Minggu, 29 Desember 2019

Pesona Air Terjun Cantik di Bengkulu

Bengkulu menyimpan pesona Air Terjun Sengkuang yang cantik untuk dikunjungi traveler. Air Terjun ini cocok didatangi untuk liburan akhir pekan.

Bengkulu sebenarnya tidak kalah dengan provinsi lain mengenai objek wisata alamnya. Hanya saja kurang terekspos. Objek wisata alam yang ada di Bengkulu antara lain air terjun Sengkuang, Curug Embun, air terjun Kemumu, Pantai Panjang, Pantai Tapak Padri, Pantai Zakat, Pantai Linau, Pulau Tikus, Sungai Suci, dan lain lain.

Nah kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman saya dan keluarga saya ketika pergi ke salah satu objek wisata alam yang letaknya di daerah Kepahiang, yaitu air terjun Sengkuang.

Rencana liburan keluarga kami ini dilakukan secara tiba-tiba saja karena memang saat itu masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri. Jadi untuk menikmati waktu liburan tersebut, kami merencanakan untuk liburan ke objek wisata Air Terjun Sengkuang tersebut. Kami ke sana H+4 hari raya idul fitri 1440 H.

Sebelum hari H menuju sana, saya juga mencari tau informasi perjalanan ke sana seperti lama waktu perjalanan kesana, dan akses menuju air terjun. Lama waktu menuju ke sana dari tempat tinggal saya ke air terjun Kepahiang berdasarkan google maps sekitar 1 jam 58 menit.

Selain itu berdasarkan informasi yang didapat, akses menuju air terjun tidak terlalu sulit. Ok dengan mengetahui informasi tersebut, kami semakin bersemangat karena waktu yang gak terlalu lama dan akses juga gak terlalu sulit. Selain itu, Kami juga menyiapkan cemilan dan pakaian ganti jika kami mandi di air terjun sengkuang.

Yup, hari menuju ke air terjun sengkuang telah tiba. Jam 6 pagi kami sudah siap, dan start ke sana. Di perjalanan memang agak macet. Ya, biasanya hari raya besar jalan lintas pegunungan kota Bengkulu - kepahiang-curup memang rame. Ada yang mau ke kota, ada yang mau kedaerah kampungnya.

Setelah perjalanan sekitar 1 setengah jam kami udah nyampe di kota kepahiangnya. Kami berhenti sejenak dirumah makan padang untuk makan. Maklum, kami ada 2 mobil dan ada keluarga yang belum makan. Jadinya, biar kuat dan semangat kita harus makan dulu.

Makan sudah selesai, lanjut kami melakukan perjalanan lagi ke air terjun. Setengah jam mungkin sudah sampe di tujuan. Google maps sudah di set. Kami melewati kebun teh kabawetan. Ampun, didaerah kebun teh kabawetan agak macet. Banyak orang yang sedang berwisata juga di sana. Yup, no problem, kami harus sabar. Namanya juga masih dalam suasana hari raya.

Setelah bermacet ria dan sudah hampir 40 menit perjalanan, akhirnya kami sampe di air terjun Sengkuang. Kami parkir dulu. Terus kami nanya lagi pada bapak tukang parkir untuk dimana letak air terjunnya.

Untuk sampai di air terjun Kepahiang, ternyata kita harus jalan dulu sekitar 1 km dari tempat parkir. Mobil gak bisa masuk sampe air terjun karena jalannya berbatu, berbelok, dan pastinya sulit untuk masuk kedalam. Kemudian 20 m sebelum sampe ke air terjun kita harus melewati jalan tanah menurun dan sudah di buat seperti tangga.

Namun, kelelahan kami berjalan dari parkir ke air terjun terbayar sudah. Air terjun sengkuang memang luar biasa. Air terjun nya memang tidak terlalu tinggi. Tapi lumayan deras airnya. Dan pastinya kami udah gak sabaran untuk mandi di sana.

Tanpa berlama lama, kami langsung menuju ke tempat air terjun. Airnya dingin sekali dan jernih. Bersama keluarga kami menikmati main air. Tidak lupa kami mengambil beberapa jepret foto untuk dijadikan dokumentasi.

Mandi di air terjun Sengkuang bersama keluarga memang menyenangkan. Tapi lebih menyenangkan lagi dan pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan apabila kami bisa pergi bersama sama ke Dubai. Kami pengen sekali keluar negeri terutama ke Dubai, apalagi kami belum pernah pergi ke sana.

Dubai yang merupakan salah satu kota termewah di Uni Emirat Arab menjadi daya tarik tesendiri bagi saya dan keluarga saya. Dubai juga terkenal akan arsitekturnya yang sangat modern. Selain itu, Dubai juga memliki tempat wisata yang sangat luar biasa.

Jika saya dan keluarga saya berkesempatan menginjakkan kaki di Dubai, kami ingin sekali mengunjungi tempat wisata di Dubai seperti The Dubai Fountain, Burj Khalifa, Miracle Garden, Dubai Museum, Big Red, dan tempat wisata lainnya. Saya akan berfoto ria bersama keluarga di destinasi wisata tersebut bersama keluarga saya.

Di Burj Khalifa saya akan saya akan melihat gedung-gedung yang ada di Kota Dubai. Di Dubai Museum saya melihat dan berfoto di bangunan tertua tersebut. Dan pastinya sangat menyenangkan apabila saya bisa ke sana bersama keluarga saya.

Tangkuban Perahu, Ekstrem Namun Digemari

Beberapa waktu lalu, Gunung Tangkuban Perahu mengalami Erupsi. Tempat wisata ini cukup ekstrem namun banyak digemari masyarakat.

Gunung Tangkuban Perahu terletak di 13 km arah utara dari tempat tinggal saya sekarang. Terakhir mengunjunginya belasan tahun lalu, ketika saya masih SMA. Setelah belasan tahun, saya berkesempatan mengunjunginya lagi. Terakhir saya kesini bersama teman-teman STM, kali ini bersama keluarga tercinta.

Dulu, saya mencapai kawah dengan berjalan kaki dari kaki gunung, sekalian hiking. Namun sekarang, karena membawa anak, kami naik mobil.

Sejak lama, Kawah Tangkuban Perahu menjadi tujuan wisata yang ramah pengunjung. Khususnya dari segi transportasi, karena untuk mencapai kawah yang ada di puncak Gunung, para pengunjung bisa mengendarai mobil, hingga ke area kawah. Enak bukan?

Keadaan alam di Kawah Tangkuban Perahu tidak banyak berubah. Paling yang membuat pangling adalah fasilitas-fasilitas untuk para pelancongnya. Ada beberapa bangunan baru yang menggantikan bangunan lama.

Sebelum erupsi pada beberapa waktu lalu, Tangkuban Perahu mengalami erupsi sekitar tahun 2014. Mudah-mudahan kali ini hanya 'batuk' biasa yang tidak berkepanjangan apalagi sampai erupsi besar.

Kawah Gunung Tangkuban Perahu hanyalah berupa cekungan tandus berpasir yang di tengahnya mengepul asap beracun. Sepintas lalu, area kawah adalah tempat yang tidak memungkinkan untuk mendukung kehidupan, apalagi sebuah peradaban.

Namun, siapa sangka dibalik kondisi alamnya yang ekstrim, Kawah Tangkuban Perahu justru menjadi tujuan wisata yang menjadi sumber penghidupan. Ini yang membuatnya istimewa dan perjalanan traveling ke kawah Tangkuban Perahu menjadikannya extraordinary traveling.

Kondisi ekstrim Tangkuban Perahu menyimpan keindahan tersendiri yang membuat kagum manusia. Terkadang, manusia justru ingin tinggal di sana. Kemudian, manusia mengembangkan berbagai fasilitas supaya bisa tinggal dengan nyaman di lingkungan alam yang ekstrim tersebut.

Saat tulisan ini dibuat, Gunung Tangkuban Perahu Erupsi 2 jam yang lalu. Sementara posisi saya sekitar 13 Km arah selatan Gunung Tangkuban Perahu. Kejadian ini mengingatkan saya pada family traveling bersama keluarga ke Kawah Tangkuban Perahu, beberapa waktu lalu.

Tangkuban Perahu merupakan contoh bukti manusia bisa berdamai dengan alam yang ekstrim kondisinya. Yang kemudian bisa hidup berdampingan.

Pada belahan bumi yang lain, di daerah Timur Tengah ada juga bukti serupa, skalanya lebih besar, Dubai. Sebuah kota di Gurun Pasir yang tandus, namun mampu membangun surga yang berdampingan dengan alam yang panas dan gersang yang bak neraka.

Perjalanan ke Dubai bisa menjadi sebuah extraordinary traveling. Kita bisa mengagumi keunggulan peradaban manusia sekaligus mentadaburi kehebatan kreasi Allah, Sang Maha Pencipta, mereka bisa bersanding berdampingan.

Jika berkesempatan mengunjungi Dubai, saya ingin merasakan sebuah perjalanan di tengah gurun tandus, di bawah terik matahari dengan menaiki unta atau kuda. Pengalamannya pasti luar biasa. Selain itu, saya ingin ke lantai paling tinggi dari gedung Burj Khalifa, merasakan kehebatan arsitektur dan teknologi yang dicapai manusia sehingga bisa membangun gedung setinggi 830 meter ini.

Tentu saja saya juga ingin mengunjungi masjid-masjid dan tempat-tempat tradisional yang indah yang ada di Dubai. Semoga harapan ini bisa mewujud menjadi kenyataan. Aamiin.