Rabu, 22 Januari 2020

Liburan Anti Macet di Bogor, Kunjungilah Vila Bergaya Eropa Ini

Perjalanan weekend kali ini berkunjung ke Edensor Hills, Villa & Resort yang berada Bojong Koneng, Babakan Madang, Sentul, Bogor. Untuk mencapai lokasi dibutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam dari pusat Kota Bogor, bisa di capai melalui Sentul City.
Resor ini bisa menjadi alternative baik untuk menginap bersama keluarga atau sekadar untuk makan siang atau makan malam bersama pasangan dan teman. Bisa juga untuk foto-foto dengan spot-spot yang instragrammable karena memiliki pemandangan alam yang memesona di sekitarnya.

Saya bersama anak saya berkunjung ke sini memang hanya untuk sekadar hunting foto dan menikmati suasana dan pemandangan alam yang memesona di sekitarnya. untuk masuk ke Edensor Hill, Villa dan Resort ini hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja, hanya saja untuk mengambil foto tidak diperkenankan menggunakan camera khusus dan hanya di perbolehkan dengan menggunakan camera smartphone.

Dari luar, vila dan resornya bergaya Eropa seperti bangunan-bangunan di Eropa pada umumnya dengan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti resto dan cafe. Ada berbagai sajian makanan dan minuman dimulai dari menu Western dengan jenis grill-nya, salad, kemudian jenis pizza dan pasta. Ada pula berbagai makanan nusantara seperti nasi goreng dan lainnya yang bisa dinikmati para pengunjung.

Mau berenang ada kolam renang yang dikelilingi taman dengan berbagai tanaman hias yang meneduhkan dan menyegarkan. Hanya saja kolam renang hanya bisa dipakai oleh tamu yang menginap saja.

Toilet dan musala untuk pengunjung juga bersih dan nyaman. Yang lebih menarik, resort ini dilengkapi dengan podium khusus untuk menikmati pemandangan alam dan menjadi sport favorit untuk berfoto.

Apabila bosan menginap di daerah puncak yang setiap weekend dan liburan selalu padat dan macet, maka resor Edensor Hills bisa menjadi salah salah satu alternatifnya.

Lagi Ngecas HP di Pesawat Tapi Diganggu Kaki Penumpang Lain, Kesal?

Ada banyak tipe penumpang menyebalkan di pesawat. Salah satunya, saat kita asyik ngecas handphone tiba-tiba diganggu kaki penumpang lain. Nyeker pula, duh!

Seperti itulah kira-kira yang dialami oleh salah seorang penumpang bernama Jill Kimmel. Jill mendapati ada kaki penumpang lain yang cukup mengganggu dirinya.

Sudah begitu penumpang itu dengan santainya telanjang kaki saat Jill sedang ngecas handphone di pesawat. Dia bahkan menggerak-gerakkan kakinya hingga menyentuh kabel charger Jill.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Senin (10/6/2019), ceritanya Jill saat itu naik pesawat bersama dengan pacarnya. Nah, saat sedang ngecas handphone, tiba-tiba ada kaki nyeker penumpang lain yang muncul dan mengganggu Jill.

Jill pun memvideokan detik-detik saat kaki telanjang penumpang ini dengan santainya menyentuh-nyentuh kabel chargernya. Sepertinya dia sedang melakukan peregangan.

"Kurang dari 15 menit terbang dan sekarang saya harus membakar charger handphone saya," tulis Jill di Instagramnya.

Dalam video pendek yang beredar viral itu, kaki telanjang wanita ini direnggangkan bahkan digerak-gerakkan seperti sedang santai di rumah sendiri. Padahal ada Jill dan kabel chargernya yang menjulur.

Jill pun sempat menghindarkan kabel chargernya dari kontak sentuhan dengan kaki telanjang penumpang tak dikenal itu. Sebagian traveler lain pun merasakan rasa jijik yang sama dengan Jill.

"OMG. Tidak, tidak, tidak. Siapa yang stretching di pesawat yang baru 15 menit terbang. Bakar charger itu," komentar salah seorang traveler.

Sementara traveler lainnya menanggapi dengan setengah bercanda. "Setidaknya warna cat kukunya matching dengan sandalnya," imbuh traveler lain.

Masalah penumpang nyeker alias bertelanjang kaki di pesawat ini sebenarnya ditentang banyak pakar. Ada yang menyebut karpet pesawat tidak sebersih yang traveler duga, tetapi banyak kumannya.

Sementara ahli yang lain, menyebut traveler sebaiknya mengenakan sandal hotel saat berada di pesawat. Jangan sampai bertelanjang kaki karena kontak langsung dengan kulit akan lebih berbahaya.

Wisata All in One di Jakarta Fair, Pameran Terbesar di ASEAN (3)

Terdapat musala

Ada dua musalla yang memuat cukup banyak pengunjung. Masih banyak lagi yang lainnya. Ini adalah pasar terlengkap yang saya lihat. Kebutuhan berbelanja berbagai produk ternama dan termutakhir juga ada. Pakaian, berbagai produk ada ditemukan di satu tempat. Iya, di tempat ini.

Stan SP2020

Salah satu stan yang saya kunjungi adalah Stan Badan Pusat Statistik (BPS) yang sedang giat-giatnya mensosialisasikan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020). Tampilan dominan warna biru sebagai warna utama SP2020 cukup menarik perhatian para pengunjung untuk mengulik banyak tentang BPS, utmanya tentang SP2020.

Stan ini terletak di Hall B3 no. 45B. Tidak hanya menyediakan informasi yang sangat penting tentang data statistik dan SP2020, di sini juga diadakan kuis yang hadiahnya menarik untuk setiap pengunjung.

Kami pulang setelah mereka tampak kecapekan tetapi sangat senang. Kami dimudahkan dengan langsung dapat bus arah PGC dan berhenti di halte Kebon Nanas Selatan yang dilalui oleh bus, dekat tempat tinggal kami. Sepanjang jalan kedua putri kami tertidur pulas di pangkuan kami. Kami mendapat tempat duduk prioritas karena membawa anak kecil.

Tiket Masuk

Tiket masuk sangat mudah diperoleh di depan pintu masuk. Harganya mencapai 40 ribu rupiah per orang, gratis untuk lansia dan anak kecil tinggi di bawah 100 cm. Harga bisa hemat sampai 50% jika menggunakan aplikasi uang digital Dana. Harga itu juga hanya berlaku di hari libur nasional karena selain hari libur nasional harganya mulai dari 25 ribu rupiah belum termasuk diskon.

Antre beli tiket tidak ribet karena cukup satu orang saja bisa mewakili orang banyak. Ada sekitar 8 loket tiket di tempat. Petugas pun berada di mana-mana bersiap mengarahkan calon pembeli tiket.

Apa saja yang ada di PRJ

Menurut petugas di sana, lahan luasnya sekitar 125.000 meter persegi dengan lebih dari 2.500 stan yang disiapkan untuk pengunjung. Luar biasa ramai. Intinya harus siapkan mental untuk tahan godaan agar tidak pulang dalam keadaaan dompet kosong. Mulai dari pintu masuk saja sudah diuber berbagai tawaran menggiurkan diskon dan pelayan yang menggoda.

Tidak salah kayaknya kalau event tahunan ini diklaim sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara. Pengunjung yang datang semakin malam semakin ramai. Yang membuat kami susah melepas anak dari pegangan dan gendongan.

Wisata kuliner

Wisata kuliner inilah yang paling banyak terlihat. Mulai dari makanan tradisonal hingga makanan dan minuman modern. Kerak telor mudah didapatkan. Soto Betawi di mana-mana, serta makanan khas Jakarta lainnya. Bukan hanya makanan khas Jakarta, banyak juga makanan khas dari Yogya dan Padang yang ditawarkan serta daerah lainnya.

Diskon besar-besaran untuk berbagai panganan bisa diperoleh di berbagai stan yang tersedia.

Wahana bermain

Kami juga mendapatkan begitu banyak wahana bermain anak. Dan ini yang menjadi tujuan utama kami ke sini. Lokasinya dekat Hall C dan D. Ada bianglala kecil, perahu kora-kora, perahu dayung, dan masih banyak yang lain, yakni arena lampu dan wahana Salju. Katanya ini adalah yang baru ada di Jakarta Fair tahun ini. Arena lampu menjadi wahana favorit untuk berfoto di malam hari. Lampu-lampu ini mengelilingi kolam yang dipakai untuk wahana naik perahu bebek.

Pameran multiproduk

Pameran multiproduk dari berbagai sektor industri seperti otomotif, teknologi, elektronik, olahraga, fashion and garment, peralatan rumah tangga, furniture, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal and medicine, perbankan, produk jasa, kosmetik, dan masih banyak lagi. Pameran ini ada yang didukung langsung Kementerian dan atau instansi terkait serta dari berbagai pemerintah daerhaa ikut mempromosikan produknya.

Di dekat wahana ini terdapat wahana slju yang juga begitu diminati meski tiket buat masuk lumayan mahal, mencapai 100 ribu rupiah.

Mobil wara-wiri

Mobil wara-wiri bisa menjadi alternatif untuk berkeliling area PRJ untuk sekedar melihat-lihat keseruan suasana pasar dari atas mobil. Apalagi, kalau sudah capek berjalan kaki keliling. Tiketnya 10 ribu rupiah.