terbuat dari logam, atau paling tidak yang bermuatan.

Salah satu cara cepat menghindari petir ialah dengan masuk ke dalam gedung yg berada di sekitar anda. Tapi gimana kasusnya saat kita di alam bebas seperti saat kita mendaki gunung?

Jika berada di dalam bangunan namun tidak ada banguan lain disekitarnya seperti di pos pendakian, maka segera jauhi pintu, jendela, dan tempat lain dimana air dapat masuk.

Gunakan alas kaki dari karet, dan kenakan pakaian kering/ segera ganti pakaian jika basah. Jangan berdiri bergerombol bila anda sedang berada di luar ruangan, matikan HP, Ipod , dan gadget elektronik lainnya.

Bila Anda sedang berjalan di area terbuka (sedang tracking misalnya), segera berhenti. Duduklah di atas tas anda, peluk lutut anda dan bungkukkan badan. Usahakan tidak menyentuh tanah.

Jangan terlalu dekat dengan pohon, namun jangan terlalu jauh. Buat jarak kira-kira 1/2 tinggi pohon, jarak yang ideal untuk mengalihkan petir mengenai pohon namun tidak merambat ke tubuh anda.

Jika ada korban yang terkena sambaran petir, tangani dengan hati-hati dan jangan dibawa bersama barang yang bermuatan listrik agar tidak kembali disambar petir. Itulah beberapa tipsnya, atau kalau mau lebih aman lagi tunda dulu mendaki saat musim hujan.

2. Resiko mengalami hipotermi

Saat mendaki gunung, kehujanan dan basah, waspadai bisa terkena hipotermi. Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC.

Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan kematian.

Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Sejumlah kondisi yang berpotensi membuat panas tubuh banyak hilang dan menyebabkan hipotermia, yaitu, terlalu lama berada di tempat dingin, mengenakan pakaian yang kurang tebal saat cuaca dingin, terlalu lama mengenakan pakaian basah, terlalu lama di dalam air, misalnya akibat kecelakaan kapal.

Bila orang tersebut masih bernapas dan denyut nadinya masih ada, lakukanlah tindakan berikut ini untuk membuat suhu tubuhnya kembali normal:

Pindahkan korban ke tempat yang lebih kering dan hangat. Pindahkan secara hati-hati karena gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantungnya berhenti.

Jika pakaian yang dikenakannya basah, maka gantilah dengan pakaian yang kering.

Tutupi tubuhnya dengan selimut atau mantel tebal agar hangat, jika tersedia, gunakan thermal atau emergency blanket, masukkan korban ke dalam sleeping bag agar lebih hangat.

Jika dia sadar dan mampu menelan, berikan minuman hangat dan manis.

Berikan kompres hangat dan kering untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena malah menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.