Kamis, 11 Februari 2021

Ini Bukti iPhone 12 Mini Kurang Diminati

 - Apple disebut akan menghentikan produksi iPhone 12 Mini lantaran terindikasi kurang diminati oleh para fanboy. Laporan ini semakin sahih dalam laporan terbaru yang disusun oleh biro riset Counterpoint Research.

Dalam data penjualan di Amerika Serikat pada paruh pertama Januari 2021 kemarin, penjualan iPhone 12 Mini hanya mencakup 5% dari seluruh varian iPhone 12 yang terjual di Negeri Paman Sam itu alias paling sedikit pembelinya.


Hal itu menandakan smartphone ukuran kecil semakin kurang diminati. Konsumen banyak beralih ke smartphone ukuran lebih besar karena lebih lapang dalam melihat konten. Bahkan iPhone 11 pun terindikasi lebih disukai ketimbang iPhone 12 Mini.


"Hal ini sesuai dengan apa yang kami saksikan di pasar global yang lebih luas, di mana layar di bawah 6 inch kini hanya mencakup sekitar 10% dari seluruh smartphone yang terjual," sebut Tom Kang, analis Counterpoint yang dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (10/2/2021).


Sebelumnya dalam catatan yang disampaikan pada investor, analis William Yang dari JP Morgan merevisi sebagian prediksinya soal produksi iPhone 12. Ia meyakini Apple mendapatkan paling banyak keuntungan dari iPhone 12 Pro Max dan iPhone 12 Pro serta versi sebelumnya, iPhone 11.


Yang pun memangkas perkiraan produksi dari iPhone 12 dan iPhone 12 Mini, bahkan iPhone 12 Mini mungkin akan setop produksi. "Yang mencatat bahwa karena sepertinya permintaan iPhone 12 Mini lemah, rantai suplai mungkin akan menghentikan produksinya di kuartal II 2021," tulis Apple Insider.


Hal ini bukan berarti iPhone 12 Mini berhenti dijual. Dihentikannya produksinya lebih karena stoknya mungkin sudah dianggap cukup memadai sehingga tidak perlu dibuat lagi. Seperti biasa, Apple tidak berkomentar terhadap spekulasi pasar ini.

https://trimay98.com/movies/bloody-beach/


Begini Aturan OTT Asing di Malaysia dan Australia


- Alexander Rusli, Cofounder dan CEO Digiasia Bios, angkat bicara soal aturan OTT asing di Indonesia, dan membandingkannya dengan aturan OTT asing di Malaysia dan Australia.

Alex, sapaannya, yang juga mantan CEO Indosat Ooredoo tersebut mendukung langkah pemerintah untuk menyelesaikan RPP Postelsiar yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja tersebut, yang dianggapnya sudah tepat.


"Saya mendukung sekali Pemerintah memasukkan kewajiban kerja sama OTT asing dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Kayaknya Pemerintah kita ingin meniru Australia dan Malaysia. Namun dengan versi yang lebih soft. menurut saya itu sangat bagus," ujar Alex.


"Pemerintah Australia dan Malaysia sudah menerapkan aturan kewajiban untuk bermitra dengan pegusaha lokal sejak lama. Bahkan Pemerintah Malaysia lebih tegas lagi mewajibkannya. Kewajiban yang tertuang dalam RPP Postelsiar tersebut lebih win-win dibandingkan kebijakan di Malaysia," tambahnya.


Menurut Alex, yang juga pemilik beberapa OTT lokal ini, di Malaysia pemerintahnya jelas-jelas mewajibkan semua pihak yang ingin berusaha di Malaysia untuk bekerja sama dengan Bumiputra.


Bumiputra yang dimaksud adalah orang Melayu asli. Sedangkan Pemerintah Australia mewajibkan OTT asing untuk kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi lokal.


Alex mengharapkan selain masih harus mencantumkan kewajiban kerja sama antara OTT asing dengan perusahaan nasional di RPP Postelsiar, Pemerintah juga harus merinci dalam peraturan turunannya tentang kerja sama yang nanti akan dilakukan. Dengan adanya rincian kerja sama antara OTT asing dengan operator lokal, maka akan terdapat kepastian berusaha di Indonesia.

https://trimay98.com/movies/da-capo/

Dorong Bisnis & Tren Industri Fashion, Shopee Gelar 3.3 Fashion Sale

 Pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap gaya hidup masyarakat di Indonesia. Adanya keterbatasan saat ini membuat masyarakat mulai menjadikan belanja daring sebagai opsi alternatif dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal inilah juga yang kemudian membuat berbagai kegiatan usaha diharuskan untuk beradaptasi, termasuk bisnis di industri fashion.

Head of Fashion & Lifestyle Shopee Indonesia, Adi Rahardja mengatakan perubahan gaya hidup tersebut secara tak langsung berdampak terhadap industri fashion di Shopee. Hal ini terlihat dari meningkatkan pesanan kategori fashion selama pandemi.


"Perihal dampak pandemi ke perkembangan industri fashion di Shopee, perubahan pola perilaku masyarakat tentu berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap pengguna kami. Di tengah pandemi, kami melihat upaya mitra brand untuk terus mengembangkan dalam kanal online secara adaptif," ujar Adi dalam Media Gathering 3.3 Fashion Sale, Rabu (10/2/2021).


"Kami melihat kategori ini secara spesifik punya ruang gerak karena kategori ini bukan hanya berpakaian, tapi juga gabungan dari bisnis, tren, dan gaya hidup. Secara umum kategori fashion tetap mengalami pertumbuhan, dari Maret hingga Desember 2020, pesanan kategori fashion meningkat 2,5 kali lipat," imbuhnya.


Melihat hal ini, Shopee turut memperkuat industri fashion melalui kampanye 3.3 Fashion Sale sekaligus membantu para industri fashion dalam beradaptasi. Adi juga menjelaskan kampanye ini merupakan inisiatif Shopee sebagai solusi dalam menghadirkan produk fashion terkini, stylish, dan berkualitas bagi pengguna melalui berbagai promo mulai dari 8 Februari - 3 Maret 2021.


"Hal ini juga bertujuan untuk memberikan eksposure khusus bagi para pelaku industri fashion sekaligus menjadi stimulus meningkatkan demand. Shopee hadir dengan beragam penawaran menarik seperti Gratis Ongkir XTRA, Late Night Sale semua di bawah Rp 33.000, dan Beli 3 Ekstra Diskon 30 persen," ungkapnya.

https://trimay98.com/movies/total-messed-family/


Terkait hal ini, Public Figure & Fashion Enthusiast, Febby Rastanty menyampaikan hadirnya kampanye Shopee 3.3 Fashion Sale menjadi momen tepat dalam memenuhi kebutuhan fashion saat ini. Terlebih perubahan tren fashion saat ini menuntut masyarakat untuk menyesuaikan diri agar tetap up to date dan selalu tampil stylish.


"Dengan hadirnya kampanye Shopee 3.3 Fashion Sale, menjadi momentum yang tepat sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan tren fashion terkini. Masyarakat dapat berbelanja berbagai produk fashion pilihan dari penjual dan brand terpercaya serta melakukan transaksi pembelian dimana saja tanpa harus keluar rumah. Selain itu, ragam pilihan produk fashion yang ditawarkan memungkinkan kita untuk melakukan padu padan busana sesuai dengan keinginan dan style fashion masing-masing orang," paparnya.


Di sisi lain, CEO Erigo Muhammad Saddad mengatakan hadirnya beragam kampanye dan promo Shopee selama pandemi memberikan dampak yang signifikan terhadap bisnis fashionnya. Pada awal pandemi, Saddad mengaku bisnisnya sempat terganggu karena adanya pembatasan karyawan.


Sejak saat itulah dirinya mulai lebih adaptif terhadap hal yang sedang tren, termasuk melihat cara belanja konsumen selama pandemi. Terlebih Shopee menghadirkan fitur yang memudahkan seller untuk melihat tren fashion.


"Compare month to month Januari 2020 sampai Januari 2021, kita mengalami kenaikan cukup signifikan 10 kali lipat. Emang awalnya cukup terdampak, so far karena Shopee juga cukup agresif jadi perkembangannya cukup baik," ungkapnya


"Di Shopee kan keliatan barang yang laku apa, jadi sangat memudahkan kita untuk liat tren ke depan yang baik seperti apa. Tapi kalau dari kita tetap konsisten memproduksi barang dan aktif di marketing di sosial media," imbuhnya.


Sementara itu, Founder Cammomile, David Sanjaya mengatakan telah melihat adanya perubahan gaya belanja masyarakat jauh sebelum pandemi. Hal inilah yang membuat pihaknya mencari alternatif lain dengan berjualan secara online.


"Makanya cara bisnis gaya lama udah gak laku lagi saat ini. Kita usahawan harus cari alternatif dan solusi supaya kita bisa bertahan atau berkembang lebih besar lagi. Kita atur strategi dengan cara kita genjot penjualan onlinenya, terutama di Shopee," pungkasnya.


Sebagai informasi, Shopee 3.3 Fashion Sale menawarkan pengalaman berbelanja fashion online yang trendy, stylish dan berkualitas mulai tanggal 8 Februari - 3 Maret 2021. Pengguna dapat memenuhi kebutuhan fashion terkini dengan penawaran terbaik untuk beragam varian produk mulai dari atasan, bawahan, tas, aksesoris dan lainnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai 3.3 Fashion Sale, kunjungi https://shopee.co.id/m/3-3.

https://trimay98.com/movies/the-suffered/