Jumat, 17 Januari 2020

Belitung Terus Bidik Turis Singapura

Belitung memiliki potensi wisata beragam yang dapat dimaksimalkan agar sempurna. Tentunya, ini untuk menarik kunjungan turis mancanegara.

Salah satu caranya adalah menggaet wisatawan asal negara tetangga yakni Singapura. Menurut Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, hal ini sudah dibicarakan kepada beberapa pihak. Salah satunya maskapai yang menjadi tombak akses wisata ke Belitung.

"Kita sudah ketemu Pak Moeldoko, Dirut Garuda, sudah rapat, keputusannya adalah kapan rute Singapura Belitung dibuka lagi. Jadi kami akan campaign ulang ke Singapura, yang kemarin sempat putus, baru kita mulai lagi," ujarnya saat ditemui detikcom Sabtu (29/6/2019) kemarin.

Isyak menambahkan, sejumlah maskapai asing pun sudah mulai membuka pintunya untuk kesempatan bekerja sama. Hal ini, dibuktikan oleh 2 maskapai asing yang memberikan secercah harapan untuk konektivitas menuju Belitung.

"CEO Jetstar juga sudah ke Belitung 3 hari yang lalu. Kita juga komitmen bulan depan saya ke Singapura untuk bicara MoU. AirAsia juga sudah menjajal Belitung, mereka punya selebritis syutingnya di sini buat iklan (Belitung)," paparnya.

Menurut Isyak, rute internasional sulit dicapai karena harga tiketnya yang cukup mahal. Misalnya saja, maskapai full service Garuda Indonesia yang pernah membuka rute Singapura-Belitung.

Harga ini, bisa dibilang terlalu mahal untuk penerbangan yang singkat. Terang saja, jarak antara Belitung-Singapura pun tidak terlalu jauh secara geografis. Demi memudahkan akses, Isyak pun ingin untuk mengajak sejumlah maskapai bujet agar bisa memberikan opsi kepada pelancong.

"Dulu Garuda gagal Singapura- Belitung karena harga tiketnya terlalu mahal. Jadi 270 SGD PP, hampir Rp 3 juta tiket saja. Jadi sekarang kami mau cari maskapai yang jual 130 SGD, LCC, kalau Garuda mau ikut silahkan. Maksimal 150 SGD lah" tambah Isyak.

Selain akses, hal yang juga diperhatikan adalah pelayanan atau fasilitas yang diperoleh. Untuk menarik wisatawan khususnya pelancong baru, tentunya harga murah menjadi idola. Hal ini pun diterapkan Belitung tanpa mengurangi kualitas yang sudah ada.

"Kan paket Belitung murah. Hotel dan restoran kami sudah turunkan harga, tapi tidak menurunkan kualitas. Jadi kalau orang Singapura mau berlibur ke Belitung, Rp 3 juta, 2 malam sudah semuanya including tiket," paparnya.

Menurut Isyak, orang Singapura saat ini belum mengetahui Belitung lebih luas. Hal ini pun me jadi ladang permainan untuk para travel agent yang menjual dengan harga tinggi dengan destinasi yang cenderung biasa saja. Isyak pun ingin agar agen perjalanan memiliki standar yang jelas denhan kualitas yang pasti.

"Nanti saya mau tertibkan one price one policy, satu harga satu kebijakan. Jadi nggak boleh sembarangan jual paket, kita putuskan standarnya bagaimana. Patokannya seperti apa, restoran yang didatangi harus apa," imbuh dia.

Wahana-wahana Unggulan di Trans Studio Cibubur

Setiap taman rekreasi pasti memiliki wahana unggulan. Tak terkecuali Trans Studio Cibubur yang juga memilikinya, apa saja?

Dijelaskan Chairman of CT Corp Chairul Tanjung (CT), Minggu (30/6/2019), wahana unggulan itu adalah Pacific Rim. Kata dia, teknologinya sudah seperti yang ada di Universal Studio Singapura.

"Ada Pacific Rim jadi wahana unggulan karena paling mahal investasinya. Tapi experience-nya belum jadi sepenuhnya," ucap CT.

Selain itu, Trans Stido Cibubur nantinya akan menghadirkan beberapa wahana unggulan seperti Boomerang Rollercoaster hingga Air Flight. Yang terakhir kabarnya hanya dimiliki oleh beberapa negara saja di dunia.

Ada pula suguhan pertunjukan yang bisa dibilang memukau karena dimanjakan dengan efek-efek spesial. Yang lebih menarik, akan akan ada alih ilmu juga teknologi dalam pertunjukan ini karena saat ini masih diperankan oleh orang Rusia.

"Ada show kombinasi akrobatik, efek spesial antara LED, lighting, akrobatik dan sory telling dan lain sebagainya dikombinasi jadi satu. Di Indonesia belum ada. Ini show standar internasional," jelas dia.

"Tapi itu masih kurang. Kita akan upayakan sampai layak tonton pada pembukaannya, sempurnanya sampai akhir Juli. Kita akan tambah 6 orang Indonesia, dan 4 lagi orang Rusia karena sekarang baru 10 orang Rusia. 6 bulan ke depan akan diganti Indonesia semua, jadi alih teknologi dan ilmunya," urai CT.

Gua yang Indah di Kampung Halaman SBY

Kampung Halaman SBY di Pacitan menyimpan pesona wisata yang sayang dilewatkan. Gua Gong yang indah dijamin akan mempesona traveler yang datang liburan ke sana.

Dinobatkan sebagai Kota 1001 Gua, rasanya memang layak diberikan kepada Pacitan. Memiliki banyak gua indah, Pacitan selalu jadi incaran ketika libur panjang tiba. Beruntung bagi saya bisa mengunjungi salah satu Guanya yang paling terkenal akan keindahannya, ya apalagi kalau bukan Gua Gong.

Gua Gong berada di Dusun Pule, desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Akses menuju lokasi sudah sangat mudah. Andaikan nyasarpun, tinggal bertanya saja pada warga sekitar, maka pasti akan diberitahu secara rinci. Karena objek wisata ini adalah wisata kebanggaan warga Pacitan.

Bersama rombongan yang menaiki minibus, kami harus berjalan dari tempat parkir menuju pintu masuk Gua. Jaraknya cukup jauh, lumayan seperti olahraga ringan. Setelah membayar tiket sebesar 10 ribu rupiah per orang, maka kamipun menyusuri jembatan di tengah hutan jati yang tak terlalu luas namun terasa sangat sejuk. Tak mau rugi, rombongan pun sejenak berhenti, untuk mengabadikannya. Tak lama kamipun tiba di mulut Gua Gong.

Rombongan kami diminta menunggu di luar sejenak, karena masih ada banyak orang di dalam. Saya sempat berpikir setelah melihat pintu masuk Gua yang kecil, mungkin karena Gua Gong ini kecil, maka tidak bisa menampung banyak orang. Tapi ternyata dugaan saya salah.

Setelah diijinkan masuk barulah saya tahu, ternyata Gua Gong sangat luas. Tidak boleh banyak orang di dalam karena jumlah Oksigen yang terbatas di dalam. Maka untuk kenyamanan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung yang ada di dalam untuk satu rentang waktu.

Sebenarnya disediakan kipas angin di beberapa titik oleh pihak pengelola, namun karena luasnya Gua dan banyaknya pengunjung, maka tetap akan terasa pengap di dalam.

Namun hal tersebut tidak mengurangi kekaguman saya akan keindahan Gua Gong. Terlebih dengan pantulan kerap kerlip cahaya lampu, yang membentuk ilusi warna staglaktit dan staglagmit menjadi warna merah, hijau, kuning atau ungu tergantung warna lampu yang sedang menyorotnya. Ah indah sekali.

Oiya, selain kipas angin dan lampu, sudah dibangun juga tangga untuk memudahkan pengunjung dalam menelusuri gua. Jadi jangan kaget ya melihat Gua yang terlihat cukup modern.

Gua Gong katanya ditemukannya oleh dua warga yang sedang mencari sumber mata air dan akhirnya tersebar ke seantero desa sekitar. Nama Gua Gong sendiri diambil dari bunyi bebatuan di dalam Gua yang terdengar seperti bunyi gong apabila dipukul.

Menyusuri Gua Gong, membuat saya heran dan kagum akan ciptaan Tuhan. Terlebih hal ini disajikan di dalam sebuah Gua, ah sungguh indah sekali. Sayang karena banyaknya pengunjung kami harus segera beranjak untuk bergantian dengan pengunjung yang baru datang.

Belitung Terus Bidik Turis Singapura

Belitung memiliki potensi wisata beragam yang dapat dimaksimalkan agar sempurna. Tentunya, ini untuk menarik kunjungan turis mancanegara.

Salah satu caranya adalah menggaet wisatawan asal negara tetangga yakni Singapura. Menurut Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, hal ini sudah dibicarakan kepada beberapa pihak. Salah satunya maskapai yang menjadi tombak akses wisata ke Belitung.

"Kita sudah ketemu Pak Moeldoko, Dirut Garuda, sudah rapat, keputusannya adalah kapan rute Singapura Belitung dibuka lagi. Jadi kami akan campaign ulang ke Singapura, yang kemarin sempat putus, baru kita mulai lagi," ujarnya saat ditemui detikcom Sabtu (29/6/2019) kemarin.

Isyak menambahkan, sejumlah maskapai asing pun sudah mulai membuka pintunya untuk kesempatan bekerja sama. Hal ini, dibuktikan oleh 2 maskapai asing yang memberikan secercah harapan untuk konektivitas menuju Belitung.

"CEO Jetstar juga sudah ke Belitung 3 hari yang lalu. Kita juga komitmen bulan depan saya ke Singapura untuk bicara MoU. AirAsia juga sudah menjajal Belitung, mereka punya selebritis syutingnya di sini buat iklan (Belitung)," paparnya.

Menurut Isyak, rute internasional sulit dicapai karena harga tiketnya yang cukup mahal. Misalnya saja, maskapai full service Garuda Indonesia yang pernah membuka rute Singapura-Belitung.

Harga ini, bisa dibilang terlalu mahal untuk penerbangan yang singkat. Terang saja, jarak antara Belitung-Singapura pun tidak terlalu jauh secara geografis. Demi memudahkan akses, Isyak pun ingin untuk mengajak sejumlah maskapai bujet agar bisa memberikan opsi kepada pelancong.

"Dulu Garuda gagal Singapura- Belitung karena harga tiketnya terlalu mahal. Jadi 270 SGD PP, hampir Rp 3 juta tiket saja. Jadi sekarang kami mau cari maskapai yang jual 130 SGD, LCC, kalau Garuda mau ikut silahkan. Maksimal 150 SGD lah" tambah Isyak.