Ustaz Yusuf Mansur membagikan pengalamannya dalam berjuang melawan infeksi COVID-19. Kini ia masih menjalani perawatan di rumah sakit usai dinyatakan positif Corona pada Kamis (10/12/2020) lalu.
Lewat akun Instagram pribadinya, Ustaz Yusuf Mansur bercerita bahwa kondisinya kini sudah berangsur membaik. Hanya saja, ia masih kesulitan bernapas dan kondisi tubuhnya masih lemah.
"Saya masih belum bisa napas panjang dan belum bisa napas dalam. Namun bahagia, penuh syukur, anteng, kalem, adem, yakin, sangat semangat," tulis Ustaz Yusuf Mansur di akun @yusufmansurnew, Rabu (16/12/2020).
Ustaz Yusuf Mansur mengatakan, ia mengalami kondisi lemas apalagi jika ditambah batuk. Bahkan, untuk bernapas saja perlu diatur dan dilatih.
"Saya ngalamin di mana kata orang, kalau kena COVID-19, baterai kayak tinggal 10 persen. Apalagi bila disertai batuk, meski sering-seringnya batuk. Sebab paru-paru dan organ pendukung nggak normal, itu bisa terasa sangat sakit," jelasnya.
Ustaz Yusuf Mansur pun mengaku kesulitan dalam mengamalkan bacaan Al-Qur'an yang kerap ia lakukan tatkala sehat. Pasalnya, untuk membaca satu atau dua ayat pun masih terbata-bata karena kesulitan bernapas.
"Saya ngaji, yang senangnya dengan tilawah, murattal, ini harus terbata-bata. Pelan-pelan. Sekata-sekata. Disertai ambil napas agak teratur. Baca seayat saja bisa capeknya minta ampun," ujarnya.
Selain itu, Ustaz Yusuf Mansur juga bercerita ia mengalami kesulitan saat menelungkupkan badan. Lagi-lagi, ini karena ia merasa kesulitan bernapas.
"Dua kali belajar tengkurep. Tengkurep loh. Tengkurep doang. Tapi tersengal napas dan batuk ringan, tapi terasa di dada bawah dan perut atas, bisa sampai 1 jam habis itu, dengan tengkurep yang bisa dihitung jari lamanya," ucapnya.
Ustaz Yusuf Mansur pun mengatakan, tujuan ia bercerita seperti ini agar masyarakat bisa lebih menjaga kesehatan dan mematuhi protokol pencegahan COVID-19.
"Jangan sampai kawan-kawan nganggep enteng. Jaga diri. Patuhi bener protokol kesehatan. Maskeran terus, hindari kerumunan. Cuci tangan, jaga jarak, hidup sehat. Dan banyak bersyukur, banyak bertaubat," tuturnya.
https://kamumovie28.com/movies/jelangkung/
Ini Harga Rapid Test Antigen di RS dan Klinik, Jadi Syarat Masuk DKI dan Bali
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan setiap orang yang keluar-masuk wilayah Jakarta untuk melampirkan hasil rapid tes antigen. Kebijakan ini berlaku mulai 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021.
Kebijakan ini berlaku untuk semua angkutan umum baik udara, laut, maupun darat.
Selain DKI Jakarta, Bali juga menerapkan kebijakan yang sama. Wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Dewata harus menyertakan hasil tes antigen atau PCR.
Pemerintah memang belum menetapkan tarif batas atas tes antigen. Beberapa rumah sakit mematok harga tes ini di kisaran Rp 200 ribu-600 ribu.
Berdasarkan survei detikcom, Kamis (18/12/2020), berikut daftar beberapa rumah sakit di daerah Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen.
1. Klinik KASIH, Jakarta Selatan
Harga: Rp 150.000
Hasil tes: 15-20 menit
Jadwal tes:
Senin-Jumat 09.00-16.00
Sabtu 09.00-13.00
2. Siloam Hospitals (Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang)
Harga: Rp 499.000
Hasil tes: 15 menit
Jadwal tes: Setiap hari 24 jam
3. Laboratorium Klinik Kimia Farma Jakarta
Harga: Rp 250.000
Jadwal tes: Senin-Minggu 10.00-16.00
4. Rumah Sakit Universitas Indonesia (Depok)
Harga: Rp 375.000
Hasil tes: Maksimal 3 jam setelah pemeriksaan
Jadwal tes: Senin-Jumat 08.00-16.00
Sabtu 08.00-12.00
5. RS OMNI (Pulomas, Cikarang, Alam Sutera)
Harga: Rp 575.000
Hasil tes: 1-2 hari kerja
Jadwal tes: Senin-Jumat 14.00-15.00
6. Klinik RMC (Raditya Medical Center), Depok
Harga: Rp 399.000
Hasil tes: 30 menit
Jadwal tes: Senin-Jumat 10.00-14.00 (kecuali Selasa)
7. Klinik Pratama Merial Health (Cawang, Jakarta Timur)
Harga: Rp 450.000
Hasil tes: 15-30 menit
Jadwal tes: Senin-Sabtu 09.00-17.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar