Minggu, 13 September 2020

Tak Boleh Lagi Isolasi Mandiri, Ini Fasilitas yang Disiapkan di DKI Jakarta

 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diperketat di DKI Jakarta pada besok, 14 September 2020. Beberapa kebijakan baru pun akan diterapkan, salah satunya adalah warga yang positif virus Corona COVID-19 tidak diperkenankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas agar para pasien Corona dapat melakukan isolasi secara terkendali. Misalnya, di Wisma Atlet Kemayoran dan beberapa hotel yang telah disediakan.

"Kami sampaikan terima kasih kepada gugus tugas nasional, kepada pemerintah pusat yang telah berikan dukungan untuk kita bisa menitipkan warga yang harus isolasi di fasilitas isolasi mandiri, baik di Kemayoran, maupun di hotel, ataupun penginapan, ataupun di wisma dan tempat-tempat lain yang ditunjuk oleh gugus," ucap Anies, saat konferensi pers, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (13/9/2020).

Mengingat isolasi secara terkendali ini penting dilakukan agar tidak terjadi penularan, maka pasien positif Corona yang menolak diisolasi akan dijemput oleh petugas kesehatan dan penegak hukum.

"Bila ada kasus positif yang menolak diisolasi di tempat yang telah ditentukan, maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama aparat penegak hukum," tegas Anies.

Viral Pesepeda Lawan Arah Diduga di Tol Bogor, Komunitas: Bikin Malu!

Sebuah video viral menampilkan ulah pesepeda yang bikin geleng-geleng kepala. Sekitar 7 pesepeda tengah gowes di ruas jalan tol, sebagian di antaranya menyeberang lalu melawan arah.
Para pesepeda mengendarai sepeda jenis mountain bike dan mengenakan jersey yang seragam. Tidak terlihat jelas identitas yang tertera di jersey tersebut.

Suara yang terdengar dalam video tersebut menyebut 'tol Bogor', namun belum diketahui lokasi pasti video tersebut diambil. Dari marka yang terlihat, sepertinya dekat pintu tol.

Video tersebut beredar di grup-grup Whatsapp dan media sosial komunitas pesepeda. Banyak yang menyayangkan perilaku tersebut karena membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan tol lainnya.

"Waduh pelanggaran berat ini, karena ini sangat menodai semangat para pegowes yang selalu menghimbau agar selalu mematuhi rambu lalulintas saat gowes," kata Wakil Ketua Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Suyono Abet, kepada detikcom, Minggu (13/9/2020).

"Lampu merah saja tidak boleh di langgar, apalagi ini masuk jalur tol ramai-ramai jelas ini suatu pelanggaran," lanjutnya.

Sementara itu, Rendi dari komunitas sepeda Rawakalong.mtb mengecam keras perilaku pesepeda yang membahayakan tersebut. Menurutnya, apa yang tampak di video sudah jelas merupakan pelanggaran.

"Saya melihat video tersebut langsung kirim ke beberapa group gowes dan screenshot jersey mereka berharap dikenali komunitasnya," kata Rendi.

Terpopuler Sepekan: Kisah Sadis Pasien Corona Diperkosa di Ambulans

Nasib malang menimpa seorang wanita positif Corona saat perjalanan ke rumah sakit. Ia diperkosa di ambulans dan ditelantarkan di jalanan.
Perempuan berusia 22 tahun ini dilecehkan saat dirinya hendak menjalani perawatan di rumah sakit Pandalam, negara bagian Aranmula, India, karena positif Corona. Belakangan polisi akhirnya berhasil menangkap sang pelaku, pengemudi ambulans, bernama Nouval V.

Dikutip dari Hindustan Times, kronologi aksi tersebut bermula saat pengemudi ambulans hendak menjemput sang korban. Korban dijemput pukul 10 malam, Sabtu lalu.

"(Korban) pertama kali dijemput di rumah sekitar pukul 10 malam oleh satu ambulans. Nouval menjemputnya bersama dengan lansia perempuan, yang juga dinyatakan terinfeksi virus Corona," ujar polisi India, Pathanamthitta, KG Simon.

Sebelumnya, di dalam mobil ambulans terdapat 2 orang pasien, termasuk sang korban. Pelaku lantas menurunkan satu orang lainnya yaitu lansia untuk melancarkan aksi.

Pelaku membawa mobil ambulans tersebut ke tempat terpencil. Di sinilah akhirnya pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual kepada sang korban.

Tidak hanya itu, pelaku juga menurunkan korban di jalanan terpencil lalu melarikan diri. Pelaku sampai mengancam korban bila akhirnya angkat bicara meminta pertolongan.

"Tampaknya itu kejahatan terencana. Sopir mengambil jalan memutar. Kami sudah mengumpulkan semua bukti. Kami akan mempercepat persidangan untuk memberikan hukuman yang berat kepada terdakwa," lanjut Pathanamthitta.

Belakangan diketahui, pelaku pernah melakukan tindak kriminal yaitu kasus penyerangan yang menjurus ke pembunuhan. Hal ini terungkap berdasarkan penyelidikan polisi.

Berkaca pada insiden ini, otoritas kesehatan setempat pun akhirnya mengeluarkan instruksi ketat. Setiap ambulans wajib memiliki dua karyawan dan aturan khusus jika ada pasien wanita di dalam ambulans.
https://nonton08.com/the-scorpion-king-2-rise-of-a-warrior/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar