Kamis, 29 April 2021

500 Warga India Eksodus Massal di Tengah Badai COVID-19

 Ratusan warga India berbondong-bondong memadati kereta dan bus di wilayahnya, berencana 'kabur' sebelum kebijakan lockdown di wilayah lain diumumkan. Sebuah rekaman viral menunjukkan stasiun di Gurajat, India, dipenuhi kerumunan orang yang menumpuk saat negara dilanda tsunami COVID-19.

Wabah Corona di India terus memburuk dengan mencatat lebih dari 200 ribu kasus kematian COVID-19 hingga Rabu (28/4/2021). Beredar isu akan ada penerapan lockdown ketat kedua yang diumumkan dalam waktu dekat.


Hal ini membuat banyak warga India akhirnya eksodus massal dari kota-kota padat penduduk. Seorang manajer toko, Satish Gadhvi, yang mengambil rekaman tersebut menjelaskan kronologinya.


Dia mengatakan, orang-orang khawatir lockdown kedua bisa membuat mereka terlantar, karena mereka bekerja di kota tetapi keluarga mereka sering tinggal di desa-desa yang jauhnya bermil-mil.


"Teman saya naik kereta cepat dari Goa ke Gujarat yang tidak berhenti di stasiun itu," jelas Mitra Satish, Debbie Styles, 58, dari London.


"Dia tinggal di India dan belum pernah melihat kondisi seperti itu sebelumnya. Dia merasa sangat takut, dan seperti tidak mempercayainya," lanjutnya, dikutip dari Mirror UK.


Berdasarkan cerita temannya, ada sekitar 500 orang yang berada di peron, beramai-ramai naik kereta yang kapasitasnya terbatas. Mereka sama sekali tidak peduli dengan menjaga jarak.


Untuk diketahui, meskipun mencatat 360.960 kasus baru dalam 24 jam terakhir, rekor harian tertinggi dunia, banyak wilayah India yang tidak memutuskan lockdown, bahkan melonggarkan aturan.


Ibu kota New Delhi dan negara bagian selatan Maharashtra dan Karnataka dikunci, tetapi pembatasan lebih longgar diberlakukan di wilayah lain negara itu. Ahli epidemiologi Bhramar Mukherjee, dari Universitas Michigan, menyerukan lebih banyak tindakan untuk memperlambat penyebaran.


"Pada titik ini, kehidupan jauh lebih penting daripada mata pencaharian. Berikan bantuan kepada orang miskin, tapi tolong kunci dan vaksinasi," katanya.

https://kamumovie28.com/movies/la-la-land/


Nekat! Cegah Selingkuh, Viral Istri di China Beri Obat Pemicu Impoten ke Suami


- Untuk mencegah pasangan mereka selingkuh, tak sedikit istri di China dilaporkan diam-diam memberi suami mereka obat yang bisa menyebabkan impoten.

Dalam sebuah laporan yang mengungkap tindakan nekat para istri tersebut, mereka secara diam-diam mencampurkan diethylstilbestrol (DES), estrogen sintetis yang dapat mencegah pria mencapai ereksi, ke makanan suaminya. Kabar ini tengah viral di media sosial China, WeChat.


Dikutip dari media lokal Global Times, beberapa wanita membeli obat di toko online dan mencampurkannya ke makanan dan minuman suami. Beberapa suami yang tidak setia rupanya berhenti selingkuh setelah meminum obat itu.


Artikel itu juga berisi komentar positif netizen tentang obat tersebut yang telah diidentifikasi sebagai karsinogen oleh Organisasi Kesehatan DUnia (WHO).


"Obatnya mulai bekerja setelah dua minggu saya memberikannya pada suami saya. Sekarang dia hanya tinggal di rumah dan berperilaku baik," tulis seorang wanita yang mengaku membeli obat itu untuk suaminya.


Satu komentar juga mengatakan bahwa setelah memberi suaminya obat selama dua minggu terus menerus, suaminya sekarang sangat baik di rumah.


"Suami saya mengalami disfungsi seksual setelah menggunakannya dan bertanya pada dirinya sendiri 'mengapa?'. Jangan salahkan aku. Saya melakukannya untuk keluarga dan akan terus menggunakannya untuk dia," tulis wanita lainnya.


Setelah artikel itu menjadi viral, obat tersebut sudah tidak tersedia di platform e-commerce populer di China.


Menurut Xiaoxiang dari Morning Herald, beberapa toko masih diam-diam menjual obat dalam bentuk bubuk putih yang tidak berbau dan langsung larut dalam air. Toko sebelumnya menjual obat tersebut kepada lebih dari 100 pelanggan dalam sebulan.


Asisten toko mengklaim bahwa biasanya perlu waktu 15 hari agar efeknya mulai terlihat. Beruntung kemampuan pria untuk mencapai ereksi dapat kembali normal 21 hari setelah mereka berhenti meminumnya.


Ahli hukum, bagaimanapun, mengingatkan para istri bahwa mereka dapat menghadapi tuntutan pidana jika suami mereka terluka parah, dan toko online dituntut jika mereka tidak memiliki izin penjualan medis yang relevan dan dicurigai melakukan bisnis ilegal.

https://kamumovie28.com/movies/tomorrow/

Dokter India Meninggal di RS Tempatnya Bekerja karena Tak Dapat Ventilator

 Peningkatan jumlah pasien kritis COVID-19 di India telah membuat permintaan ventilator ke level tertinggi di Uttar Pradesh, India. Menemukan rumah sakit dengan ventilator telah menjadi perjuangan bagi setiap pasien kritis dan kerabat mereka, bahkan bagi dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut.

Sebuah momen pilu dialami oleh dokter yang sudah bekerja selama lebih dari 50 tahun di rumah sakit Swarup Rani Nehru (SRN). Tak mendapat ventilator, ia meninggal di rumah sakit itu sebagai korban COVID-19.


Dikutip dari India Today, dokter JK Mishra yang berusia 85 tahun itu harus bersaing dengan pasien lainnya untuk mendapat bantuan oksigen.


Sebelumnya dilaporkan dokter Mishra mulai menunjukkan gejala Corona pada 13 Aoril. Tiga hari kemudian, dia dirujuk ke RS SRN untuk mendapatkan perawatan karena gejalanya mulai memburuk.


Tak lama setelah itu, dokter yang merawatnya menyarankan untuk merujuk Mishra ke ruangan khusus ventilator. Namun tak ada satupun alat bantu pernapasan yang bisa ditemukan di seluruh rumah sakit di India.


"Tidak mungkin mengeluarkan ventilator dari pasien lai untuk memberikan satu ke Dr Mishra," kata petugas medis darurat rumah sakit SRN, Suryabhan Kushwaha.


Menurut Kushwaha, rumah sakit tersebut memiliki sekitar 100 ventilator, namun semuanya terpakai habis oleh pasien yang dirawat sebelum dr Mishra.


Uttar Pradesh saat ini adalah negara bagian yang paling terkena dampak pandemi COVID-19 di India. Meningkatnya kasus telah menekan infrastruktur kesehatan negara bagian itu, membuat orang-orang berebut mencari tempat tidur rumah sakit, tabung oksigen dan obat-obatan.

https://kamumovie28.com/movies/angel-on-fire/


500 Warga India Eksodus Massal di Tengah Badai COVID-19


Ratusan warga India berbondong-bondong memadati kereta dan bus di wilayahnya, berencana 'kabur' sebelum kebijakan lockdown di wilayah lain diumumkan. Sebuah rekaman viral menunjukkan stasiun di Gurajat, India, dipenuhi kerumunan orang yang menumpuk saat negara dilanda tsunami COVID-19.

Wabah Corona di India terus memburuk dengan mencatat lebih dari 200 ribu kasus kematian COVID-19 hingga Rabu (28/4/2021). Beredar isu akan ada penerapan lockdown ketat kedua yang diumumkan dalam waktu dekat.


Hal ini membuat banyak warga India akhirnya eksodus massal dari kota-kota padat penduduk. Seorang manajer toko, Satish Gadhvi, yang mengambil rekaman tersebut menjelaskan kronologinya.


Dia mengatakan, orang-orang khawatir lockdown kedua bisa membuat mereka terlantar, karena mereka bekerja di kota tetapi keluarga mereka sering tinggal di desa-desa yang jauhnya bermil-mil.


"Teman saya naik kereta cepat dari Goa ke Gujarat yang tidak berhenti di stasiun itu," jelas Mitra Satish, Debbie Styles, 58, dari London.


"Dia tinggal di India dan belum pernah melihat kondisi seperti itu sebelumnya. Dia merasa sangat takut, dan seperti tidak mempercayainya," lanjutnya, dikutip dari Mirror UK.


Berdasarkan cerita temannya, ada sekitar 500 orang yang berada di peron, beramai-ramai naik kereta yang kapasitasnya terbatas. Mereka sama sekali tidak peduli dengan menjaga jarak.


Untuk diketahui, meskipun mencatat 360.960 kasus baru dalam 24 jam terakhir, rekor harian tertinggi dunia, banyak wilayah India yang tidak memutuskan lockdown, bahkan melonggarkan aturan.


Ibu kota New Delhi dan negara bagian selatan Maharashtra dan Karnataka dikunci, tetapi pembatasan lebih longgar diberlakukan di wilayah lain negara itu. Ahli epidemiologi Bhramar Mukherjee, dari Universitas Michigan, menyerukan lebih banyak tindakan untuk memperlambat penyebaran.


"Pada titik ini, kehidupan jauh lebih penting daripada mata pencaharian. Berikan bantuan kepada orang miskin, tapi tolong kunci dan vaksinasi," katanya.

https://kamumovie28.com/movies/xxx/