Jumat, 05 Februari 2021

Alert! Kasus Positif-Aktif COVID-19 Indonesia Tertinggi Se-ASEAN

  Indonesia telah menembus angka satu juta kasus COVID-19 dan menjadi negara dengan akumulasi kasus aktif terbanyak se-Asia Tenggara.

Disebutkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmidzi, laju infeksi COVID-19 masih terus meningkat ditandai dengan 43 persen total kematian terjadi sejak Desember 2020.


"Kasus aktif masih cukup tinggi, ada 175.236 (per 3/2/2020). Melihat gambaran penularan COVID-19, juga masih terus meningkat. Risiko penularan juga masih tinggi walaupun ekonomi sudah mulai agak berjalan," katanya dalam Webinar World Cancer Day 2021 Vaksin COVID-19 dan Kanker, Kamis (4/2/2021).


Jika melihat dari data Worldometers, kasus aktif virus Corona di negara-negara Asean lain belum ada yang menyentuh 50 ribu pasien. Malaysia, contohnya, kasus aktif COVID-19 per 3 Februari berada di angka 43 ribu.


Makin banyaknya angka positif dan kasus aktif juga berimbas pada pelayanan kesehatan. Sudah banyak rumah sakit dan tenaga kesehatan dilaporkan kolaps dalam menangani pandemi COVID-19.


Tak sedikit juga tenaga kesehatan yang gugur. dr Nadia mengungkap sudah ada 684 tenaga kesehatan yang wafat sejak awal pandemi, termasuk di antaranya guru besar di bidang kedokteran.


Salah satu langkah yang dianggap bisa menghentikan laju penularan COVID-19 adalah dengan vaksinasi. Namun pelaksanaan vaksinasi pun masih mengalami banyak kendala untuk menuju herd immunity atau kekebalan kelompok infeksi Corona.


"Vaksinasi kita tahu sudah kita mulai namun masih perjalanan panjang 181,5 juta orang bisa mendapatkan vaksinasi hingga rencana Maret 2022," lanjut dr Nadia.


Dari total sasaran 181.554.465, per 3 Februari baru sekitar 646.026 yang mendapat suntikan pertama dan 71.621 sudah disuntik dosis kedua. Angka ini didapatkan dari nakes yang divaksinasi sebagai kelompok prioritas.


Masih panjangnya perjalanan untuk mencapai kekebalan kelompok COVID-19 membuat seluruh komponen masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan, di samping pemerintah menggencarkan program 3T untuk menghentikan laju penularan Corona.

https://kamumovie28.com/movies/modern-times/


Menkes Sarankan Cara Baru Rayakan Imlek: Transfer Angpao Digital Aja!


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat untuk merayakan hari raya Imlek dengan cara baru. Hal ini menurutnya tak akan menghilangkan esensi arti perayaan Imlek di tengah pandemi COVID-19.

"Cara untuk mengatasi pandemi ini adalah dengan mengurangi laju penularan agar kita bisa mempersiapkan lebih baik karena kesehatannya ada, agar seluruh RS kita juga tidak terbebani," pesannya mengingatkan laju penularan COVID-19 masih tinggi, saat live di Sekretariat Presiden Kamis (4/2/2021).


"Imlek ini adalah momen penting. Imlek ini bermakna tahun baru, Imlek ini bermakna harapan baru dan Imlek ini juga bermakna keberuntungan baru, oleh karena itu tanpa mengurangi maknanya agar teman-teman Khonghucu dan Tionghoa bisa merayakan Imlek ini dengan cara baru," pesannya.


Budi menyarankan untuk memberi angpao pada anggota keluarga secara digital. Bisa pula dengan menggunakan jasa ojek online jika ingin mengirimkannya dalam bentuk angpao merah kepada sanak keluarga lainnya.


Event-event yang dirayakan seperti barongsai kini dihimbau untuk ditampilkan melalui YouTube. Hal ini semata-mata menekan laju penularan COVID-19 yang masih terus tinggi.

https://kamumovie28.com/movies/our-times-2/

Wajib Tahu! Do's and Dont's saat Sudah Disuntik Vaksin Corona

 Kapan bisa kembali kumpul-kumpul bersama teman dan keluarga?

"Itu tergantung apakah setiap orang sudah divaksin," kata para ahli.


Menurut ahli, jika teman atau anggota keluarga yang lain juga telah menerima kedua dosis vaksin COVID-19, risikonya sangat berkurang, terutama jika acara dilakukan di luar ruangan.


"Mungkin cukup aman untuk melihat orang lain yang juga divaksinasi, setelah semua orang mendapat kedua dosis dan menunggu beberapa minggu," kata Wen.


Begitu juga jika teman dan anggota keluarga dikarantina lebih dulu selama 10 hari sebelum kumpul-kumpul di luar ruangan.


"Namun, jika kumpul-kumpul di dalam ruangan, akan ada beberapa tingkat risikonya," kata Wen, terutama dengan penyebaran varian Corona yang lebih menular.


Penting untuk selalu diingat, usai divaksin tak ada kepastian seseorang bisa terhindar dari risiko terpapar COVID-19.


Kapan bisa makan di restoran atau pergi ngegym?

Pusat dan Pengendalian Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) merekomendasikan untuk menghindari ruangan berventilasi buruk. Hal ini dikarenakan risiko terpapar COVID-19 sangat tinggi, dan ada kemungkinan tertular dari silent spreader.


Terlebih lagi, saat makan, tentu mereka tak menggunakan masker hingga sulit menghindari paparan COVID-19. Bahkan ahli menyebut, dengan menjaga jarak di dalam restoran pun tetap tidak cukup aman.


"Saya pikir menjaga jarak 2 meter di dalam ruangan tetap tidak cukup aman," kata Linsey Marr, seorang profesor di Virginia Tech, yang telah mempelajari penularan COVID-19.


"Anda harus memiliki ventilasi yang baik di bar atau restoran itu," kata Marr, salah satu penulis makalah tentang penularan COVID-19 melalui udara melalui tetesan sangat kecil yang disebut aerosol.

https://kamumovie28.com/movies/our-times/


Bisakah bebas bepergian jika sudah divaksinasi?

"Saya ingin menekankan bahwa sekarang bukanlah waktu untuk melakukan perjalanan, internasional atau domestik, ini bukan waktu yang tepat untuk bepergian," kata Dr Rochelle Walensky, direktur baru CDC.


"Dan itu berlaku untuk orang-orang yang telah divaksinasi," tambah Fauci, kepala penasihat medis Gedung Putih.


"Mendapatkan vaksinasi tidak berarti sekarang saya memiliki izin perjalanan gratis," kata Fauci.


1. Masih ada risiko tertular COVID-19

Bahkan, jika kamu menerima vaksin Corona dengan efikasi paling tinggi melebihi 90 persen, masih ada risiko terinfeksi hingga menunjukkan gejala ringan.


2. Antibodi pasca suntik tak langsung terbentuk

Kedua, imunitas yang terbentuk pasca divaksin Corona tentu berbeda di setiap orang. Beberapa dari mereka mungkin baru akan mendapatkan respons imun lebih kuat usai divaksin Corona dosis kedua daripada yang lain.


Ini juga jadi salah satu alasan para ahli bersikeras agar setiap orang menerima suntikan kedua vaksin Corona dalam jangka waktu yang ditentukan.


"Jika melihat data fase 1, fase 2, beberapa orang memiliki antibodi pada COVID-19 tingkat tinggi usai disuntik vaksin Corona pertama, tetapi beberapa orang tidak mengembangkannya," kata ilmuwan vaksin Dr. Peter Hotez, profesor dan dekan di National School of Tropical Medicine di Baylor College of Medicine di Houston.


"Jadi alasan utama perlu mendapatkan dosis kedua adalah agar semua orang mendapat antibodi yang maksimal. Jika Anda hanya mendapatkan satu dosis, Anda tidak benar-benar tahu apakah respons imun pasca disuntik cukup tinggi," kata Hotez.


Catat, perlu waktu dua hingga tiga minggu setelah disuntik vaksin Corona kedua sebelum antibodi terbentuk maksimal.


3. Virus Corona terus bermutasi

Seperti virus lainnya, SARS-CoV-2 terus bermutasi. Terbukti, beberapa varian baru Corona ditemukan di sejumlah negara termasuk Inggris, Afrika Selatan, hingga Brasil.


Para pakar mengingatkan antibodi yang terbentuk pasca sembuh dari infeksi COVID-19 sebelumnya, tak akan bisa melawan varian baru Corona.


"Jika menjadi dominan, pengalaman rekan kami di Afrika Selatan menunjukkan bahwa meskipun Anda telah terinfeksi virus asli, kemungkinan terinfeksi ulang sangat tinggi," jelas Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Alergi Nasional dan Penyakit Menular.


"Infeksi sebelumnya tampaknya tidak melindungi Anda dari infeksi ulang."

https://kamumovie28.com/movies/octavio-is-dead/