Kamis, 30 April 2020

5 Teori Konspirasi Terheboh Sepanjang Masa, Bumi Datar hingga Virus Corona

4. Paul McCartney sudah meninggal
Mungkin salah satu teori konspirasi musik paling terkenal sepanjang masa adalah teori 'Paul is Dead'. Teori ini mengatakan bahwa Sir Paul McCartney sudah meninggal dalam kecelakaan pada tahun 1966 dan digantikan oleh pria yang mirip dengannya.

Teori ini bahkan didukung oleh beberapa petunjuk yang ditinggalkan oleh The Beatles. Sebagai contoh, banyak yang percaya bahwa John Lennon mengucapkan "I burried Paul" di akhir lagu Strawberry Fields Forever, walau Lennon sendiri bersikeras jika dia mengatakan 'cranberry sauce'.

Lalu sampul album Abbey Road yang terlihat seperti menggambarkan prosesi pemakaman, dengan McCartney sebagai orang yang telah meninggal, dilihat dari fakta bahwa ia tidak memakai sepatu di dalam sampul album tersebut.

McCartney juga memegang cermin ke arah drum di sampul Sgt Pepper's Lonely Hearts Club Band, sehingga mengungkapkan "1 ONE 1 X HE DIE 1 ONE 1."

Namun sepertinya McCartney sendiri hanya menganggap teori ini sebagai lelucon belaka, karena pada tahun 1993 ia merilis album konser yang berjudul Paul is Live sebagai plesetan untuk teori konspirasi itu.

5. Virus Corona buatan manusia
Banyak tudingan yang mengatakan dalang di balik terjadinya pandemi virus Corona COVID-19 di dunia adalah Bill Gates. Ia dicurigai mempunyai agenda tertentu di balik pandemi ini. Alasan ini muncul lantaran Bill Gates ingin segara membuat vaksin virus Corona dan telah menggelontorkan sejumlah dana sebanyak USD 250 juta atau setara dengan 3 triliun rupiah.

Namun ia dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan tindakannya tersebut semata-mata karena ingin membantu dunia menghadapi virus Corona.

"Saya katakan ironis jika Anda mengincar seseorang, yang melakukan yang terbaik untuk membuat dunia siap. Kita memang berada di situasi gila jadi akan ada rumor gila juga," kata Bill Gates.

3. Tragedi 9/11
Teori konspirasi paling menghebohkan selanjutnya adalah, tentang serangan teroris di AS pada 11 September 2001, hal ini berkaitan dengan runtuhnya menara World Trade Center 7.

Seperti diketahui, pada pagi hari tanggal 11 September 2001, terdapat dua pesawat yang menabrakkan secara sengaja ke arah dua menara kembar tersebut. Laporan resmi mengenai tragedi ini menyebutkan, puing-puing yang menyala dari gedung pencakar langit terbakar dan menabrak menara 7 lantai 47 dan pemicu kebakaran di beberapa lantai.

Panas yang dihasilkan merobohkan menara, Institut Standar dan Teknologi Nasional menyimpulkan bahwa ini adalah gedung pencakar langit yang pertama runtuh akibat kebakaran.

Pada November 2016, sekelompok insinyur dari Universitas Alaska mengatakan bahwa kebakaran tersebut tidak mungkin menyebabkan kehancuran.

Mempresentasikan temuan tim di Simposium Keadilan Fokus di New York, yang dipimpin oleh Dr J Leroy Hulsey mengungkapkan, "Ini adalah kesimpulan awal kami berdasarkan pada pekerjaan kami sampai saat ini bahwa api tidak menghasilkan kegagalan di gedung khusus ini," ujarnya.

Putusan tersebut memicu teori bahwa gedung World Trade Center dibawa ke tanah dengan ledakan pembongkaran terkendali, tetapi hingga kini tidak ada bukti yang mendukung teori tersebut.

Rabu, 29 April 2020

Jusuf Kalla: Aturan Penanganan Corona Simpang Siur Tak Jelas (2)

Banyak pekerja mandiri yang tidak jadi prioritas perhatian pemerintah?

Ini tugas pemerintah untuk membantu yang sulit. Ini saya bilang harus menyelesaikan akibatnya dulu, dengan intinya disiplin masyarakat dan ketegasan pemerintah, dua hal itu. Kalau tidak tegas, masyarakat juga tidak disiplin.

Akibatnya ekonomi tidak berjalan karena orang tinggal di rumah, maka pemerintah baik pusat dan daerah setidak-tidaknya harus bantuan pangan yang mendesak kepada masyarakat tidak mampu.

Pemerintah siapkan itu, seperti BLT (bantuan langsung tunai) dan harus dijalankan. Ketika terlambat maka ratusan orang meninggal.

Apakah Indonesia mampu?

Pemerintah harus mampu. Indonesia bukan negara miskin amat, kita anggota G-20 tentu kita ada cadangan, dan mau minjam. Negara yang kaya seperti Timur Tengah saja mau minjam, maka kita harus pertaruhkan segala hal, segala apapun ongkosnya, dan ongkos sosial.

Berbeda kalau ini gempa. Tidak ada akibatnya. Kalau ini ditunda makin menyebar

Berpotensi terjadi krisis akibat pandemi virus corona?

Krisis ekonomi sosial, banyak nganggur dan kemiskinan, produktivitas menurun. PDB (Produk Domestik Bruto) kita pasti turun, antara setengah persen atau negatif. Tidak perlu terlalu khawatir, kita sudah pernah khawatir minus 15 persen tahun '98.

Ini bisa lebih buruk dari '98. Tahun '98 itu cuma tiga negara, tapi yang kena itu yang impor bahan baku. Sedangkan yang ekspor bahan baku senang. Krisis itu Sulawesi bisa untung.

Sumatera itu karet justru untung besar, hanya Jakarta saja yang kena sebetulnya waktu itu. Sekarang seluruh Indonesia khawatir jangan-jangan dia kena.

Memicu kriminalitas?

Saya tidak katakan itu, tapi kalau tidak cepat dan tidak memberikan ketersediaan pangan BLT, karena banyak orang nganggur.

Apa yang perlu dilakukan?

Disiplin dan ketegasan. Berkali-kali saya katakan, menjalankan instruksi, bukan mengimbau. Ini kan pemerintah Republik Indonesia bukan pengimbau Republik Indonesia. Tegas dan disiplin, di samping kita harus pencegahan.

Menurut Anda, apa perubahan yang terjadi setelah semua ini berakhir?

Kita mungkin mempercepat persatuan kehidupan dan kehidupan kekeluargaan akan lebih baik. Kebiasaan lama, tidak perlu dipanggil, melakukan Zoom saja.

Tapi begini ekonomi akan makan waktu, kita tidak bisa prediksi itu tapi akan makan waktu. Sama dengan kita tidak tahu kapan kita hidup normal. Kapan kita pergi ke mall akan makan waktu setahun, dua tahun.

Intinya kapan vaksin itu ditemukan, karena selanjutnya bagaimana memvaksin 5 miliar orang dunia ini dan semua orang di Indonesia. Itu harus divaksin semua, supaya tidak menyebar.

Ini bencana kesehatan, sosial ekonomi yang terbesar, tapi ini bukan yang baru. Tahun 2015 kita ada flu Spanyol diperkirakan 40 juta orang meninggal. Orang meninggal masih lebih banyak (karena Flu Spanyol), perang dunia kedua juga lebih besar, secara bersamaan.

Tapi secara bersamaan sulitnya krisis ekonomi, sosial, kesehatan bergabung jadi satu. Ini yang sulitnya Covid-19.

Anda adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI). Apa kontribusi PMI sejauh ini?

PMI mengambil jalan untuk sterilisasi. Tapi kami bersihkan bukan jalan tapi bangunan, bukan seperti China. Dan ini bukan hal yang gampang menjalankannya, dan bukan hanya Jakarta tapi juga di luar Jakarta, karena tidak ada yang tahu di mana virusnya.

Corona virus itu berada dimana-mana dan dengan mudah menjalar dan menular, dari orang yang tidak kita sadari, dan memegang benda-benda yang tidak jelas apakah ada virusnya apa tidak, maka kita harus sterilisasi kota, terus-menerus dan berulang-ulang.